Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Menahan Berkemih Karena Takut  .Dingin #Fatwa Fiqhiyah P E R T A N Y A A N Bagaimana pendapat anda wahai Syaikh terhadap mereka yang menahan kencing untuk shalat dan menjaga agar tetap diatas wudhunya dan itu dilakukan karena cuaca yang dingin atau karena sebab lain, apakah ada…

NASEHAT PENTING DARI SEORANG 'ALIM Berkata  .fadhilatusy Syaikh Al 'allamah Muqbil al-Wâdi'i rahimahullah : "Aku nasihati seluruh saudaraku di jalan Allah, hendaklah mereka tidak bermalas malasan... Subhânallâh !Orang orang komunis memaksakan ideologi mereka kepada orang la…

TENTANG HASIL-HASIL PEMILU AMERIKA SERIKAT (AS) Sehubungan dengan keberhasilan Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS) berikut ini ucapan Al Imam Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albany رحمه اللّٰه ketika Bill Clinton berhasil menjadi presiden Amerika Serikat pada waktu itu... S…

 .KENAPA MUSIM HUJAN YANG DISALAHKAN? Nampaknya negeri ini masih terus diguyur hujan tampa kita ketahui kapan berakhirnya, namun kenyataan yang miris kita dapati suara-suara yang mulai memojokkan musim hujan. 💥 “wah hujan lagi, hujan lagi, bisa rugi saya.!” 💥 “Nampaknya alam …
KITA SANGAT BUTUH DENGAN NASEHAT INI  . Berkata Syaikh Al Albani -Rahimahullah- : :p Jika engkau membahas tentang tauhid, maka pelaku kesyirikan akan mengasingkanmu. :pushpin: Dan jika engkau membahas tentang sunnah, maka pelaku kebid'ahan akan mengasingkanmu. :…


Oleh : ✍? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafidzahullah– 1⃣. Berkurangnya iman dengan meninggalkan sifat-sifat kesempurnaannya ▶ Disamping dalil-dalil yang menunjukkan bertambahnya keimanan adapula dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah yang menunjukkan bahwa keimanan sempurna sangat berat sehingga banyak pula dalil-dalil yang menafikan keimanan yang sempurna dari seseorang yang berbuat kemaksiatan-kemaksatan. ? Allah –Subhanahu wa Ta’ala– […]

Hukum Membeli Barang BM : Black Market (selundupan) Sumber: .http://siskiyou.sou.edu/ Disampaikan Oleh: (Asy-Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah) Pertanyaan: Apa hukum membeli barang-barang yang diimpor dari luar negeri yang tidak melalui pemeriksaan negara (barang selundupan-pent). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengambil cukai (pajak) atas barang-barang yang diimpor tersebut? Jawaban: Peraturan-peraturan yang dibuat oleh negara, Negara mengharuskan masyarakat untuk melaksanakannya, seperti mengambil cukai (pajak) terhadap barang-barang yang diimpor dari luar negeri. Maka rakyat di dalam negeri ini tetap (mesti) menunaikan peraturan ini, dan yang menanggung dosanya adalah yang mengambil (cukai), yang memaksanya dan mengharuskannya. Mereka dibebani membayar berbagai pajak yang banyak jenisnya, yang bukan disini tempat menyebutkannya. Bagaimanapun, maka pajak ini dibayarkan untuk mereka (pemerintah-pent), maka yang menanggung dosa adalah yang memaksanya. Adapun penyelundupan barang-barang, ini menyelisihi peraturan pemerintah dalam hal ini, hal ini bisa mengantarkan kepada perkara yang lebih besar kejelekannya dari pada kejelekan membayar cukai (pajak), yaitu terjadinya penyelundupan barang-barang haram dan penyelundupan barang-barang terlarang, dan semakin menyemangati para penyelundup, dan ini termasuk kerusakan. Maka dengan melihat kerusakan membayar pajak, maka ini lebih ringan daripada kerusakan membuka pintu-pintu penyelundupan. Selesai. Sumber: Pertanyaan ditanyakan kepada Asy-Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah pada daurah asatidzah di Ma’had Al-Anshar. Pada rekaman menit 03:23-05:06. Ditranskrip dan diterjemahkan oleh: Umar Al-Atsary. Sumber: Forum Salafy سئل الشيخ هاني بن بريك حفظه الله تعالى السؤال : ما حكم شراء البضائع المستوردة من خارج البلد التي لا تمر على التفتيش من قبل البلد. وهذا التفتيش يقصد به أخذ الضريبة على تلك البضائع المستوردة? الجواب : الأنظمة التي تضعها الدولة كانت تجبر عليهاالموطنين إجبارا كأخذ الضرائب على البضائع المستوردة فإن المواطن في هذه الدولة يؤدي هذا الأمر والإثم على من أخذ وأجبر وألزم . وهم يتضرعون بضرائب كثيرة لا مجال لذكرها. على كل حال فإن تؤدى لهم والإثم على من أجبر. أما تهريب البضائع مخالفة ولاة الأمورفي ذالك سيجر إلى ما هو أعظم شرا من دفع الضريب وهي تهريب المحرمات تهريب الممنوعات وتشجيع المهربين وهذامن الإفساد. وبالنظر لمفسدة ضرب الضريبة وهي أخف من مفسدة فتح مجال التهريب انتهى. ⚪️ Sumber: Forum Salafy 🔁 Publikasi: 🔎 Fawaid Jual Beli 🔍 🌐 https://tlgrm.me/fawaidjualbeli 📱 JOIN Channel: @fawaidJualBeli 📝 Senin, 7 Shafar 1438 H / 7 Nopember 2016

MAKNA 3 KITAB KARYA IBNU TAIMIYYAH RAHIMAHULLAH Aqidah Wasithiyyah, Aqidah Hamawiyah, Aqidah Tadmuriyah Pertanyaan: Wahai samahatus syaikh betapa seringnya kami mendengar tentang (kitab) Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, tetapi kami tidak tahu apa maknanya. Apakah yang dimaksud dengannya adalah aqidah yang benar atau apakah yang dimaksud dengannya? Mohon arahannya untuk pertanyaan kami ini dan kami merupakan sekumpulan para […]


? Audio Dars Tajwid ? Pertemuan ke-6 ? Pemateri: Al Ustadz Ibrohim As-Sewed hafidzahullah ? Ahad, 06 Shafar 1438 H / 06 November 2016 ? Masjid Abu Bakar As Shiddiq, Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon https://ia601508.us.archive.org/12/items/06112016PertemuanKe6DarsTajwidUstadzIbrahim/06_11_2016%20Pertemuan%20ke%206%20-Dars%20Tajwid-%20Ustadz%20Ibrahim.mp3 LIVE : ?Radio Adhiya 107,7 Mhz ? www.salafycirebon.com ? Link Kajian : http://bit.ly/2ecZMWb ====================== ? Salafy Cirebon

MENYINGKAP HAKEKAT FIRQOH (kelompok) SESAT (KHAWARIJ) SEJELEK JELEK MAYAT DIBAWAH KOLONG LANGIT Ditulis oleh:  .Al Ustadz Syafi'i Al Idrus hafizhahullah Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Dan apa yang diriwayatkan bahwasanya : شر قتلى تحت أديم السماء “(Mereka adalah) sejelek jelek mayat dibawah kolong langit”. خيرقتيل من قتلوه “Sebaik baik orang yang terbunuh adalah orang yang mereka bunuh”. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, riwayat at Tirmidzi dan selainnya, yaitu bahwasanya mereka paling besar kejelekannya atas kaum Muslimin dibandingkan yang lainnya. Maka sesungguhnya tidak ada seorangpun yang lebih besar kejelekannya atas kaum Muslimin daripada mereka. Tidak dari kalangan Yahudi, tidak pula dari kalangan Nashara. Sungguh mereka begitu sangat getol membunuhi setiap Muslim yang tidak mencocoki mereka. Menghalalkan darah kaum Muslimin dan harta mereka. Membunuhi anak anak mereka, mengkafirkan mereka. (Itu semua mereka lakukan) dengan keyakinan menjalankan agama, disebabkan karena kebodohan mereka yang sangat besar dan bid’ah mereka yang menyesatkan”. Al-Minhaj : 5/248 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-Imam Abu Bakr al-Ajurry rahimahullah : “Maka tidak selayaknya bagi orang yang melihat kesungguhan (dalam ibadah) dari seorang berfaham khawarij, memberontak terhadap Penguasa, sama saja apakah Penguasa tersebut Adil ataukah Zhalim, untuk dia kemudian memberontak (bersamanya), mengumpulkan massa, menghunus pedang dan menghalalkan memerangi kaum Muslimin. Tidak sepantasnya dia terkecoh terhadap bacaan al-Qurannya, tidak pula lama berdirinya dalam shalat, tidak pula berkesinambungannya dalam puasa, tidak pula kebagusan tutur katanya dalam ilmu, apabila dia seorang yang berfaham dengan pemahaman Khawarij." Asy-Syari’ah : hal 32 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Dan karena ini, seringnya disaat Ahli Bid’ah memiliki kuasa, mereka akan menyerupai orang-orang Kafir dalam hal menghalalkan pembantaian kepada kaum Muslimin serta mengkafirkan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Khawarij, Rafidhoh, Mu’tazilah, Jahmiyyah dan sempalan-sempalan mereka. Hanya saja diantara mereka ada yang berperang bersama kelompok pembelot, seperti Khawarij dan (Syi’ah) Zaidiyyah. Dan diantara mereka ada yang bertindak membantai orang yang mampu dia bantai dari kalangan orang yang tidak sejalan dengannya, bisa dengan cara menggunakan kekuasaannya atau dengan tipudayanya. Adapun disaat dalam kondisi lemah, mereka menyerupai orang-orang Munafiq, menggunakan siasat taqiyyah dan nifaq (persis) seperti keadaan orang-orang Munafiq”. al-Fatawa al-Kubra : 5/209 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-Imam Abu Bakr al-Ajurri rahimahullah : “Dan Khawarij, mereka adalah orang-orang yang paling JELEK, KOTOR dan NAJIS. Dan (demikian halnya) orang yang berada diatas ideologi mereka dari seluruh Khawarij. Mereka menyembunyikan ideologi tersebut, dahulu maupun sekarang. Dan mereka memberontak kepada para Penguasa dan menghalalkan pembantaian terhadap kaum Muslimin”. asy-Syari’ah : hal 32 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-Imam Abu Bakr al-Ajurri rahimahullah : “Para ulama semenjak dahulu hingga sekarang tidaklah berselisih bahwa Khawarij adalah kaum yang JELEK, bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun mereka shalat, puasa dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Itu semua tidaklah bermanfaat bagi mereka. Walaupun mereka menampakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Itu semua tidaklah bermanfaat bagi mereka. Karena mereka adalah kaum yang membaca al-Qur`an, (memahaminya) sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan mengelabui kaum muslimin”. asy-Syari’ah : hal 21 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-Imam Abu Bakr al-Ajurri rahimahullah : “Para ulama semenjak dahulu hingga sekarang tidaklah berselisih bahwa Khawarij adalah kaum yang JELEK, bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun mereka shalat, puasa dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Itu semua tidaklah bermanfaat bagi mereka. Walaupun mereka menampakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Itu semua tidaklah bermanfaat bagi mereka. Karena mereka adalah kaum yang membaca al-Qur`an, (memahaminya) sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan mengelabui kaum muslimin”. asy-Syari’ah : hal 21 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Dan demikian pula Khawarij, dimana mereka adalah kelompok yang gemar (menghunus) pedang dan berperang, tampak jelaslah penyelisihan mereka terhadap al-Jama’ah (kaum Muslimin bersama penguasanya) disaat mereka membantai manusia. Adapun sekarang, mayoritas manusia tidak mengenal mereka”. an-Nubuwwat : hal 193 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah : “Dan disaat orang-orang Khawarij bodoh membuka pintu kejelekan dimasa Utsman radhiyallahu ‘anhu, (yaitu) mereka mengingkari Utsman secara demonstratif, menjadi besarlah fitnah, peperangan dan kerusakan yang tiada putusnya manusia merasakan imbasnya sampai hari ini. Hingga terjadilah fitnah antara Ali dan Muawiyyah dan terbunuhlah Utsman dan Ali radhiyallahu ‘anhuma dengan sebab-sebab tersebut. Dan terbunuh pula dari kalangan para Sahabat dan selain mereka dalam jumlah yang banyak disebabkan pengingkaran secara demonstratif tersebut. Dan dibeberkannya aib-aib (penguasa) secara vulgar hingga menyebabkan banyak dari manusia (kaum Muslimin) membenci penguasa mereka dan membunuhnya. Dan sungguh ‘Iyadh bin Ghunm al-Asy’ari telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : ﻣﻦ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻨﺼﺢ ﻟﺬﻱ ﺳﻠﻄﺎﻥ ﻓﻼ ﻳﺒﺪﻩ ﻋﻼﻧﻴﺔ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺄﺧﺬ ﺑﻴﺪﻩ ﻓﻴﺨﻠﻮ ﺑﻪ ، ﻓﺈﻥ ﻗﻴﻞ ﻣﻨﻪ ﻓﺬﺍﻙ ، ﻭﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺩﻯ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻠﻴﻪ . “Barangsiapa hendak menasehati penguasa, maka janganlah dia melakukannya secara terang-terangan. Akan tetapi hendaknya dia memegang tangannya, menyendiri dengannya. Maka jika (nasehatnya) diterima, itulah (yang diharapkan). Dan jika tidak (diterima), dia telah menunaikan apa yang menjadi kewajibannya”. as-Su’aalul ‘Aasyir minal ‘Asyarah al-As’ilah al-Muhimmah ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-‘Allaamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah : “Dan disini ada suatu permasalahan; apakah agama Islam saat ini, sampai kepada orang Kafir secara (lurus)/tidak simpang siur ataukah tidak? Jawabannya : “Tidak”. Disaat muncul banyak jama’ah yang bertindak dengan tidak hikmah, bertambahlah kerancuan Islam dalam pandangan orang-orang Barat dan selain mereka. Aku maksudkan dengan banyaknya Jama’ah ini adalah mereka yang melakukan aksi pengeboman-pengeboman pada barisan-barisan manusia, dengan asumsi bahwa hal itu merupakan jihad di jalan Allah. (Padahal) hakekatnya mereka justru lebih banyak berbuat jelek kepada Islam daripada berbuat baik”. Syarhu Ushuul at Tafsiir libni ‘Utsaimin rahimahullah : hal 56-57 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata Ahli Hadits masa kini, al-Imam al-Albani rahimahullah : “Dan hari ini – ‘Sejarah berulang kembali’ sebagaimana mereka katakan – sungguh telah tumbuh para pemuda Muslim yang tidak mempelajari agama kecuali sedikit, mereka melihat bahwa para penguasa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan kecuali sedikit, maka mereka berpandangan untuk memberontak kepada penguasa, tanpa meminta arahan ahlul ilmi, fikih dan hikmah dikalangan mereka. Justru mereka memakai pendapat-pendapat mereka sendiri, mengobarkan fitnah membabibuta, menumpahkan darah di Mesir, Syiria dan Aljazair. Dan sebelum itu, fitnah di al-Haram Mekah. Maka dengan itu mereka telah menyelisihi hadits sahih ini, yang diamalkan oleh (seluruh) kaum muslimin yang dahulu maupun sekarang, selain Khawarij”. Lihat : as-Silsilah ash-Shahihah, jilid 7 bagian kedua, hal : 1240-1243 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata al-‘Allaamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah : “Dan apa yang mereka hasilkan? Apakah orang-orang Kafir bersimpati terhadap Islam? Ataukah (sebaliknya) semakin menambah mereka lari darinya? Jawabannya : “Semakin menambah mereka lari”. Hingga hampir-hampir seorang Muslim menutup mukanya supaya tidak dikaitkan dengan kelompok penebar teror yang menakutkan tersebut. Islam berlepas diri dari mereka. Sampai pun semenjak diwajibkan (syariat) jihad di awal Islam, tidak ada dikalangan para Sahabat yang pergi menuju komunitas orang Kafir, membunuhi mereka, kecuali dengan jalan jihad, dibawah panji dari seorang penguasa yang mampu (menegakkan) jihad. Adapun bentuk teror seperti ini, maka demi Allah, ini justru merugikan kaum Muslimin. Karena kita dapati hal ini tidak membuahkan hasil apapun. Bahkan sebaliknya, mencemarkan citra (kaum Muslimin). Seandainya kita menempuh jalan hikmah, kita bertakwa kepada Allah pada diri-diri kita, kita perbaiki diri kita pertama kali, baru kemudian kita berusaha memperbaiki orang lain dengan jalan yang disyariatkan, niscaya akan didapati disana hasil yang baik”. Syarah Ushuul fit Tafsiir Libni Utsaimin rahimahullah ta’ala : 56-57 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Ahlus Sunnah, dan segala puji hanya milik Allah, bersepakat bahwa mereka (Khawari) adalah Ahli Bid’ah yang sesat. Dan bahwasanya wajib memerangi mereka berdasarkan nash-nash yang sahih. Dan bahwa diantara sebaik-baik amalan Amirul Mukminin Ali radhiyallahu ‘anhu adalah memerangi Khawarij. Dan sungguh para Sahabat telah sepakat memerangi mereka”. Minhajus Sunnah: 6/116 ┄┄┉┉✽̶»̶̥▪️»✽̶┉┉┄┄ Dikutip dari: Majmu'ah Ashhaabus Sunnah Channel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah

وَ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ: رَأَيتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ – يَعْنِي الْأَسْوَدَ – وَ يَقُولُ: إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَنْفَعُ وَ لَا تَضُرُّ, وَ لَوْلَا أَنِّي رَأَيتُ رَسُولَ اللهِ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ. Dari ‘Abis bin Rabi’ah, dia berkata, “Aku melihat Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu mencium Hajar Aswad, lalu berkata, ‘Sungguh, […]