Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Apakah Doa Memiliki Pengaruh Mengubah Takdir Asy-Syaikh Muhammad ibnu Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya “Apakah doa memiliki pengaruh mengubah catatan takdir manusia yang telah ada sebelum ia diciptakan?” Beliau menjawab : "Tidak diragukan lagi, doa dapat memberika…

Pembicaraan Mengenai Ahlul Bid'ah Dan Tahdzir Terhadap Mereka Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah : "Pembicaraan mengenai ahlul bid'ah dan orang-orang yang mempunyai pemikiran yang tidak benar atau manhaj yang tidak lurus, ini adalah termasuk nasehat dan bukanlah termasuk ghibah. Bahkan hal ini adalah termasuk nasehat bagi Allah, kitabNya, rasulNya, dan bagi kaum muslimin.  .Maka jika kita melihat seorang ahlul bid'ah yang menyebarkan bid'ahnya, maka wajib atas kita untuk menjelaskan bahwasanya dia adalah seorang ahlul bid'ah, hingga manusia selamat dari kejelekannya. Dan jika kita melihat seseorang yang mempunyai pemikiran-pemikiran yang menyelisihi pemahaman salaf; wajib atas kita menjelaskan akan hal itu hingga manusia tidak terpedaya dengannya. Dan jika kita melihat seorang manusia yang memiliki manhaj tertentu yang (manhaj tersebut) mengakibatkan kejelekan, maka wajib atas kita menjelaskan hal itu, hingga manusia selamat dari kejelekannya. Dan hal ini merupakan bagian dari bab nasehat bagi Allah, kitabNya, rasulNya, dan bagi para pemimpin kaum muslimin serta bagi mereka (kaum muslimin) secara umum. Sama saja apakah pembicaraan (mengenai ahlul bid'ah) itu di antara para penuntut ilmu ataukah di dalam majelis-majelis yang lain, maka hal ini bukanlah ghibah. Selama kita khawatir akan tersebarnya kebid'ahan tersebut atau pemikiran tersebut atau manhaj yang menyelisihi manhaj salaf tersebut, (maka) wajib bagi kita untuk menjelaskan, hingga manusia tidak tertipu dengan hal tersebut." (Liqo Al-Bab Al-Maftuh 120/8) ﺍﻟﻜﻼﻡُ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ والتحذير منهم قـالـ الشيـخ ابـن عـثـيـمـيـن رحـمـه الله ﺍﻟﻜﻼﻡُ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﻣﻦ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺃﻓﻜﺎﺭ ﻏﻴﺮ ﺳﻠﻴﻤﺔ ﺃﻭ ﻣﻨﻬﺞ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﺘﻘﻴﻢ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨَّﺼﻴﺤﺔ ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺍﻟﻐِﻴﺒﺔ؛ ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨَّﺼﻴﺤﺔ ﻟﻠﻪِ ﻭﻟﻜﺘﺎﺑِﻪِ ﻭﻟﺮﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭﻟﻠﻤﺴﻠﻤِﻴﻦ . ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺃﺣﺪًﺍ ﻣﺒﺘﺪﻋًﺎ ﻳﻨﺸﺮ ﺑﺪﻋﺘﻪ , ﻓﻌﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺒﻴِّﻦ ﺃﻧَّﻪ ﻣﺒﺘﺪﻉ؛ ﺣﺘﻰ ﻳَﺴﻠَﻢ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ ﻣﻦ ﺷﺮِّﻩ, ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺷﺨﺼًﺎ ﻋﻨﺪﻩ ﺃﻓﻜﺎﺭ ﺗﺨﺎﻟﻒ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴَّﻠﻒ؛ ﻓﻌﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺒﻴِّﻦ ﺫﻟﻚ؛ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻐﺘﺮ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ ﺑﻪ , ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺇﻧﺴﺎﻧًﺎ ﻟﻪ ﻣﻨﻬﺞ ﻣﻌﻴَّﻦ ﻋﻮﺍﻗﺒﻪ ﺳﻴِّﺌﺔ؛ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺒﻴِّﻦ ﺫﻟﻚ؛ ﺣﺘﻰ ﻳَﺴﻠَﻢ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ ﻣﻦ ﺷﺮﻩ, ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻨَّﺼﻴﺤﺔ ﻟﻠﻪ ﻭﻟﻜﺘﺎﺑﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﻷﺋﻤﺔ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻋﺎﻣﺘﻬﻢ . ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻓﻴﻤﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻄﻠﺒﺔ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﻐﻴﺒﺔ, ﻭﻣﺎ ﺩﻣﻨﺎ ﻧﺨﺸﻰ ﻣﻦ ﺍﻧﺘﺸﺎﺭ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﺃﻭ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﻜﺮ ﺃﻭ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻨﻬﺞ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻟﻤﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴَّﻠﻒ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺒﻴِّﻦ؛ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻐﺘﺮَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ ﺑﺬﻟﻚ . ﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﻤﻔﺘﻮﺡ【120/8 » ﻣﻦ ﻣﻔﺎﺳﺪ ﺍﻟﺒﺪﻉ !.. ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆ Reza Al Jakarty - Editor : Ibnu abi Humaidi hafizhahullah Majmu'ah Ashhaabus Sunnah ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

Pilih Temanmu Sebelum Datang Sesalmu Sebagai mahluk sosial, kita tentunya membutuhkan teman karib atau sahabat. Tapi satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa diantara prinsip islam adalah prinsip selektif dalam memilih teman. Teman atau sahabat memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk, mengubah, dan menanamkan segala hal kepada temannya. Termasuk dalam hal keyakinan atau agama. Rasulullah shallallahu alaihi wa shallam bersabda : “Seseorang itu akan mengikuti agama teman karibnya. Maka hendaknya salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa ia menjalin pertemanan.” [H.R. At Tirmidzi] Teman-teman yang jahat akan mengenalkan kepada kemaksiatan dan dosa. Selanjutnya mereka mengajak kita untuk melakukannya. Jika kita terjatuh dalam dosa, mereka menganggap ringan apa yang kita lakukan. Atau malah justru mereka akan bertepuk tangan mendukung dan memotivasi kita untuk terus berada dalam gelapnya dosa yang kita lakukan. Allah ta’ala berfirman, وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا “Di hari orang-orang yang zalim menggigit jari-jari mereka seraya mengatakan, ‘Aduhai andaikan aku dahulu mengikuti jalannya Rasul. Aduhai, celaka aku, andaikan aku dahulu tidak menjadikan dia sebagai temanku. Sungguh dia telah memalingkanku dari petunjuk ketika ia mendatangiku. Dan adalah setan itu suka membiarkan manusia terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan.” (QS. al-Furqan : 27-29) Teman yang baik laksana pintu kebaikan. Bagaimana tidak, jika ia berucap, maka ucapannya adalah ucapan yang baik atau mengandung kebaikan. Jika ia bertindak, yang ia lakukan juga kabaikan. Jika ia datang, ia datang membawa kabaikan. Jika ia pergi, yang ia tinggalkan pun kebaikan. Bahkan, ketika ia diam, diamnya pun karena kabaikan. [Dikutip dari Tashfiyah edisi 47 vol.4] https://pemudasalafy.wordpress.com/2015/06/01/pilih-temanmu-sebelum-datang-sesalmu/ Majmu'ah Ashhaabus Sunnah Channel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah LIHATLAH SIAPA TEMANNYA, BUKAN BERTANYA TENTANG SIAPA TEMANNYA Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu mengatakan: اعتبروا الرجل بمن يصاحب، فإنما يصاحب من هو مثله. "Nilailah seseorang dengan siapa yang dia jadikan sebagai teman, karena dia hanya akan berteman dengan orang yang semisal dengannya." Hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam al-Ibanah no. 500. Abu Umar mengatakan: Saya mendengar asy-Syaikh Muhammad bin Hady mengatakan: "عن المرء لا تسأل وأبصر قرينه، هذا هو الصحيح وليس سل عن قرينه" والله أعلم. "Tentang seseorang jangan bertanya (siapa temannya), tetapi lihatlah siapa temannya. Inilah yang tepat, dan bukan: tanyalah siapa temannya." Wallahu a'lam. Akun twitter Arafat al-Muhammady hafizhahullah WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Siapakah (sekte) Haddadiyyah itu? Dan kepada siapa mereka dinisbatkan? Haddadiyyah : Mereka adalah sebuah jamaah yang dinisbatkan kepada seseorang yang bernama Mahmud Al-Haddad. Al-'Allamah An-Najmi rahimahullah menjelaskan manhaj jemaah ini dengan mengatakan : "Perlu diketahui, bah…

فاستبقوا الخيرات Berlomba-lombalah Dalam Kebaikan Tersebut dalam surat Al Maidah ayat ke 48 Allah تعالى berfirman { ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا ال…

ALQURAN SEBAGAI: - Pedoman Hidup - Petunjuk Dan Kabar Gembira Bagi Mereka Yang Beriman Tersebut dalam surat An Naml 1-3, Allah تعالى berfirman,  . طس تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ (١) هُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (٢) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الز…

TERCELANYA RIYA' DAN PARA PELAKUNYA . Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin bin 'Ali al-'Adany hafizhahullah بسم الله الرحمن الرحيم MUQADDIMAH ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪ ﻟﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ، ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَ…

ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN . Manusia mana yang tidak pernah mempunyai harapan dan impian, hidup terasa lebih semangat demi mengejar sebuah impian, bahkan terkadang rela melanggar syariat hanya demi impian yang diinginkan Namun terkadang hati menjadi sesak, dada terasa sempit tatkala apa yang diimpikan tidak seperti harapan. Pernahkah anda mengalami hal yang demikian ? Yang lebih membuat sesak dihati tatkala usaha yang dilakukan diiringi dengan doa, namun belum juga dikabulkan Ingatlah doa itu adalah Ibadah sebagai mana Rasul bersabda “الدعاء هو العبادة” Doa Itu adalah Ibadah (HR.Abu Dawud dan AT Tirmidzi) Lalu apa kiranya kalau harapan yang sudah diiringi doa tak kunjung nampak? INGAT ❗️❗️ Allah tidak menyia-nyiakan doa seorang mukmin,, terlebih lagi Allah akan malu jika ada seorang hamba yang menengadahkan tangannya ke atas dan allah tidak meng ijabahi doa hamba tersebut. Dalam hadist Nabi bersabda “Sesungguhnya Allah malu bila seorang hamba-Nya membentangkan kedua tangannya untuk memohon kebaikan kepada-Nya lalu ia mengembalikan kedua tangan itu dalam keadaan hampa/gagal.” (HR. Ahmad 5/438, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1757) Ada 3 cara Allah mengabulkan doa seorang hamba: 1. Allah kabulkan doa tersebut di dunia 2. Allah gantikan dgn musibah yang tidak jadi menimpa hamba tadi 3. Allah simpan doa tersebut di Syurga Coba kita renungkan firman Alloh berikut ﻭَﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻋﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ (البقرة 216) Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( Al Baqoroh 216 ) Solusinya Jika harapan tak kunjung nampak didepan mata, maka ber husnudzonlah kepada Allah Bertawakallah kepada Allah,, karena Allah yang menciptakan kita, dan Allah pula mengetahui apa yang dibutuhkan seorang hamba. Teruslah berusaha, mungkin Allah sedang menguji kesabaran kita. ***************** Antara harapan dan kenyataan bagian 2 Setiap kita pasti memiliki harapan, dan tentunya harapan yang kita inginkan, yang kita gambarkan adalah harapan yang baik, yang indah Karena ada rasa harap muncul sebuah tindakan untuk merealisasikan harapan yang diidam idamkan Bahkan terkadang sebagian mereka mencurahkan segala daya dan upaya untuk mendapatkan harapannya,, Iya,, harapan,, Harapan yang sifatnya dunia, seperti harta, istri, anak keturunan, 🏼️Ataupun harapan yang sifatnya akhirat, dan ini yang utama,, harapan untuk mendapat ridho ilahi, dengan dimasukkan kedalam syurga dan dijauhkan dari api neraka Namun terkadang semua itu musnah tatkala harapan itu jauh dari kenyataan . Mungkin dada terasa sesak fikiran tak enak tidurpun tidak nyenyak, namun yakinlah Allah telah menyiapkan hal yang indah pada kita Teteplah berbaik sangka pada ketetapan Allah walaupun pahit terasa Coba kita renungkan firman Alloh berikut ﻭَﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻋﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ (البقرة 216) Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( Al Baqoroh 216 ) Solusinya Jika harapan tak kunjung nampak didepan mata, maka ber husnudzonlah kepada Allah Bertawakallah kepada Allah,, karena Allah yang menciptakan kita, dan Allah pula mengetahui apa yang dibutuhkan seorang hamba. Teruslah berusaha, mungkin Allah sedang menguji kesabaran kita. ***************** @L Marony Forum Ilmiyah Karanganyar http//bit.ly/forum_ilmiyahKarangAnyar Dipublikasikan oleh www.happyislam.com Bandung, 14 Jumadil Akhir 1437 H 23 Maret 2016

Bagaimana Cara Menentukan Suatu Darah Istihadhah Atau Haid? Jawab : Cara Menentukan Apakah Darah yang Keluar adalah Istihadhah atau Haid adalah dengan 3 Hal: 1. Kebiasaan Pribadi Wanita yang Bersangkutan. 2. Ciri Fisik Darah. 3. Kebiasaan Mayoritas Wanita lain (6 atau 7 hari). …

Para Raja Dan Kaisarpun Mengenalnya Berita akan muncul Nabi Muhammad sudah tertuang dan termaktub dalam kitab sebelum Alquran, namun karena memang mereka adalah orang yang sesat dan dimurkai, mereka menyembunyikan kebenaran akan hal ini. Allah عزوجل berfirman: الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ …

KUMPULAN DALIL-DALIL IBADAH 001. Mengapa kita harus berbuat baik kepada orang tua kita? Karena Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, { و بالوالدين إحسانا } "Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua." (Q.S Al-Isra', 23) 002. Mengapa laki-laki dilarang memakai kain su…

MUTIARA HADITS عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْه [حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا] Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia Berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda: Di antara Kebaikan Islam Seseorang ialah Meninggalkan Sesuatu yang Tidak Penting (Berguna) Baginya. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dan lainnya). PENJELASAN : Keislaman Seseorang Ada yang Baik dan Ada yang Tidak Baik. Salah satu Bentuk Kebaikan Islam Seseorang adalah Meninggalkan Hal-hal yang Tidak Bermanfaat (Berguna) Baginya dalam Kehidupan Dunia maupun Akhirat. Apa Hasil yang akan Dicapai jika Keislaman Seseorang Semakin Baik? Semakin Seseorang Membaguskan dan Menyempurnakan Keislamannya, maka Semakin Besar Pahala yang Diterima Setiap ia Beramal Sholeh. إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ Jika Seseorang Membaguskan Keislamannya, maka Setiap Kebaikan yang ia Perbuat akan Tercatat 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. (H.R Al Bukhari dan Muslim). Baiknya Keislaman Seseorang Berbeda-beda dan Bertingkat-tingkat satu sama lain. Setiap Orang yang Berbuat Kebaikan, secara Asal akan Mendapat kelipatan Kebaikan 10 kali lipat. Ini Berlaku untuk Semua orang. مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ Barangsiapa yang Datang dengan membawa Kebaikan maka bagi Dia akan Mendapatkan 10 kali lipat. Barangsiapa yang Datang dengan membawa Keburukan, Tidaklah ia Dibalas kecuali Sama Dengannya dan Mereka Tidak Didzhalimi. (Q.S Al-An’am:160). Khusus Orang yang Baik Keislamannya, kelipatan Kebaikan yang ia Perbuat akan lebih dari 10 kali lipat, yaitu hingga 700 kali. إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا Sesungguhnya Allah Tidaklah Berbuat Dzhalim Meski sebesar Dzarrah. Jika ada Kebaikan yang Diperbuat, Allah akan Melipatgandakannya dan Memberikan padanya Pahala yang Agung. (Q.S AnNisaa:40). Itu adalah Penjelasan dari Sahabat Nabi Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, Bahwa secara Asal setiap Orang akan mendapatkan Kelipatan 10 kali dari Kebaikan yang Diperbuat. Hanya untuk Orang-orang yang Bagus Keislamannya, maka Kelipatan Pahala akan Semakin Banyak. Perkataan Para Ulama Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah berkata : Barangsiapa yang ingin Allah Membukakan dan Menerangi Hatinya, Hendaknya ia Meninggalkan Ucapan yang Tidak Berguna dan Menjauhi Kemaksiatan. (Tahdziibul Asmaa’ karya Al-Imam anNawawy (1/79). Saif al-Yamani Rahimahullah menyatakan : Sesungguhnya Salah satu Tanda bahwa Allah Berpaling dari Seorang Hamba adalah Allah Jadikan Kesibukannya pada Hal-hal yang Tidak Berguna. (Thobaqoot AlMuhadditsiin bi Asbahaan karya Abusy Syaikh al-Asbahaany (3/150). Malik bin Dinar Rahimahullah berkata : Jika Engkau melihat Hatimu menjadi Keras, Badanmu Lemah dan Kekurangan pada Rezekimu, Ketahuilah bahwa Engkau telah Berbicara Sesuatu Hal yang Tidak Perlu. (Faidhul Qodiir karya AlMunawi (1/369). ____ Dikutip dari Buku 40 HADITS PEGANGAN HIDUP MUSLIM (Syarh Arbain AnNawawiyah).  .Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah. http://telegram.me/alistiqomah Bagusnya Keislaman Seseorang Adalah Meninggalkan Apa Yang Tidak Bermanfaat Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengumpulkan sifat wara' (berhati-hati, menjaga dari perkara yang membahayakan akhirat) pada satu kalimat, Rasulullah bersabda: من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه _"Termasuk bagusnya keislaman seseorang ialah dia meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat,"_ Ini umum mencakup meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat dari: -Berucap -Melihat -Mendengar -Bertindak -Berjalan -Berfikir Dan semua tindakan, gerakan baik yang dhohir nampak terlihat dan yang batin tak terlihat. Maka hadits ini merupakan ungkapan yang sangat mencakup dalam memahami wara' Ibnul Qoyyim Madarijus Salikin || [2/21] Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pada link berikut ini http://bit.ly/penuhduniailmu Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com -------------------------------------- 🖼 *Jendela Sunnah* 🖼