Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Sekilas Tentang Kitab Tsalatsatul Ushul Sebelum mempelajari kitab ini, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa hal yang berkaitan tentangnya. Penulis Beliau adalah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Musyarof …

 .KISAH TOBATNYA SEORANG AYAH Ditulis oleh: Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman Lc Lelaki ini tinggal di kota Riyadh (ibukota Arab Saudi), hidupnya amburadul dan tidak mengenal Allah kecuali hanya sedikit. Sejak beberapa tahun yang lalu ia tidak pernah masuk masjid dan tidak per…

Untuk Para Pengagum Kecantikan Dan Ketampanan Siapa yang tidak suka punya pasangan yang tampan atau cantik? Namun realita tidak selalu tampak indah di depan mata... Tidak semua yang kita idamkan dapat tercapai... Saudaraku dan saudariku bagi yang telah memiliki pasangan hidup terk…

SEBUAH KISAH YANG MENUNJUKKAN KECERDASAN DAN ADAB ASY SYAIKH MUHAMMAD BIN 'ABDILWAHHAB RAHIMAHULLAH Berkata Al 'Allamah Ibnu 'Utsaimin rahimahullah : "Disebutkan bahwa Asy Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab rahimahullah tatkala safar ke Mekah beliau melihat seorang 'alim dari ulama Mekah…
![[Ebook PDF] Pentingnya Imunisasi](https://2.bp.blogspot.com/-NVlZmtqBeQQ/VudNZ1ukjaI/AAAAAAAAH0E/97ew1OpJ2E0n3S0QbymIrROG6DkDRRdjA/s400/pentingnya%2Bimunisasi.jpg)
#EbookGratis "Pentingnya Imunisasi" Disusun oleh dr. Ummu Abdillah Lina Nur Islamiyah Yunus hafizhahallah di Ma'had al-Anshar Sleman Sumber: Channel Telegram Qonitah Menyapa Converted by @happyislamcom DOWNLOAD EBOOK

SIKAP LURUS (BENAR) JIKA DATANG JARH DARI SEORANG 'ALIM MU'TABAR Asy Syaikh al fadhil Nizar bin Hasyim al 'Abbas hafizhahullah di tanya: Apa yang seharusnya kita lakukan jika mendapati sebuah tahdzir yang tidak mufassar (rinci) dari seorang 'alim yang mulia terhadap salah seorang syaikh yang kita memandangnya dengan kebaikan. Apakah kami meninggalkannya ketika itu juga? Atau kita diam menunggu rincian baru kemudian kita tidak lagi mendengar darinya? Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan. Kemudian beliau hafizhahullah menjawab: Wa'alaikumus salam wa rohmatullAh wa barokatuh, semoga Allah memberkahi anda... Apabila tahdzir tersebut datang dari seorang 'alim yang MU'TABAR (yang memiliki hak dalam tahdzir), TSIQOH (terpercaya), MULIA dan TINGGI KEDUDUKANNYA... Seperti 🔸Syaikh Robi' bin Hadi, 🔸Syaikh al 'allamah 'Ubaid al Jabiry, 🔸Syaikh al 'allamah Muhammad bin Hadi, 🔸Syaikh 'Abdulloh al Bukhory hafizhohumulloh 🔸dan selainnya dari para ahlul 'ilmi... Maka sikap menahan diri dan menjauhkan diri (dari orang yang ditahdzir) lebih utama dan lebih berhati-hati sebagai bentuk penjagaan terhadap kepercayaan (agama) kita. Yang demikian tersebut karena seorang yang menjarh (sebagaimana yang sudah diketahui) terkadang dia melihat sesuatu yang samar namun menyebabkan seorang itu jatuh sehingga dia menjarh dan mentahdzirnya karena hal tersebut secara umum dan tidak merincinya. Bukan karena tidak adanya rincian, tetapi karena adanya sebab-sebab lain yang terkadang dicari sebagai pembahasan tambahan, mendalami sesuatu dan pengikut (yang menjadi penguat) atau karena jarh tersebut berkaitan dengan buruknya muru'ah dia atau kehormatan dia, yang dikhawatirkan dengannya dia akan merusak selainnya. Sehingga hal tersebut butuh untuk disembunyikan, karena mungkin orang yang dijarh tersebut bisa menjauh darinya dan kembali bertaubat. Atau mungkin dia masih dalam proses dinasehati, sehingga sebagai bentuk amanah dan khawatir terhadap para pemuda muslimin (akan terpengaruh dengannya) maka seorang penjarh yang mengerti (mashlahat dan mafsadat) dia menjarh secara umum dan global, demi menjaga kemaslahatan yang bersifat umum dan mendahulukannya dari pada kemaslahatan orang yang dijarh secara khusus. Sampai jelas permasalahannya dan telah diputuskan perkaranya. JIKA TELAH TERANGKAT/DICABUT JARH DARINYA maka orang tersebut kembali keadaannya (sebagaimana sebelum ditahdzir) dan kembali para tholabah boleh belajar darinya.. Jika Tidak maka jatuhlah hukum untuk menjauhinya secara utuh setelah sebelumnya dijauhi dalam bentuk kehati-hatian. Dan inilah yang tampak jika kita melihat kepada dasar-dasar syari'at ini dan pokok-pokok serta ketentuan-ketentuan dalam bab ini yaitu (bab jarh wa ta'dil). wallAhu a'lam. (22 Dzul hijjah 1436 H) Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147888 Kiriman dari: Al Akh Zaki di Madinah Alih bahasa: Syabab Ashhabus Sunnah ―――――――――――― Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami: www.ittibaus-sunnah.net  .أصحاب السنة Ashhabus Sunnah مجموعة الأخوة السلفية [-MUS-] Klik "JOIN" http://bit.ly/ukhuwahsalaf

 .NASEHAT UNTUK ORANG YANG BERMAKSIAT AGAR DIA SEGERA BERTAUBAT Pertanyaan: Bila seorang muslim ingin terlepas dari dosa yang pernah dia lakukan, apa saja syarat yang wajib ditempuh terkait dengan orang yang bertaubat dari dosanya? Apa pula nasihat Anda bagi orang yang melakukan perbua…

Bergelimang Dalam Nikmat Dan Lalai Bersyukur . Bersyukur dan mengingat-ingat nikmat adalah perkara ibadah yang diperintahkan untuk segenap manusia, Allah berfirman يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَا…

# EDISI NASEHAT RENUNGKANLAH.. Al-Imam Al-Allaamah Muhanmad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan..! Dan renungkanlah mereka-mereka ini (penghuni kubur)..! Kemarin mereka seperti di…

HUKUM DZIKIR DENGAN LISAN DALAM KONDISI HATI  .LALAI Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Jika seseorang mengucapkan dzikir-dzikir yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam namun hatinya lalai. Apakah diberi pahala amalannya ini? …

Yang Ada Dihatimu Akan Dibalas Sebuah hadits yang sering kita dengar, tetapi terkadang juga seolah-olah baru pertama kali mendengarnya, hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim no. 2564 dari sahabat Abu Hurairah, disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Solihin no. 7, Rasulullah b…

#EDISI MANHAJ BENARKAH UNGKAPAN “LIHATLAH APA YANG DIKATAKAN DAN JANGAN MELIHAT SIAPA YANG MENGATAKAN!” Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah Penanya: Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang mengatakan: “Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang men…