Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Bertemu dengan Saudara2 yang Luar Biasa (Momen Dauroh Bantul)
Atsar.id
Atsar.id

Bertemu dengan Saudara2 yang Luar Biasa (Momen Dauroh Bantul)

BERTEMU SAUDARA-SAUDARA YANG LUAR BIASA Sumber: daurahnasional.com Bila dalam seragam resmi, kita pasti bisa menilai kepangkatan dan dari kesatuan mana mereka berasal. Sebab, di seragam yang dikenakan, terpasang badge pangkat dan kesatuan. Seragam yang sebenarnya dipakai untuk memudahkan koordinasi dan penugasan. Seragam yang jika dikenakan, tidak sedikit orang yang segan. Badan mereka tegap, kekar dan itu tidak bisa diingkari karena mereka memang dituntut seperti itu. Fisik mereka sangat ideal. Cara mereka duduk, berdiri dan berbicara terlihat tertata dan berwibawa. Siang ini, hari Ahad yang cerah, saya dipertemukan dengan mereka di sebuah rumah Allah, di masjid Agung Manunggal Bantul. Siapakah mereka? Jika tidak mengenal mereka sebelumnya, siapapun akan sulit menerka bahkan susah menilai. Dengan pakaian yang rata-rata putih dalam bentuk jubah atau gamis, mereka nampak lebih berwibawa. Kami sudah saling kenal melalui media sosial. Siapakah mereka? Mereka adalah saudara-saudara saya. Bukan hanya berstatus saudara biasa. Bahkan bagi saya, mereka adalah saudara-saudara yang sangat luar biasa. Belasan orang, yang duduk melingkar dengan saya, adalah para prajurit TNI/Polri yang mempunyai komitmen beragama. Mereka mempunyai semangat dan tekad untuk memperdalam agama Islam, seperti Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallohu'alaihi wasallam. Pakaian mereka siang tadi bukan seragam yang membedakan jenjang kepangkatan. Jubah dan gamis mereka telah menghilangkan kesan senior dan yunior, menghapus level atasan dan bawahan. Siang tadi, sebagaimana sebelum dan sesudahnya nanti, semua sama-sama meyakini bahwa mereka adalah hamba yang sejajar dihadapan Alloh. Apa yang membedakan, hanyalah keimanan dan ketaqwaan. Saya sungguh bahagia. Dengan kebahagiaan yang tiada ternilai. Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli. Walaupun sekian banyak biaya dan usaha dilakukan untuk bisa meraih “sedikit” saja kebahagiaan, tetap saja sia-sia jika Alloh tidak menganugerahkan. Namun, perasaan bahagia itu telah Allah berikan untuk saya siang tadi. Bahagia karena dapat bertemu dengan saudara-saudara yang luar biasa. Daurah Bantul kali ini telah Alloh pilih sebagai moment pertemuan untuk kita. Sebuah pertemuan yang Insya Alloh akan berlanjut dibanyak pertemuan berikutnya. Kita berharap, selagi ada kesempatan bertemu dan berkumpul, maka kesempatan itu tidak akan dilewatkan begitu saja. Sebab, setiap pertemuan yang terjadi atas dasar cinta karena Allah, kelak akan berbuah nauangan disaat tidak ada naungan selain naungan-Nya. Untuk saudara-saudaraku, yang malam ini kita dipisahkan oleh waktu dan tempat (setelah beberapa menit berjumpa), saya berdoa : “Semoga Allah senantiasa mengkaruniakan istiqomah untuk kita semua. Anda yang bertugas sebagai aparat keamanan, baik dari unsur TNI maupun Polri, laksanakanlah tugas dengan niatan memberi keamanan dan kenyamanan, untuk Umat Islam yang mayoritas di Indonesia ini. Semoga setiap usaha Anda di dalam menyebarkan dakwah Salaf di lingkungan tugas, selalu dimudahkan Allah Ta'ala". Terakhir, ”Semoga kelak kita dikumpulkan di dalam Jannah. Di kampung abadi yang penuh kenikmatan dan kelezatan. Berkumpul bersama Nabi Muhammad dan para sahabatnya". Bersabarlah diatas Sunnah! Gigitlah dengan gigi geraham! Jangan lepaskan nikmat sunnah ini walaupun panasnya seperti menggenggam bara api! Saudaramu di jalan Allah Abu Nasim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz Selepas adzan Isya Di sebuah sudut bagian dalam Masjid Agung Manunggal Bantul 03 April 2016 https://telegram/kajianislamlendah

Cerita
Apr 5, 20163 min read
Maka Perhatikanlah Akhlak
Atsar.id
Atsar.id

Maka Perhatikanlah Akhlak

:قال المحدث محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله أنا ألاحظ مع الأسف أن الناس اليوم يهتمون بالجانب الأول ألا وهو العلم ولا يهتمون بالجانب الآخر ألا وهو الأخلاق والسلوك فإذا كان النبي صلى الله عليه واله وسلم يكاد يحصر دعوته من اجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول: (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) , فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسي من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام. والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله عز وجل إياي إلى التوحيد الخالص واطلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد,&nbsp. كنت أظن أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا اله إلا الله . ولكني مع الزمن صرت أتبيّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية - ألا وهي بُعدهم عن التوحيد - المشكلة الأخرى: أنهم أكثرهم لا يتخلقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدر زهيد... فتاوى جدة شريط 34  . DUA PROBLEM TERBESAR DI TENGAH UMAT INI asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, "Aku perhatikan, sangat disesalkan bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi pertama, yaitu ilmu, namun tidak mementingkan sisi yang lain, yaitu akhlak dan tata krama. Apabila dulu Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — nyaris membatasi dakwah beliau dalam rangka akhlak yang baik dan mulia, tatkala beliau menyatakannya dengan ungkapan pembatasan dalam sabda beliau, (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) "Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Sabda beliau itu tidak lain menunjukkan bahwa akhlak yang mulia merupakan bagian asasi (mendasar) dari dakwah Rasulullah — 'alahi ash-Shalatu wa as-Salam — Pada kenyataannya sejak awal aku memulai menuntut ilmu dan Allah memberi hidayah kepadaku Tauhid yang murni, dan aku tahu kondisi kehidupan alam Islami yang jauh dari tuntunan Tauhid, ketika itu aku memandang bahwa problem pada Alam Islami hanyalah karena mereka jauh dari memahami hakekat makna "Laailaaha illallah". Namun bersama dengan waktu, menjadi jelas bagiku bahwa di sana ada problem lain di Alam Islami ini, tambahan dari problem asasi yang pertama — yaitu JAUHNYA UMAT dari TAUHID — Problem lainnya adalah : mayoritas umat TIDAK BERAKHLAQ DENGAN AKHLAQ ISLAMI YANG BENAR, kecuali dalam jumlah yang terbatas." (Fatawa Jeddah, Kaset no. 34) Mari tebar dakwah melalui Buletin Saku Al Ilmu. Kunjungi situs kami: buletin-alilmu.net

Adab & Akhlak
Apr 4, 20163 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast