Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Hukum Berobat dengan Minyak Ular
Atsar.id
Atsar.id

Hukum Berobat dengan Minyak Ular

BOLEHKAH BEROBAT DENGAN MINYAK ULAR? Sumber gambar: http://www.themindfulword.org/ Berikut Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah pertanyaan: ﻓﻴﻪ ﺭﺟﻞ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ﻟﻠﻄﺐ،‏‎ ‎ﻭﻳﺰﻋﻢ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﺒﺎﺡ ﻟﻠﻈﺮﻭﻑ‎ ‎ﻭﺍﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﻭﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﺤﻴﺔ: ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﻭﻳﻀﻌﻬﺎ ﻓﻲ ﻗﺪﺭ ﺳﻤﻦ‎ ‎ﻭﻫﻲ ﻟﻢ ﺗﻤﺖ، ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﻳﻐﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ،‏‎ ‎ﻭﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻳﻌﺎﻟﺞ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻃﺒﺦ ﻓﻴﻪ‎ ‎ﺍﻟﺤﻴﺔ، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﻌﻤﻠﻪ ﻳﺴﻜﺮ ﺳﻜﺮﺍ‎ ‎ﺧﻔﻴﻔﺎ، ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺴﻤﻦ‎ ‎ﺇﺫﺍ ﺛﺒﺖ ﺃﻧﻪ ﻣﻔﻴﺪ ﻟﻠﻤﺮﺽ، ﻭﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ‎ ‎ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﻭﻫﻮ ﻳﻐﻠﻲ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻨﺎﺭ. Ada seseorang yang menggunakan ular untuk berobat. Ia menyangka hal tersebut boleh pada keadaan tertentu dan keadaan darurat. Cara menggunakannya yaitu: ular dipegang dan ditaruh pada wadah/periuk berisi lemak dan ular tersebut belum mati. Kemudian periuk dimasak di atas api, kemudian lemak tersebut digunakan untuk berobat. Orang yang menggunakannya akan sedikit mabuk. Apakah boleh berobat dengan menggunakan lemak ini, jika terbukti bahwa lemak ini berguna untuk orang sakit. Apakah boleh meletakkan ular dengan periuk berisi lemak kemudian dimasak dengan api? ﺝ: ﺃﻭﻻ: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻭﻫﻮ ﺣﻲ‎ ‎ﻓﻲ ﺳﺎﺋﻞ ﻳﻐﻠﻲ؛ ﻟﻤﺎ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ‎ ‎ﺗﻌﺬﻳﺐ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ، ﻭﻫﻮ ﻣﻨﻬﻲ ﻋﻨﻪ ﺑﻘﻮﻝ‎ ‎ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: »ﺇﺫﺍ ﻗﺘﻠﺘﻢ‎ ‎ﻓﺄﺣﺴﻨﻮﺍ ﺍﻟﻘﺘﻠﺔ « ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ. ﺛﺎﻧﻴﺎ: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ‎ ‎ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺕ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ‎ ‎ﻃﺒﺨﺖ ﻓﻴﻪ؛ ﻷﻧﻬﺎ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻲ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻭﻣﻴﺘﺘﻬﺎ‎ ‎ﻧﺠﺴﺔ، ﻭﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﺎﻟﻤﺤﺮﻡ ﺣﺮﺍﻡ. Jawaban: Pertama: Tidak boleh meletakkan hewan yaitu ular pada cairan yang mendidih, karena ini merupakan penyiksaan terhadap hewan. Dilarang sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Jika kalian membunuh maka perbaguslah cara membunuh.” Kedua: tidak boleh berobat menggunakan ular tidak pula dengan lemak yang dimasak bersama ular. Karena tidak boleh (haram) memakannya menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat ulama. Sedangkan bangkainya adalah najis. Berobat dengannya adalah haram. Masih banyak metode pengobatan lainnya lagi yang lebih baik dan lebih selamat. Karena berobat dengan yang haram ada larangannya. Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda, ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺪﺍﻭﻭﺍ ﻭﻻ ﺗﺘﺪﺍﻭﻭﺍ ﺑﺤﺮﺍﻡ “Wahai Hamba Allah, berobatlah kalian, janganlah berobat dengan yang haram.” Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﻌﻞ ﺷﻔﺎﺀﻛﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﺮﻡ‎ ‎ﻋﻠﻴﻜﻢ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan/obat pada apa yang Allah haramkan bagi kalian.” Fatawa AL-Lajnah Ad-Daimah 25/26, syamilah https://telegram.me/washayasalaf

Kontemporer
Apr 6, 20163 min read
Perbaiki Akhlakmu Duhai Penuntut Ilmu
Atsar.id
Atsar.id

Perbaiki Akhlakmu Duhai Penuntut Ilmu

UNTUKMU PARA PENUNTUT ILMU. Berkata Al-Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah ta'ala: Dan diantara perkara yang paling penting pada hak seorang penuntut ilmu ialah hendaknya berakhlak mulia, bagus jalan hidupnya, mementingkan agamanya, semangat menjaga shalat-shalat (wajib) berjama'ah, menjaga lisan dan anggota tubuhnya dari segala perkara yang menyelisihi syariat Allah Subhanah, bersemangat untuk mencurahkan perkara yang makruf dan baik serta menahan dari kejelekan dan gangguan, inilah yang seharusnya ada pada seorang penuntut ilmu yang jujur dan demikianlah seharusnya pemuda yang mulia akan berusaha berakhlak mulia dan menapaki jalan hidup yang terpuji serta menjauhkan diri dari akhlak tercela lagi jalan hidup yang buruk dimanapun dia berada baik di dalam rumah, di jalanan, baik bersama rekan-rekannya maupun pada setiap keadaan. 》 Majmu' Al-Fatawa (5/243). —————————————— قال الإمام عبد العزيز بن باز - رحمه الله تبارك وتعالى - : &nbsp.ومن أهم المهمات في حق طالب العلم أن يكون حسن الأخلاق طيب السيرة مهتماً بدينه حريصاً على المحافظة على الصلوات في الجماعة ، يحفظ لسانه وجوارحه عن كل ما يخالف شرع الله سبحانه ويحرص على بذل المعروف والخير والكف عن الشر والأذى ، هكذا يكون طالب العلم الصادق وهكذا يكون الشاب النجيب يتحرى الأخلاق الفاضلة والسيرة الحميدة ويتباعد عن الأخلاق الذميمة والسيرة السيئة أينما كان في البيت وفي الطريق ومع زملائه وفي كل حال . 📜 مجموع فتاوى ( ٢٤٣/٥ ) FIK http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar

Adab & Akhlak
Apr 6, 20162 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast