Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Masih ingat Revolusi Februari 1979 di Iran? Apabila Rusia dengan Revolusi Bolshevik 1917, melalui jaringan Komunis Internasional (Komintern), berhasil mengekspor paham komunisme ke seluruh dunia. Iran dengan Revolusi Februari 1979 yang digerakkan oleh Khomeini, pun menebarkan pemaham…

HUKUM MENYALAKAN LAMPU LISTRIK DI MALAM HARI Adalah tidak mengapa. Dari shahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: 6293«لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ» “Jangan biarkan api di rumah-rumah kalian (menyala) tatkala kalian sedang tidur.” [ HR. Al-Bukhori no. 6293 &. Muslim no.2015-(10) ] Sebab Pelarangan: Dari shahabat Abu Musa rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan: ”Dahulu di kota Madinah ada sebuah rumah yang terbakar menimpa penghuninya di waktu malam.” Tatkala kejadian yang menimpa mereka dikabarkan kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam , beliau kemudian menyatakan: «إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ» “Api ini adalah musuh bagi kalian. Jika kalian hendak tidur padamkanlah api itu dari kalian.” Dalam hadits terdapat rincian penjelasan bahwa lampu yang berbahaya terbuat dari api. Dalam hadits Jabir rodhiyallahu ‘anhu disebutkan sisi bahayanya; Rasulullah shollallahu ‘alaihiwasallam bersabda: «فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ» ”Karena sesungguhnya tikus-tikus itu bisa menyebabkan rumah terbakar menimpa penghuninya.” Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan; Adapun "lampu pelita gantung" jika bisa menyebabkan kebakaran maka masuk pada larangan ini. Jika dirasa aman sebagaimana yang biasa terjadi, maka hukumnya tidak mengapa. [ Fathul Bari 6/356 ] Lampu Listrik Tidak Masuk dalam Larangan: Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelasakan: Di zaman sekarang ini lampu dari api tidak lagi dinyalakan sebagaimana tempo dulu. Hari ini listrik sudah ada, dengannya lampu bisa menyala. Misal saja, ada orang tidur dan lampu dirumahnya masih menyala –biasanya dinamakan dengan “Lampu Begadang”—maka hukumnya tidak mengapa. Karena sebab pelarangan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang ada pada api tidak ada pada listrik. [ Syarah Riyadhis Sholihin 6/390 ] Wallahu A'lamu bisshowab Dikirim oleh: al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan #Fawaidumum 〰〰➰〰〰 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Channel kami https://bit.ly/warisansalaf Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

TEMPUHLAH CARA YANG SYAR'I DI DALAM MENIKAHI SEORANG WANITA berkata Asy-Syeikh Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah: "Terkadang seorang insan mendengar tentang seorang wanita bahwa ia adalah wanita yang memiliki akhlak mulia dan memiliki ilmu lalu ia sangat menginginkan menikahinya, dan demik…

Wasiat Rasulullah Kepada Abu Bakr Asshidiq Wasiat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Asshidiq Al Akbar Abu Bakr radhiallahuanhu, Rasulullah mengajari Abu Bakr untuk berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغ…

LEMAHNYA KEINGINAN MENUNTUT ILMU Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu asy Syaikh hafizhahullah Pertanyaan: Sesungguhnya saya penuntut ilmu, namun saya merasa tidak mampu dan lemah untuk mendapatkan ilmu, sehingga setiap apa yang saya baca cepat saya melupakannya dan kadang berbekas da…

Tanya Jawab Tentang Acara Maulid Nabi [1] HUKUM PERAYAAN MAULID NABI (FATWA SYAIKH IBNU UTSAIMIN) Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin rahimahullah ta’ala ditanya: Bagaimana hukum perayaan maulid Nabi? Beliau menjawab: Pertama:  . …

PERNYATAAN TEGAS SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH TENTANG MAULID Para Salaf tidak memperingatinya. Beliau mengatakan: “Sesungguhnya ini (yakni perayaan maulid nabi shollallahu ‘alaihi wasallam , pent) tidak pernah dilakukan oleh salaf (pendahulu umat Islam dari kalangan shahabat, tabi’in, dan ta…


Alhamdulillah, ? Kembali hadir Kajian Ilmiyah Islamiyah/Tabligh Akbar di Cirebon, insya Allah ? Menghadirkan Pemateri : ?Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi,Lc, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had As salafy Jember) ?Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had Dhiyaus Sunnah, Cirebon) ?Tema: ? BERPEGANG DENGAN SUNNAH JALAN KESELAMATAN DARI RADIKALISME DI TANAH AIR


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Merayakan hari kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah dilakukan oleh Salaf (yakni para sahabat) radhiallahu anhum, meski ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikan atau lebih besar kebaikannya, pastilah kaum Salaf radhiallahu anhum orang yang lebih […]

BENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?! . Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa'id al-Muzhaffar Penguasa Irbil, wafat tahun 184 H!! Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab, Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah. Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan 'Maulid Nabi' adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 - 567 H. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para pakar sejarah. Di antaranya oleh Taqiyyuddin al-Miqrizi, dalam kitabnya yang berjudul "al-Mawa'izh wa al-i'tibar bi Dzikri al-Khuthath wa al-Aatsaar". Pada 1/490, al-Miqrizi mengatakan, "Para Khalifah Dinasti Fathimiyyah memiliki banyak hari raya dan peringatan sepanjang tahun. Yaitu : Peringatan Awal Tahun, 💥 Hari Asyura 💥 Maulid Nabi — shallallahu alaihi wa sallam — 💥 Maulid Ali bin Abi Thalib 💥 Maulid al-Hasan 💥 Maulid al-Husein 💥 Maulid Fathimah az-Zahra 💥 Maulid Khalifah yang sedang berkuasa 💥 Malam awal Rajab 💥 Malam Nishfu Rajab 💥 Malam awal Sya'ban 💥 Malam Nishfu Sya'ban ..... dst." demikian keterangan dari al-Miqrizi Jadi, Perayaan Maulid Nabi yang pertama kali mengadakan adalah Dinasti Ubaidiyyah. Tahukah Anda siapakah Bani/Dinasti Ubaidiyyah (yang menamakan diri sebagai Dinasti Fathimiyyah) ini? 👉🏻 Mereka adalah berpaham Syi'ah Rafidhah. 👉🏻 Mereka telah : • Mencela para nabi • Mencela dan benci terhadap para shahabat • Mencela para salaf. Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang Daulah Ubaidiyyah, "Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)." Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang Daulah Ubaidiyyah, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ." Majmu'ah Manhajul Anbiya Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net Istana Starling (hanya sebagai ilustrasi) - Sumber: Pixabay SIAPA YANG AWAL MULA MENGADA-ADAKAN BID’AH MAULID? Mereka adalah orang-orang Bani ‘Ubaidiyyah dan Rafidhah. Al-Miqrizi rahimahullah berkata di dalam kitabnya “al-Khuthath” (1/hal. 490 dan yang setelahnya): ”Penyebutan hari-hari dimana para khalifah Dinasti Fathimiyah menjadikannya sebagai hari-hari raya dan peringatan…” Beliau berkata: “Para khalifah Dinasti Fathimiyah memiliki berbagai hari raya dan peringatan dalam sepanjang tahunnya. yaitu: ■ Peringatan penghujung tahun, ■ Peringatan awal tahun, ■ Hari ‘Asyura’, ■ Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi was salam, ■ Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ■ Maulid al-Hasan dan al-Husein ‘alihimas salam, ■ Maulid Fathimah az-Zahra ‘alihas salam, ■ Maulid khalifah yang tengah berkuasa, ■ Malam awal Rajab, ■ Malam pertengahan Rajab, ■ Peringatan malam Ramadhan, ■ Awal Ramadhan, ■ Hidangan Ramadhan, ■ Malam penutupan, ■ Peringatan ‘Idul Fithri, ■ Peringatan ‘Idul ‘Adhha, ■ ‘Idul Ghadir, ■ Kiswah (pakaian) musim panas, ■ Kiswah musim dingin, ■ Peringatan Fathul Khalij (pembukaan teluk), ■ Hari an-Nauruz, ■ Hari al-Ghithas, ■ Hari Masehi, ■ Khamis al-‘adas, ■ dan hari-hari kendaraan.” Selesai penukilan dari beliau. Saya (asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri) mendengar syaikh kami ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah mengatakan: Mereka mengada-adakan enam maulid: ● Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam ● Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ● Maulid Fathimah radhiyallahu ‘anha ● Maulid al-Hasan radhiyallahu ‘anhu ● Maulid al-Husein radhiyallahu ‘anhu ● Maulid penguasa yang sedang berkuasa di zaman mereka •••• Sumber: https://telegram.me/Osamasaud @ashshorowaky | salafysorowako.com/siapa-yang-mengada-adakan-bidah-maulid/?relatedposts_hit=1&relatedposts_origin=1633&relatedposts_position=2

BAGAIMANA ENGKAU BISA SOMBONG...!? Asy Syaikh al 'Allamah Rabi' bin Hadiy al Madkhaliy hafizhahullah berkata : "Seseorang mungkin tingginya (hanya) satu jengkal tapi dia sombong, menganggap kepalanya di atas langit, wal 'iyyadzu billah. Maka Allah berkata kepadanya Engkau pelan-pelanlah, sesun…


Rohingya Kembali Bergejolak Untuk kesekian kalinya, saudara seiman kita di Myanmar dizalimi oleh orang-orang kafir Budha.Pembantaian, pemerkosaan dan pemusnahan harta dalam rangka pemusnahan etnis minoritas Rohingya menjadi berita yang sangat menyayat kita sebagai manusia, terlebih muslimin.Mesin-mesin perang yang layaknya untuk menghadapi tentara bersenjata ternyata diarahkan kepada kaum lemah, orang tua, wanita dan anak.Isu adanya … Lanjutkan membaca Rohingya Kembali Bergejolak →