Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Adab-adab Dalam Menasehati
Atsar.id
Atsar.id

Adab-adab Dalam Menasehati

ADAB-ADAB DALAM MENASEHATI&nbsp. 1. Ikhlas karena Alloh Azza Wa Jalla,  Wajib niatnya hanya mengharap wajah Alloh Ta'alaa semata. 2.Tidak boleh ditujukan untuk fitnah (disebar luaskan-pent) , penyakit ini banyak terjadi dikalangan manusia, engkau melihat seseorang menasehati dengan cara kasar/keras,  Maka seseorang seharusnya tidak meniatkan untuk fitnah ( disebar luaskan ). 3.Hendaklah nasehat tersebut dengan cara sembunyi-sembunyi,  Oleh karena itu Imam syafi’i berkata: “Barangsiapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasehati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya. " 4. Hendaklah nasehat tersebut dengan cara yang lembut dan dengan adab yang baik dan dengan cara yang halus,  Sebagaimana Nabi Shallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya kelembutan itu, tidaklah terdapat pada sesuatu kecuali akan membaguskannya, dan tidaklah dihilangkan dari sesuatu kecuali akan menjelekkannya.” ( HR Muslim ). 5.Tidak mengIlzam ( Memaksakan kehendak ) Salah satu kewajiban seorang mukmin adalah menasehati saudaranya ( Tatkala melakukan keburukan-Pent ), Namun bukanlah berkewajiban dia untuk memaksanya mengikuti nasehatnya. Sebab perkara ini bukanlah bagiannya,bahkan itu adalah haknya Penguasa terhadap rakyatnya Seorang pemberi nasehat hanyalah seseorang yang menunjukkan jalan kebaikan, dan bukan seseorang yang memerintahkan orang lain untuk mengerjakannya ( memaksa -pent ). Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan: “Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batasan ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim, bukan seorang pemberi nasehat, Dan engkau adalah orang yang menuntut untuk ditaati  dan memaksakan,bukan orang yang menunaikan hak amanah dan ukhuwah. Dan perkara ini tidak masuk akal dan tidak menunaikan hak pertemanan. Akan tetapi ini adalah Haknya pemimpin terhadap rakyatnya,  dan tuan terhadap budaknya ( Al Akhak Wa Siyar. Hal 44 ) Sumber : النصيحة في ضوء الكتاب و السنة أخوكم الفقير الى عفو ربه FIK Sumber gambar: http://hd.wallpaperswide.com/ 〰〰〰〰〰〰〰〰〰 آداب النصيحة: -1 الإخلاص لله عز وجل،لابد أن يقصد وجه الله تعالى 2- ألا يقصد التشهير،وهذه آفة يقع فيها كثير من الناس ، تراه يخرج النصيحةبثوب خشن ، فينبغي ألا يكون قصده التشهير 3-أن يكون النصح في السر، ولذلك يقول الشافعي : من وعظ أخاه سرًا فقد نصحه وزانه ، ومنوعظه علانية فقد فضحه وشانه . 4-أن يكون النصح بلطف وأدب ورفق، كماقال النبي صلى الله عليه وسلم : " ما كان الرفق في شيءٍ إلا زانه وما نُزع من شيءٍ إلا شانه " . ( رواه مسلم) 5- عدم الإلزام: من واجب الناصح أن ينصح غيره، ولكن ليس من حقه أن يلزم غيره بما ينصحه به؛ لأن هذا ليس من حقه، بل هو حق للحاكم في رعيته، والناصح دال على الخير، وليس بآمر بفعله. يقول الإمام ابن حزم الظاهري رحمه الله تعالى: ولا تنصح على شرط القبول منك، فإن تعديت هذه الوجوه، فأنت ظالم لا ناصح، وطالب طاعة وملك، لا مؤدي حق أمانة وأخوة، وليس هذا حكم العقل، ولا حكم الصداقة، لكن حكم الأمير مع رعيته، والسيد مع عبده (الأخلاق والسير: (ص44)). ◽️◽️◽️◽️◽️ http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar

Adab & Akhlak
May 8, 20163 min read
Bentuk Loyalitas Kepada Orang Kafir yang Kita Sering Terjatuh Padanya
Atsar.id
Atsar.id

Bentuk Loyalitas Kepada Orang Kafir yang Kita Sering Terjatuh Padanya

DI ANTARA BENTUK LOYALITAS TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR YANG KITA SERING TERJATUH PADANYA Pertanyaan:&nbsp. "Apakah memuji orang-orang kafir karena kelebihan yang ada pada mereka ; baik pengetahuan, kemajuan, keteraturan, keadilan, dan selainnya termasuk bentuk loyalitas kepada orang-orang kafir? Jazakumullah khairan." Jawab: Ya, ini merupakan bentuk berloyalitas kepada orang-orang kafir, dan merasa kagum dengan mereka. Maka jangan memuji mereka, dan jangan menampakkan bangga dengan itu. Karena apapun yang ada pada mereka baik keahlian atau pun profesi, itu  semata-mata bentuk kerendahan dari Allah kepada mereka, serta mereka sibuk dengan dunia lalai dari agama. Mereka sibuk dengan dunia lalu mereka menekuninya, Allah Ta'ala berfirman : (من كان يريد الحياة الدنيا وزينتها نوف إليهم أعمالهم فيها وهم فيها لا يبخسون أولئك الذين ليس لهم في الآخرة إلا النار وحبط ما صنعوا فيها وباطل ما كانوا يعملون ) "Barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya,  pasti Kami akan penuhi amalan mereka di dunia dan mereka tidak akan dirugikan.  Itulah orang-orang yang tidak mendapatkan bagian di akhirat  kelak kecuali api neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah seluruh amalan mereka" [QS. HUD 15-16] Mereka itu hanya sekedar pembuat saja. Tujuannya untuk kemaslahatan mereka saja, mereka tidak bermaksud untuk memberikan manfaat bagi kita. Tujuan mereka hanya kemashlahatan mereka sendiri, oleh karena itu mereka menjualnya kepada kita dengan harga yang sangat mahal. Sama sekali mereka tidak bertujuan memberikan manfaat untuk kita, namun tujuan mereka hanya manfaat untuk diri mereka sendiri." Rekaman dengan tema : (aqidatuna fi al-wala' wa al-bara')  pembicara asy-Syaikh Shalih al-fauzan hafizhahullah -------------🌷🌷----------- الســؤال :  هل مدح الكفار بما عندهم من العلم والتطور والنظام والعدل وغيرها من الأمور هل هذا من موالاة الكفار؟ جزاكم الله خيرا . . الجـــواب : نعم هذا نوع موالاة للكفار واعجاب بالكفار، فلا تمدح الكفار ولا تتظاهر بمدحهم ، وما يقومون به من الاختراع ومن الصناعة هذا من تسخير الله لهم وشغلهم بالدنيا عن الدين ، هم اشتغلوا بالدنيا واتقنوها  👈🏻( من كان يريد الحياة الدنيا وزينتها نوف إليهم أعمالهم فيها وهم فيها لا يبخسون أولئك الذين ليس لهم في الآخرة إلا النار وحبط ما صنعوا فيها وباطل ما كانوا يعملون )  فهم صناع ، مجرد صناع فقط وهم يقصدون مصالحهم ما هم يقصدون نفعنا ، يقصدون مصالحهم ولذلك يبيعونها علينا بأغلى الأثمان ، ما هم يقصدون نفعنا إنما يقصدون نفع أنفسهم . نعم . المصــدر : شريط بعنوان : عقيدتنا في الولاء والبراء لفضيلــة الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله ••••••••••••••••••••• Majmu'ah Manhajul Anbiya Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

Aqidah
May 8, 20163 min read
Dari Balapan Liar Hingga Pergaulan Bebas ABG
Atsar.id
Atsar.id

Dari Balapan Liar Hingga Pergaulan Bebas ABG

Dari Balapan Liar Hingga Pergaulan Bebas ABG Drrnn…, drrnn…, drrrnnnnnnnn…. Begitulah setidaknya suara motor yang terdengar sedang dilajukan oleh beberapa remaja yang terlibat dalam balapan liar di Kemayoran, Jakarta Utara. Dengan motor racing di atas kecepatan motor biasa, masing-masing berusaha memenangi balapan tersebut. Salah satu pembalap tertinggal oleh yang lainnya, sampai akhirnya, salah satu dari mereka memenangi balapan liar pada dini hari tersebut. Beberapa mobil yang melintas pada malam itu diberhentikan oleh sekelompok remaja agar tidak melintas di jalanan yang sedang dijadikan arena balapan. Di sisi jalan terlihat sekumpulan ABG (anak baru gede) yang sedang menyaksikan aksi para “jagoan” balapan liar. Suasana cukup menegangkan bagi sebagian pengendara yang melintasi jalan tersebut. Tidak jarang balapan liar tersebut berujung pada kecelakaan. Itulah satu dari sekian banyak permasalahan remaja di Ibu Kota dan di tempat lainnya. Ada seorang siswa SMA di Jakarta, yang terkenal di sekolahnya sebagai anak motor karena sering melakukan balapan liar. Pada suatu hari dia ikut balapan liar dengan taruhan sejumlah uang. Singkat cerita, pada saat berlangsungnya balapan tersebut, tiba-tiba melintas sebuah mobil. Ditabraknya mobil itu dan terjadilah kecelakaan yang berujung pada kematiannya. Bahkan, terdengar berita bahwa tim dokter yang menanganinya sempat melakukan amputasi pada kakinya. Namun, akhirnya, nyawanya pun tidak tertolong. Wahai sobat muda, apa yang kalian cari dengan balapan liar? Sensasi? Ketenaran? Supaya dibilang jagoan? Memenuhi hobi? Atau apa? Tidak tahukah kalian bahwa perbuatan kalian membahayakan diri kalian dan orang lain? Terbukti sudah berapa banyak terjadi kecelakaan yang tidak jarang berujung pada cacat seumur hidup, bahkan kematian. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَلَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٩٥ “… dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (al-Baqarah: 195) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ “Tidak boleh (melakukan sesuatu) yang berbahaya dan menimbulkan bahaya (bagi orang lain).” (HR. Ibnu Majah, ad-Daruquthni, dan selainnya, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani) Apalagi kalau balapan liar yang kalian lakukan itu disertai taruhan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٞ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٩٠ &nbsp.“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan.” (al-Maidah: 90) Di samping fenomena balapan liar di kalangan remaja, ada fenomena lain yang belakangan ini booming, yang lahir tidak jauh dari tongkrongan “anak motor” atau para pembalap liar dari kalangan ABG. Sebenarnya, ini permasalahan lama dengan istilah baru, yang memperlihatkan sejauh mana kenakalan remaja Ibu Kota atau beberapa daerah lainnya. Fenomena ini dikenal dengan fenomena cewek atau ABG “cabe-cabean”. Remaja putri ABG usia SMP atau SMA berpakaian serba pendek dan seksi, dengan dandanan menor, berkeluyuran tengah malam sambil naik motor, kebut-kebutan, sambil berboncengan bertiga atau berempat. Itu sebutan untuk ABG “murahan” yang sering menongkrong di arena balapan liar. Sangat disayangkan, media massa memopulerkan istilah ini, tentunya disertai gambar-gambar seronok yang mereka tampilkan dengan tujuan sekadar mencari fulus. Untukmu, wahai para remaja wanita, kasihanilah diri kalian. Jangan kalian sia-siakan masa muda dan umur kalian dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi dengan perbuatan dosa dan maksiat. Untuk apa kalian berkeluyuran sampai larut malam dengan pakaian seksi yang memperlihatkan aurat kalian dan dengan dandanan menor? Apa yang kalian cari dengan semua itu? Sekadar isengkah? Atau cari perhatian? Atau ingin membuat laki-laki tergoda? Atau apa…?! Apalagi banyak dari kalian yang terjatuh pada pergaulan bebas. Wahai para wanita, perhatikanlah beberapa ayat dan hadits di bawah ini, semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ “Dan hendaklah kalian (wahai para wanita) tetap di rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.” (al-Ahzab: 33) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُؤُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat: (1) sebuah kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan sambil berlenggak-lenggok (berjalan dengan menimbulkan godaan); kepala mereka seperti punuk unta yang miring; mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau harum surga yang tercium dari jarak sekian-sekian.” (HR. Muslim no. 5704) Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢ “Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(al-Isra’: 32) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “… Kemudian, kami pergi dan sampai pada suatu bangunan yang serupa dengan tungku api, yang terdengar darinya suara hiruk pikuk. Kami menengok ke dalamnya. Ternyata di dalam ada laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang. Datang dari bawah mereka kobaran api, yang apabila kobaran api datang mengenai mereka, mereka berteriak (memekik). Aku bertanya, ‘Siapa mereka itu?’ … Mereka berdua menjawab, ‘Adapun sejumlah laki-laki dan perempuan yang telanjang, yang berada di dalam bangunan serupa tungku api, adalah para pezina laki-laki dan perempuan’.” (HR. al-Bukhari no. 7047) Berkata al-Imam Ahmad tentang dosa zina, “Saya tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dosanya—setelah dosa membunuh seseorang—daripada zina.” (ad-Da’ wad Dawa’ hlm. 230) Sebagian orang, termasuk para orang tua, terheran-heran, mengapa para remaja bisa seperti itu. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena itu, di antaranya, Jauhnya mereka dari pendidikan agama. Faktor terbesar terjadinya fenomena tersebut adalah jauhnya mereka dari agama. 1. Kelalaian orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Tidak bisa tidak, orang tua mempunyai andil dalam menjadikan anak-anak mereka seperti itu, melakukan berbagai kenakalan remaja. Berkata al-Imam Ibnul Qayyim t, “Kerusakan mayoritas anak yang rusak adalah akibat orang tua menyia-nyiakan mereka, tidak mengajarkan kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya kepada mereka.” (Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud hlm. 80) 2. Pergaulan. Teman bergaul mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri seseorang. Kalau seseorang berteman dengan teman-teman yang jelek, hal ini akan berpengaruh terhadap dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan teman duduk yang salih dan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang minyak wangi dan pandai besi. Adapun orang yang membawa minyak wangi, kemungkinan minyak wangi itu mengenaimu, atau engkau membelinya atau mendapati bau harumnya. Sementara itu, pandai besi kemungkinan apinya akan membakar bajumu atau engkau mendapati bau yang tidak enak.“ (HR. al-Bukhari dan Muslim) Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar, “Pada hadits ini terdapat larangan bergaul dengan orang yang berdampak (jelek, -ed.) bagi agama dan dunia, dan anjuran untuk bergaul dengan orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia.” (Fathul Bari 4/324) 3. Lingkungan yang rusak. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar; membuat seseorang menjadi baik jika lingkungannya baik, dan membuat seseorang tidak baik jika lingkungannya tidak baik. Di antara penyebab fenomena kerusakan remaja adalah hal ini. Televisi. Di antara dampak negatif televisi ialah tersebarnya berbagai kekerasan, pergaulan bebas, dan hilangnya rasa malu dari remaja putri negeri ini. Tayangan-tayangan seperti inilah yang ditampilkan di semua stasiun televisi sehingga rusaklah moral mereka. 4. Media massa. Media massa mempunyai pengaruh terhadap tersebarnya berbagai kerusakan di negeri ini, termasuk kerusakan pada remaja. Mereka hanya berorientasi keuntungan, tanpa memedulikan boleh atau tidak boleh, memperbaiki atau merusak. Maka dari itu, kita lihat media massa menampilkan berita-berita, tulisan-tulisan, dan gambar-gambar yang menyebarkan berbagai kejelekan dan kerusakan. 5. Ikhtilath. Ikhtilath (bercampur baurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) mempunyai dampak jelek yang sangat besar, di antaranya menyebarnya perbuatan keji, pergaulan bebas, sampai dengan perzinaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ “Jauhilah oleh kalian masuk ke tempat para wanita.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tidaklah kutinggalkan sepeninggalku fitnah yang lebih besar atas laki-laki daripada fitnah perempuan.” (HR. al-Bukhari) Beberapa faktor inilah yang menyebabkan kenakalan remaja, dari balapan liar, narkoba, sampai dengan pergaulan bebas. Solusinya adalah memberikan perhatian dan pendidikan agama dengan pemahaman yang benar kepada mereka, mencarikan lingkungan yang baik untuk mereka, menjaga dan mengawasi mereka agar tidak bergaul dengan teman-teman yang memberikan pengaruh buruk, dan menjauhkan mereka dari berbagai media yang dapat merusaknya. Orang tua hendaknya menempuhnya sebelum semuanya berakhir pada penyesalan. Wallahu a’lam bish shawab. Al-Ustadz Abdullah al-Jakarty Sumber : qonitah.com Darus Salaf : Kajian Islam Berdasarkan Al-Qur'an dan Assunnah Sumber gambar:

Adab & Akhlak
May 7, 20168 min read
Sikap Kepada Tetangga yang Bukan Salafy
Atsar.id
Atsar.id

Sikap Kepada Tetangga yang Bukan Salafy

&nbsp.SIKAP KEPADA TETANGGA YANG BUKAN SALAFIY Tetanggaku yang hidup bersamaku di kamar asrama yang ada di kampus universitas bukanlah seorang salafiy. Apakah saya wajib memuliakannya? Asy Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiriy hafizhahullah Penanya :  Semoga Alloh memberikan keberkahan kepada engkau, wahai Syaikh kami. Pertanyaan ke-3, (penanya) mengatakan: Tetanggaku yang hidup bersamaku di kamar asrama yang ada di kampus universitas bukanlah seorang salafiy. Apakah saya wajib memuliakannya, sementara saya khawatir terkena syubuhat? Jawaban : Selama engkau diuji dengan (kebersamaan)nya, maka bersikaplah dengan tepat dan mendekati (kebenaran) (*) ketika bersama dengannya. Ucapkan salam kepadanya. Jika dia mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah salamnya. Kemudian jadikankanlah majelismu (mendekat) kepada saudara-saudaramu ahlus sunnah. Jika engkau melihat adanya keterbukaan & kelapangan dada darinya, maka tidak mengapa engkau mengingatkannya dan menasihatinya. Akan tetapi, jika engkau mengenalnya bahwa dia adalah orang yang memiliki syubhat-syubhat, maka janganlah engkau memberinya kelonggaran untuk menguasai pendengaranmu (**) Sungguh saya telah menyebutkan kepada kalian berulang-kali perkataan Ayyub As-Sikhtiyaniy rahimahullah Abu Qilabah telah berkata kepadaku: Wahai Ayyub, hafalkan (ingatlah selalu) 4 hal dariku: ▪️Janganlah engkau berbicara tentang (isi) Al-Qur'an dengan akalmu; ▪️Dan berhati-hatilah engkau terhadap (pembicaraan tentang) takdir; ▪️Dan jika para sahabat (Nabi) Muhammad ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ disebut-sebut, maka tahanlah dirimu (***) ▪️Serta janganlah engkau memberi kelonggaran kepada para pengikut hawa nafsu untuk menguasai pendengaranmu (**), sehingga mereka membuang apa saja (syubhat) yang mereka maukan ke dalamnya (pendengaranmu).》 Para imam ahlus sunnah telah sepakat tentang Memisahkan diri dari ahlul ahwa' (para pengikut hawa nafsu; ahlul bid'ah) dan menjauhi mereka, serta tidak bermajelis dan memasang pendengaran untuk mereka. ➖➖➖➖➖➖➖ (*) Beliau berpesan untuk mengamalkan hadits ((سددوا وقاربوا)) dalam bermuamalah dengan tetangganya tersebut. Wallohu a'lam (**) Menyampaikan syubhat-syubhatnya kepadamu. (***) Jangan membicarakan keburukan mereka. ~~~~~~~~~~~~ جاري الذي يعيش معي في الغرفة في الجامعة ليس بسلفي، هل عليّ أن أُكرمه؟ الشيخ عبيد بن عبد الله الجابري حفظه اللّٰه السؤال: بارك الله فيكم شيخنا، السؤال الثالث، يقول: جاري الذي يعيش معي في الغرفة في الجامعة ليس بسلفي، هل عليَّ أن أُكرمه مع أني أخشى أن يلقنني شُبهات؟ الجواب : ما دمت بُليت به فسَدِّد وقارب معه، أَلْقِ- عليه السلام- وإذا سَلَّم عليك فرُدّه عليه، ثم اجعل مجلسك إلى إخوانك أهل السُّنّة، وإن رأيتَ منهُ رحابة صدر وانشراح فلا مانع أن تُذاكره وتناصحه، لكن إذا عرفت أنه صاحب شُبَه فلا تُمَكِّنه من سَمعِك، وقد ذكرت لكم مرارًا قول أَيُّوبَ  السَّخْتِيَانِيِّ - رحمه الله-: (قَالَ لِي أَبُو قِلَابَةَ: يَا أَيُّوبُ احْفَظْ عَنِّي أَرْبَعًا: لَا تَقُلْ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِكَ, وَإِيَّاكَ وَالْقَدَرَ، وَإِذَا ذُكِرَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم- فَأمْسِك، وَلَا تُمَكِّنُ أَصْحَابَ الْأَهْوَاءِ مِنْ سَمْعِكَ , فَيَنْبُذُوا فِيهِ مَا شَاءُوا)، وأئمة أهل السنة مُجمعون على مفاصلة أهل الأهواء والبعد عنهم وعدم مجالستهم والاستماع إليهم. 🗂 http://miraath.net/questions.php?cat=50&id=396 🔻🔻🔻🔻🔻🔻 ✍🏼 Ibnu abi Humaidi hafizhahullah 🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah 🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

muamalah
May 7, 20163 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast