Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Mampukah Anda Berbuat Baik Pada Orang Yang Hasad?
Atsar.id
Atsar.id

Mampukah Anda Berbuat Baik Pada Orang Yang Hasad?

Mampukah Anda Berbuat Baik Pada Orang Yang Hasad? Berkata Imam Ibnul Qoyyim Rohimahullah : Hal ini termasuk sebab yang paling susah bagi jiwa dan paling berat baginya. Dan tiada yang mendapatkan taufiq untuk itu kecuali orang yang dapat bagian besar dari sisi Allah, yaitu: Memadamkan api kebencian si pendengki, si zholim, si pengganggu, dengan cara berbuat baik kepadanya. Setiap kali orang tadi bertambah gangguannya, kejahatannya, kezholimannya dan kedengkiannya Maka engkau menambah kebaikan kepada orang tadi, nasihat untuknya dan belas kasihan padanya. Maka dengarlah sekarang firman Alloh عز وجل : ﴿ولا تستوي الحسنة ولا السيئة ادفع بالتي هي أحسن فإذا الذي بينك وبينه عداوة كأنه ولي حميم وما يلقاها إلا الذين صبروا وما يلقاها إلا ذو حظ عظيم وأما ينزغنك من الشيطان نزغ فاستعذ بالله إنه هو السميع العليم﴾ “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Fushilat 34-36) Dan Allah berfirman: ﴿أولئك يؤتون أجرهم مرتين بما صبروا ويدرأون بالحسنة السيئة ومما رزقناهم ينفقون﴾القصص: 54. “Mereka itu diberi pahala dua kali (kali pertama karena beriman kepada Taurat dan kali yang kedua karena beriman kepada Al Quran) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” ( Al Qoshosh 54 ) Dan renungkanlah keadaan Nabi صلى الله عليه وسلم yang mengisahkan tentang seorang Nabi yang dipukul kaumnya sampai berdarah, lalu beliau mengusap darah dari dirinya seraya berkata: «اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون» “Ya Alloh ampunilah kaumku karena sungguh mereka itu tidak mengetahui.” HR Bukhori 3477 &amp. Muslim 1792 dari Ibnu Mas'ud Bagaimana terkumpul pada kalimat ini empat bentuk dari ihsan (berbuat baik) untuk merespon besarnya tindakan jelek mereka? 1. Beliau memaafkan mereka 2. Permohonan ampun untuk mereka. 3. Beliau menyampaikan udzur mereka bahwasanya mereka tidak mengetahui. 4. Memohon kelembutan untuk mereka dengan memasukan mereka jadi bagian beliau dengan berkata: “ampunilah kaumku” Sebagaimana seseorang berkata pada orang yang dimintai syafaat di sisinya : “Ini adalah anakku, ini adalah pelayanku, ini adalah sahabatku, maka berikanlah dia karena aku.” Maka dengarlah sekarang apa yang akan mempermudah perkara ini pada jiwa dan membikinnya menyenangkan untuk jiwa dan membuatnya merasa enak : Ketahuilah bahwasanya engkau itu punya dosa-dosa antara dirimu dengan Allah yang engkau takut akibat-akibatnya, dan engkau mengharapkan Dia memaafkannya dan mengampuninya untukmu dan memberimu anugrah. Dan bersamaan dengan ini Allah tidak membatasi diri dengan sekedar maaf tapi bahkan Dia memberimu kenikmatan, memuliakanmu, mendatangkan manfaat-manfaat dan kebaikan padamu melebihi apa yang engkau angan-angankan. Maka jika engkau mengharapkan dari Robbmu agar Dia itu membalas kejelekanmu dengan kebaikan sebanyak ini, Bukankah lebih layak bagimu pula untuk menyikapi makhluk-makhluk-Nya dengan hal yang serupa, dan engkau membalas kejelekan mereka dengan begitu juga, agar Allah menyikapimu dengan sikap yang serupa? Karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan amalan. Sehingga bagaimana engkau merespon kejelekan manusia terhadap hakmu, demikian pula Allah akan merespon dosa-dosamu dan kejelekanmu. Silahkan kamu pilih, membalas kejelekan(dengan kejelekan) atau memaafkan dan berbuat baik atau meninggalkanya? Seperti apa engkau berbuat begitu pula engkau diperlakukan. Badai'ul Fawaid 2/374 ___________________ Channel Telegram UI http://bit.ly/uimusy

Adab & Akhlak
Mar 6, 20164 min read
Daftar / Kamus Kelompok Sesat
Atsar.id
Atsar.id

Daftar / Kamus Kelompok Sesat

KAMUS KELOMPOK SESAT Asy Syeikh Zeid Bin Hadi Al Madkholi rohimahullah: Al Hululiyyah: Kelompok yang mengatakan bahwa Allah dimana mana, Maha tinggi Allah dari apa yang mereka ucapkan. Al Ittihadiyyah: kelompok yang menganut pemahaman wihdatul wujud yaitu tidak ada perbedaan antara Sang Pencipta Allah subahanahu wa ta'alaa dan makhlukNya, sebagaimana penyair mereka mengatakan: Tidaklah anjing dan babi itu kecuali keduanya ini adalah Tuhan kita, dan Allah itu adalah pendeta yang sedang didalam gerejanya. Al Jahmiyyah: Kelompok yang mengingkari Nama Nama dan Sifat Sifat Allah, dan mereka mendustakan Nash Al Qur'an dan sunnah. Al Qodariyyah: Pengingkar takdir Allah, yang mana mereka mengatakan bahwa Allah tidak menciptkan kebaikan dan kejelekan atau Allah menciptakan kebaikan dan tidak menciptakan kejelekan. Ar Rofidhoh: Kelompok yang menyelisihi kaum muslimin pada semua aspek baik secara garis besar atau dengan terperinci. Al jabriyyah: Mereka yang mengatakan bahwa seorang hamba dipaksa (mereka tidak punya keinginan/pilihan melakukan sesuatu,pent) untuk melakukan kebaikan dan keburukan, seperti pohon yang ditiup angin. Al Murji'ah: mereka banyak kelompok, ada dari mereka yang mengatakan kema'siatan tidak mempengaruhi keimanan sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat terhadap kekufuran, ada dari mereka yang mengatakan bahwa keimanan itu pengetahuan dengan hati saja, ada dari mereka yang mengatakan bahwa keimanan hanya ucapan lisan saja, ada dari mereka yang mengeluarkan amalan dari keimanan. Al Mu'tazilah: Kaum yang mengatakan Al Qur'an itu makhluq, dan kekalnya ahli ma'siat dari kalangan ahli tauhid didalam neraka selama lamanya jika mereka mati dan tidak bertaubat. Al Musyabbihah: Kelompok yang menyamakan Allah dengan makhluknya seperti kaum nasrani dan kelompok kelompok bid'ah yang menyamakan Allah dengan makhluknya, mereka menetapkan sifat sifat bagi Allah yang termasuk kekhususan makhluNya yang lemah. Al 'Asyariyyah, Al Kullabiyyah, Al Maturidiyyah: Mereka orang orang yang banyak menyelisihi ahlus sunnah didalam Nama Nama dan Shifat Shifat bagi Allah, dan juga bab keimanan, dan dari yang lainnya dari bab bab ilmu. Al Waqifah: Mereka yang mengatakan bahwa kami tidak mengatakan Al Qur'an itu makhluq dan juga bukan makhluq. Al Bathiniyyah: Mereka kaum zindiq yang tidak beriman dengan hari kiamat dan hari pembalasan amalan manusia. Al Qoromithoh: Pecahan kelompok Al Albathiniyyah. Al Ilmaniyyah: kelompok yang memisahkan antara agama dengan kehidupan dunia, mereka menganggap yang seperti ini adalah menyesatkan manusia. Al Masuniyyah: Sejelek jelek kelompok yang menjadi pembantu kaum yahudi. Al Mufawwidhoh: Kelompok yang menyerahkan ma'na Sifat Sifat Allah kepada Allah, dan tafwidh ini sebagaimana kata syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah sejelek jelek bentuk Ilhad (didalam sifat Allah) As Shufiyyah: Ada yang ekstrim sekali dan ada yang tidak ekstrem, yang ekstrem sekali adalah yang menganut pemahaman wihdatul wujud yaitu Allah tidak terpisah dengan makhlukNya, mereka ini pengikut Ibnu Arobi dan Ibnu Sab'in dan yang semisal dengan mereka. Al Khowarij: kelompok yang mengkafirkan kaum muslimin dengan dosa besar walaupun dari kalangan ahli taihid, dan mereka menganggap pelaku dosa besar kekal didalam neraka jika matia diatasnya. Al Qodiyaniyah: Pengikut Ghulam Ahmad, para zindiq dan pelaku kekufuran. Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=138075 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Aqidah
Mar 3, 20163 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast