Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


🔊💽 Muhadharah Riyadush Shalihin (Pertemuan Ke-12) 💺 Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abdush Shomad Bawazer حفظه الله 📅 Muhadharah Telelink ll Kitab Riyadush Shalihin ll Mala…


👓🕋 Perhatian Kepada Yang Memakai Kaca Mata لا صلاة لمن لم يمس أنفه الأرض 📗 Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada solat bagi orang yang hidungnya tidak menyentuh tanah.” (HR Hakim 1…

SESUNGGUHNYA AKU HANYALAH PENUNTUT ILMU TIDAK LEBIH DARI ITU Asy syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Berkata Al-Imam Al-Albani rahimahullah setelah kalimat pujian (terhadap dirinya) dari pembawa acara muhadharah: Saya ucapkan terima kasih kepada Al-Akh A…

Merekalah Pengusaha Sukses Kata orang, zaman sekarang sulit cari penghasilan. Demi sesuap nasi, banyak orang rela 'nabrak' sana-sini. Itu bagi mereka yang tidak punya agama, tidak punya malu. Sebenarnya dalam agama kita ini, dikenal tokoh-tokoh yang memiliki tips mujarab dalam hal itu, berikut ini diantaranya: Sang Pemilik Kebun Dahulu, ada seseorang yang sedang berada di sebuah padang yang luas. Tiba-tiba dia mendengar suara dari langit "Airilah kebun si Fulan!" Lalu dia lihat awan berjalan ke suatu tempat kemudian mencurahkan airnya. Ternyata, ada satu selokan yang menampung air itu seluruhnya. Orang itu pun mengikuti arus selokan. Selokan itu mengantarkan ia pada seseorang yang sedang mengalirkan air tersebut ke kebun miliknya. Lantas orang itu bertanya kepada sang pemilik kebun, "Wahai hamba Allah, siapakah nama anda?" "Fulan." jawabnya. Namanya sama dengan nama yang disebut oleh suara dari langit tadi. Kemudian pemilik kebun bertanya, "Kenapa Anda tanyakan nama saya?" Maka orang tadi bercerita, "Saya telah mendengar suara dari langit yang mencurahkan air ini. Suara itu mengatakan 'airilah kebun si Fulan!' suara itu menyebut nama Anda. Sebenarnya apa yang Anda lakukan terhadap kebun ini?" Sang pemilik kebun lantas menyebutkan rahasianya, "Apabila memang seperti apa yang Anda katakan, baiklah akan saya beritahu. Sesungguhnya saya melihat panen yang dihasilkan kebun ini. Maka saya sedekahkan sepertiga bagiannya. Sepertiga lagi saya gunakan untuk makan saya bersama keluarga. Dan sepertiga lainnya saya kembalikan lagi untuk (pengembangan) kebun ini." DUA BERSAUDARA Pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam, hiduplah dua orang bersaudara. Salah satunya rajin menghadiri majelis Rasulullah untuk mendengarkan hadits beliau. Sementara yang lainnya sibuk bekerja. Lalu dia yang sibuk bekerja ini datang kepada Rasulullah untuk mengadukan perihal saudaranya. Dia mengatakan, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saudaraku ini tidak pernah menolongku sedikitpun (untuk mencari nafkah)." Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam pun mengatakan kepadanya, "Bisa jadi kamu diberi rezeki karena dia." AL-HASAN AL-BASHRI Pernah ada seseorang datang kepada Al-Hasan Al-Bashri mengeluhkan kemarau yang panjang. Maka beliau menyarankan untuk beristighfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Di lain waktu datang seseorang yang mengadukan kemiskinan yang dialami. Lalu beliau menyarankan agar beristighfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Datang pula kepada beliau seseorang yang minta didoakan agar Allah memberinya seorang anak. Kembali Al-Hasan menyarankan agar beristighfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ada lagi yang datang kepada beliau mengeluhkan kebunnya yang kekeringan. Untuk masalah yang ini, beliau pun tetap menyarankan agar beristighfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Saat ditanya tentang hal itu, maka beliau menjawab, "Tidaklah Aku mengatakan demikian dari pikiranku sendiri. Ini karena Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Nuh mengatakan, "Minta ampunlah kalian kepada Rabb kalian karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan untuk kalian hujan yang berturut-turut. Dan Dia akan memperbanyak untuk kalian harta dan anak-anak. Serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai."(Q.S. Nuh:10-12) [Ummu Umar] Sumber : Majalah Qudwah Edisi 4 Th 2013 M Hal 24 Merekalah Pengusaha Sukses