Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

SUBHANALLAH..KEDERMAWANAN MACAM APAKAH INI? ( Salah Satu Kisah Kedermawan Salafush Shalih) Orang yang lebih faqih daripada al-Imam Malik, bahkan . al-Imam asy-Syafi'i berkata (tentangnya): "aku menyesal karena terluput dari bersahabat dengannya." Siapakah dia? Dahulu beliau…


🔈💽 Faedah Dari Rihlah Menuju Yemen (Pertemuan Ke-1) 🎙Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abdul Hakam at-Tamimi حفظه الله 📅 Ma’had As-Salafy ll Jember ll Sabtu ll 24 Jamad…

Sibuk Bekerja Bukanlah Alasan Untuk Meninggalkan Belajar Agama As-Syaikh Abdullah al-Bukhari Hafidzahullah. Pertanyaan: . Bagaimana penuntut ilmu menggabungkan antara menuntut ilmu (agama) dan mencari rezeki? Jawaban: "Siapa yang mengatakan bahwasanya ada kontradiksi (per…

Khutbah Jum'at : MENCINTAI NABI . صلى الله عليه وسلم Oleh: Asy Syaikh Khalid bin Dhahawi Adz Dzafiri hafidzahullah إن الحمد لله نحمده ونستعينه ، ونستغفره،ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ،من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحد…


Audio kajian kitab Durusul Lughoh jilid 1 ======================== ? Pertemuan ke-16 ? Al Ustadz Abu Irbadh hafidzahullahu ? Selasa, 21 Jumadal Ula 1439 H/06 Februari 2018 ? Rumah belajar perum rajawali kota Cirebon ? Link Kajian : bit.ly/duruslugoh16 https://ia801505.us.archive.org/24/items/01606022018PertemuanKe16/016_06_02_2018%20_%20Pertemuan%20ke%2016.mp3 ✍? Semoga Bermanfaat ? Baarokallahu Fiikum ~~~~~~~~~~~~ ? Salafy Cirebon https://www.salafycirebon.com ?????????? ⬇ Unduh Audio ⬇ […]

HUKUM, HIKMAH, DAN NASIHAT SEPUTAR TA'ADDUD Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz –rahimahullah- Pertanyaan: Syaikh yang mulia, pertanyaan tentang hukum seseorang yang ta’addud (poligami) istri dan apakah berpaling kepada ucapan yang menyebut bahwa hal tersebut menyelisi…

Kartu Kuning untuk Sang Pemberi Kartu Kuning Priiit... Bersamaan dengan sempritan peluit , seorang anak muda berbatik merah mengangkat tangannya ke atas sambil mengacungkan sebuah buku berwarna kuning ke arah orang nomor satu di negeri ini, luar biasa..! Aksi berani yang dilakukan oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa sebuah kampus ternama di Depok itu memang sengaja diperbuat sebagai gambaran atas pemberian kartu kuning kepada sang presiden, karena beliau yang baru menjabat kurang lebih tiga tahunan itu dinilai telah kurang di dalam mengurusi beberapa poin permasalahan yang mereka tuntut penyelesaiannya. Aksi pemberian kartu kuning di hari Jum'at lalu (2/2/2018) oleh ketua BEM kampus yang beralmamater kuning ini pun sontak menjadi viral di jagat maya, ada yang memuji dan ada juga yang mengkritisi, akan tetapi bagaimanakah syariat islam memandang hal ini? Islam sebagai agama yang sempurna tentu telah mempunyai garis-garis yang jelas dalam hal ini. Di dalam ajaran syariat islam yang mulia, hubungan antara rakyat dengan penguasanya telah dimaktubkan indah di dalam Al Quranul Karim, "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم" Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian.” (An Nisa: 59) Ayat di atas membimbing kita yang berpredikat sebagai seorang rakyat untuk selalu mendengar dan taat kepada penguasa atau pemerintah yang sah, dan memang begitulah kehidupan, ada penguasa yang memimpin dan ada rakyat yang mau dipimpin. Lalu bagaimana jika seorang rakyat menemui penguasanya kurang bagus dalam kinerjanya atau semena-mena dalam tindakannya? Jawabannya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ" Artinya: Barang siapa yang melihat dari penguasanya sesuatu yang tidak dia sukai, maka hendaknya bersabar! Karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah walaupun sejengkal, maka dia mati dalam keadaan mati jahiliah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tegas mengarahkan kita untuk sabar. Ya, sabar dan tetap menjadi seorang rakyat yang tetap taat. Sebagai seorang manusia tentu akan menyadari bahwa tabiat dari seorang insan mesti punya banyak kekurangan dan kesalahan, terlebih seorang pemimpin dari sebuah negeri! Jika kita saja dalam memimpin sebuah organisasi semisal karang taruna atau memimpin sebuah rumah tangga saja pasti mendapati banyak kesulitan dan kekurangan, apatah lagi memimpin suatu negara luas terbentang yang terdiri dari puluhan -bahkan- ratusan pulau? Sungguh tak terbayangkan bagaimana rumit dan peliknya beban yang dipikul. Akan tetapi apakah kita akan diam dengan berbagai kesalahan dan kekurangan para penguasa? Tentu tidak! Kita wajib mengingkarinya, tapi lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing, sabdanya, "مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاِنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ" Artinya: "Barang siapa ingin menasihati seorang penguasa maka janganlah dia menasehatinya dengan cara terang-terangan, akan tetapi hendaknya dia ambil tangan penguasa tersebut dan cara senyap menyepi. Jika dia (penguasa itu) menerima nasihat, maka itulah (yang diinginkan) namun jika dia tidak menerimanya maka yang menasihati telah melaksanakan kewajibannya.”(HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Imam Al Albani). Gambar hanya ilustrasi Maka jelaslah, jika sebuah nasehat atau aspirasi yang ingin disampaikan kepada penguasa itu dilakukan di depan umum tentu hal ini akan menjatuhkan dan membuat malu sang penguasa, apalagi dengan cara melakukan aksi menyemprit dan memberikan kartu kuning di depan umum, tentu ini lebih melecehkan dan menghinakan, pehatikan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam ini, "مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللّه" Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan pemimpin Allah (penguasa negeri) di bumi, niscaya Allah akan hinakan dia". (H.R Tirmidzi dan dihasankan oleh Imam Al Albany). Oleh karenanya, hati-hatilah dalam bertindak, jangan sampai kita yang berstatus sebagai seorang rakyat mendapat kartu kuning dari syariat yang mulia ini karena kebodohan dan kelancangan dalam bertindak. Semoga kita semua diberikan hidayah oleh Allah, dan semoga para pemimpin kita juga diberikan hidayah serta penjagaan dari kejelekan-kejelekan, amin. Wa Sedikit Faidah Saja (SFS) Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr @SedikitFaidahSaja