Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

PEMBERIAN SEORANG SUAMI KEPADA ISTERINYA TERCATAT SEBAGAI SEDEKAH Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ما أعطى الرجل امرأته فهو صدقة “Apa yang diberikan oleh seorang suami kepada isterinya merupakan sedekah.” (Ash-Shahihah no.1024)

SEMANGAT SALAF DALAM MENCARI ILMU DAN PERBEDAAN ANTARA ORANG YANG MENCATAT DAN TIDAK MENCATAT


🌹🌺🌼 Akhlak Mulia Termasuk Sebab Keberhasilan Dakwah ✍🏻 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata: ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﻜﻞ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﺠﻤﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺒﻴﻠﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺚَّ ﻋﻠﻴﻬ…


🔊💽 Khutbah Jum’at – Urgensi Tauhid 💺 Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abdul Hakam at-Tamimi hafizhahullah 📅 Khutbah Jum’at ll Urgensi Tauhid ll 28 RabiR…

HUKUM DUDUK TAWARUK DALAM SHAF YANG PENUH SESAK https://www.suaramasjid.com/go/wp-content/uploads/2016/02/iftirasy.jpg Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Bagaimana duduk tawaruk (duduk dengan meletakkan kedua pantatnya di atas tanah) bagi makmum dalam shaf yang penuh sesak? Jawaban' Jika mesti berdesak-desakan dan tidak bisa duduk tawaruk, hendaknya dia tidak bertawaruk, karena tawaruk itu sunnah yang dianjurkan dalam tasyahhud akhir, sehingga apabila dengan tawaruk mengganggu saudaranya, maka hendaknya dia tidak duduk tawaruk. Hendaknya dia duduk di atas kaki kirinya seperti duduknya diantara dua sujud dan tasyahhud awal, karena mengganggu saudaranya itu haram, sedangkan suatu yang haram tidak menjadi halal dengan suatu yang sunnah. Suatu sunnah hendaknya ditinggalkan hingga terhindar dari suatu yang haram, sebab mengganggu saudaranya dan menzalimi mereka merupakan perkara yang tidak boleh. Jadi apabila kondisinya sempit dalam shaf, hendaknya dia tidak duduk tawaruk, namun hendaknya duduk di atas kaki kirinya seperti keadaannya antara dua sujud apabila dia mampu hal itu. Adapun apabila kondisinya sakit atau lemah tidak mampu, maka dia lakukan sesuai kemampuannya sehingga terhindar dari menyakiti sebisa mungkin. 💻🔍 http://www.binbaz.org.sa/node/10647 📁http://t.me/Al-Ukhuwwah 🇸🇦 السائل: ماذا عن التورك للمأموم في الصف المزدحم؟ الشيخ: إذا دعت الحاجة إلى التضام وعدم التورك لا يتورك، التورك سنة مستحب في التشهد الأخير ، فإذا كان يؤذي به إخوانه فلا يتورك، يجلس على رجله اليسرى كجلوسه بين السجدتين وفي التشهد الأول ؛ لأن إيذاء إخوانه محرم، فلا يستبيح المحرم بالمستحب، يترك المستحب حتى يتوقى المحرم، فإيذاء إخوانه والتعدي عليهم أمر لا يجوز، فإذا كانت مضايقة في الصف فإنه لا يتورك، بل يجلس على رجله اليسرى كحاله بين السجدتين إذا استطاع ذلك ، أما إذا كان مريض أو عاجز لا يستطيع فيعمل ما يستطيع، ويتوقى الإيذاء مهما استطاع.


⏬ 💢🔥 Boleh Jadi, Amalanmu Seluruhnya Sirna 🗯 Berkata Ibnu ‘Aun, “Janganlah terlalu yakin dengan amalanmu yang banyak, kerana engkau tidaklah tahu apakah semua itu d…


??? بسم الله الرحمن الرحيم ? Audio Khubah Jum’at ? Jum’at 29 Rabi’ul Akhir 1438 H / 27 Januari 2017 M ? Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor ? Bersama: Al-Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah ? Tema : ⌛⏳ Hakekat Kesabaran ? Link Audio : http://bit.ly/2k9ztlB ? Radio Salafy Cileungsi Sumber : Channel Telegram […]

DUDUK IQ'A YANG DILARANG Al Lajnah Daimah berkata dalam fatwa Nomor 3985: Rasulullah Shallallhu 'Alaihi wa Sallam juga melarang duduk seperti duduknya setan. Dalam hadits lain dijelaskan bahwa arti dari duduk setan ini ialah duduk seperti duduknya anjing. Asy- Syaukani berkata, "M…