Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Kumpulan Hadits Shahih Tentang Menuntut Ilmu Agama
Atsar.id
Atsar.id

Kumpulan Hadits Shahih Tentang Menuntut Ilmu Agama

MENUNTUT ILMU ADALAH WAJIB Kumpulan Hadits Shahih Tentang Menuntut Ilmu Agama Hadits Ke-001 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ&nbsp. : [ طلبُ العلمِ فريضةٌ على كلِّ مسلمٍ ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن ماجة  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (Hadits Shohih, riwayat Ibnu Majah) Hadits Ke-002 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ إِنَّ طالبَ العلمِ يستغفِرُ له من في السماء و الأرض،حتى الحيتانِ في الماء ] حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن ماجة رقم.٢٢٣  ↩️ صححه الألباني Rasulullah shallallahu 'alaihi wa ala alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampunan untuknya oleh para penghuni langit dan bumi, bahkan ikan-ikan  yang di air (juga memintakan ampunan untuknya" (Hadits Shohih diriwayatkan oleh Ibnu Majah no.223. Dishahihkan oleh Al Albani) Hadits Ke-003 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 🏙⚡️ [ أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا ، إِلَّا ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالَاهُ ،وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ ]. حدِيثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ الترمذي رقم. ٢٣٢٢  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda : Ketahuilah, Sesungguhnya Dunia ini terlaknat dan juga yang didalamnya ikut terlaknat kecuali dzikrullah dan perkara-perkara yang dicintai Allah, juga orang yang berilmu atau yang mempelajari ilmu ] Hadits Hasan diriwayatkan oleh At Tirmidzi no.2322 Hadits Ke-004 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ لا حَسَدَ إلاَّ في اثنَتَيْنِ ،رَجُلٌ آتَاه اللهُ مَالاً فسَلَّطَهُ عَلى هَلَكتِهِ في الحَقَّ ، ورَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الحِكْمَةَ فَهُوَ يَقضِي بِها وَ يُعَلِمُّها ]. 📚 متَّفَقٌ عَلَيهِ ( رَوَاهُ البُخَارِيْ و مًسلِمٌ ).🌴 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda :  "Tidak ada hasad kecuali dalam dua perkara, seseorang yang Allah berikan harta kemudian dia menginfakkannya pada jalan kebenaran, dan seseorang yang Allah berikan hikmah (ilmu) kemudian dia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya" Muttafaqun 'alaih ( diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim) Hadits Ke-005 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ خيرُكم مَن تعلَّم القرآنَ وعلَّمه ]. رواه البخاري Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (Hadits riwayat Al Bukhari) Hadits Ke-006 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ من سلَكَ طريقًا يلتمسُ فيهِ علمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طريقًا إلى الجنَّةِ ]. رواه مسلم.🌴 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'Ala Alihi wa shahbihi wa sallam bersabda :  "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga" Hadits riwayat Imam Muslim Hadits Ke-007 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ مَن يُردِ اللهُ بهِ خَيرًا يُفقِّهُّ في الدِّينِ ]. متَّفَقٌ عَلَيهِ ( رَوَاهُ البُخَارِيْ و مًسلِمٌ ) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'Ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda :  "Barangsiapa  yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya akan difahamkan dalam perkara agamanya" Muttafaqun 'alaihi (diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim) 🌴 Hadits Ke-008 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 💫 [ مَن جاءَ مَسجدي هذا، لَم* *يَأْتِه إلَّا لخيرٍ يَتعلَّمُه،  أو يُعلِّمُه فهوَ بِمنزِلَةِ المجاهدينَ في سَبيلِ اللهِ،  ومَن جاءَ لغيرِ ذلكَ، فهوَ بِمنزِلَةِ الرَّجُلِ يَنظرُ إلى مَتاعِ غيرِه ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن ماجه  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, dimana tidaklah dia mendatanginya kecuali karena kebaikan yang akan dia pelajari, atau mengajarkannya maka kedudukannya seperti orang yang berjihad di jalan Allah.  Dan barangsiapa yang mendatanginya bukan karena itu, maka kedudukannya seperti seseorang yang melihat barang dagangan orang lain] Hadits Shahih  diriwayatkan oleh Ibnu Majah  Hadits Ke-009 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ لا تَعلَّموا العِلمَ لِتُباهوا به العُلماءَ ولا تُماروا به السُّفهاءَ ولا تَخيَّروا به المجالِسَ،  فمَن فعَل ذلك فالنَّارَ النَّارَ ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن حبان Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk berbangga dihadapan ulama atau mendebat orang-orang bodoh atau memilih-milih majelis. Barangsiapa yang melakukan hal tersebut, hendaknya ia takut neraka! neraka! ] Hadits Shohih diriwayatkan oleh Ibnu Hibban Hadits Ke-010 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ وإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ ، كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ أبو داود Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda :  [Dan sesungguhnya keutamaan seorang alim dibandingkan dengan seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama dibandingkan dengan seluruh bintang-bintang] Hadits Shohih, Diriwayatkan oleh Abu Dawud no.3641 Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dari shahabat yang mulia Abu Darda Hadits Ke-011 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ،   وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا  إنما وَرَّثُوا لْعِلْمَ،   فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ أبو داود Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidaklah mewariskan Dinar dan tidak pula Dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat besar ] Hadits Shahih Diriwayatkan oleh imam Abu Dawud No.3641 Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dari Shahabat yang mulia Abu Darda Hadits Ke-012 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ :  [ لا تَعلَّموا العِلمَ لِتُباهوا به العُلماءَ  ولا تُماروا به السُّفهاءَ ولا تَخيَّروا به المجالِسَ،  فمَن فعَل ذلك فالنَّارَ النَّارَ ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن ماجه (٢٥٤) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk berbangga dihadapan ulama atau mendebat orang-orang bodoh atau bisa tampil di majlis-majelis. Barangsiapa yang melakukan hal tersebut, pantas baginya Neraka! Neraka! ] Hadits Shohih diriwayatkan oleh Ibnu Majah (254)  Hadits Ke-013 Dari Zaid bin Arqom berkata : Tidaklah aku berkata kepada kalian kecuali seperti apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan : { اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لا يُسْتَجَابُ لَهَا } Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak khusyu dan dari jiwa yang tidak merasa puas dan dari do'a yang tidak dikabulkan} Hadits riwayat Muslim No.2722  Hadits Ke-014 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 💫 [ مَنْهُومَانِ لا يَشْبَعَانِ:  1⃣ منْهُومٌ فِي الْعِلْمِ لا يَشْبَعُ مِنْهُ،  2⃣ ومَنْهُومٌ فِي الدُّنْيَا لا يَشْبَعُ مِنْهَا ]. حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ الحاكم.🌴 👈🏼 المَنْهُومُ = المُولَعُ بالشيء . Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Dua jenis manusia yang rakus dan tidak pernah merasa kenyang : 1. Orang yang rakus terhadap ilmu, ia tidak pernah merasa kenyang darinya. 2. Orang yang rakus terhadap dunia, ia tidak pernah merasa kenyang darinya ] Hadits shohih Diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam mustadraknya (1/91) Dishahihkan Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i Al Manhum =orang yang  rakus  terhadap sesuatu. Hadits Ke-015 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ بلِّغوا عنِّي ولو آيةً ]. رواه البخاري. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Sampaikan dariku walaupun satu ayat] Hadits diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari (3461) dari shahabat Abdullah bin Amr _radhiyallahu 'anhuma Hadits Ke-016 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 💫 [ إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : ☝️ صدَقَةٍ جَارِيَةٍ،  ✌️ أوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ،  أوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ]. رواه مسلم.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara : - Shodaqoh jariyah - Ilmu yang bermanfaat - Anak shalih yang mendo'akan kebaikan untuknya.] Hadits riwayat Imam Muslim (1631) dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Hadits Ke-017 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : [ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ  أَلْجَمَهُ اللهُ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ] حدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ ابن ماجه  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda :  [ Barangsiapa ditanya suatu ilmu (yang wajib diketahui,red.) kemudian dia menyembunyikan jawabannya, maka kelak Allah akan mengekang mulutnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat.] Hadits shahih (dishahihkan al albany rahimahullah) Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah (264) Hadits Ke-018 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 💫 [ إن اللهَ لا يقبضُ العلمَ انتزاعًا ينتزِعُهُ من العبادِ،  ولكن يقبضُ العلمَ بقبضِ العلماءِ،  حتى إذا لم يُبْقِ عالمًا، اتخذَ الناسُ رُؤوسًا جُهَّالًا،  فسُئِلوا، فأفْتَوا بغيرِ علمٍ، فضلوا وأضلوا ]. متَّفَقٌ عَلَيهِ ( رَوَاهُ البُخَارِيْ و مًسلِمٌ)  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Sesungguhnya Allah tidak langsung mengangkat ilmu dari hambanya, Akan tetapi mengangkat ilmu dengan diwafatkannya ulama, sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorangpun yang berilmu, manusia akan menjadikan orang-orang bodoh menjadi pemimpin, sehingga ketika ditanya mereka berfatwa dengan tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan. ] Hadits ini disepakati kesahihannya. (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari {100} dan Muslim{2673}) Hadits Ke-019 عنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: { سَيَأْتِيكُمْ أَقْوَامٌ يَطْلُبُونَ الْعِلْمَ   فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَقُولُوا لَهُمْ مَرْحَبًا مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقْنُوهُمْ } حدِيثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابن ماجه. 🌴 اقْنُوهُمْ = عَلِّمُوهُمْ Dari Abu Sa'id Al Khudri dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda : (Akan datang sekelompok kaum kepada kalian yang mencari ilmu, apabila kalian melihat mereka maka katakanlah "selamat datang, selamat datang  kepada wasiatnya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam" dan buat mereka ridha). Hadits Hasan Dihasankan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (247) buat mereka ridha = ajarkanlah ilmu kepada mereka Hadits Ke-020 قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ : 💫 [ قَامَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام ، خَطِيبًا فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ ، فَسُئِلَ أَيُّ النَّاسِ أَعْلَمُ ؟ فَقَالَ : أَنَا أَعْلَمُ ،  قَالَ : فَعَتَبَ اللهُ عَلَيْهِ ، إِذْ لَمْ يَرُدَّ الْعِلْمَ إِلَيْهِ ، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ ،  أَنَّ عَبْدًا مِنْ عِبَادِي بِمَجْمَعِ الْبَحْرَيْنِ ، هُوَ أَعْلَمُ مِنْكَ ]. متَّفَقٌ عَلَيهِ ( رَوَاهُ البُخَارِيْ و مًسلِمٌ ) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala Alihi wa shohbihi wa sallam bersabda : [Musa 'alaihissalam berdiri berkhutbah dihadapan Bani Israil, kemudian beliau ditanya, siapakah manusia yang lebih berilmu? Beliau menjawab : saya lebih berilmu. Beliau bersabda : maka Allah menegurnya, dimana beliau tidak mengembalikan ilmu kepada Allah. Maka Allah mewahyukan kepadanya 'bahwa ada seorang hamba  dari hamba-hamba-Ku yang berada di pertemuan dua laut dia lebih berilmu darimu'] Muttafaqun'alaihi Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari (122) dan Imam Muslim (6313) ________________ Hadits-hadits di atas bersumber dari Telegram : t.me/salafy_cirebon

Hadits
Jun 29, 201914 min read
Menuju Masa Depan yang Cerah
Atsar.id
Atsar.id

Menuju Masa Depan yang Cerah

Menuju Masa Depan yang Cerah Menuju Masa Depan yang Cerah Setiap orang tentu memiliki impian dan harapan yang indah tentang masa depan mereka, diperlukan motivasi dan semangat yng tinggi serta kerja keras untuk mewujudkan masa depan yang indah. Dan sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mewujudkan masa depan yang cerah. Sahabat-sahabatku, hari ini adalah saat kita menanam benih dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin mengetahui masa depan maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Banyak yang mengatakan kalau hidup merupakan pilihan, tetapi kalau memang ada pilihan berarti kita bisa memilih yang terbaik. Oleh karena itu perlakukan hidup kita dengan sebaik mungkin. Orang yang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal tapi modal tersebut ia hamburkan sia-sia. Dan modal termahal adalah waktu. Seperti dalam surat Al-Ashr, Allah berfirman : وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ&nbsp. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ “Demi masa! Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al Asr : 1-3) Allah ta’ala menjelaskan bahwa untung dan ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya seseorang terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang mensia-siakan kehidupannya. Ada tiga jenis waktu, yaitu: Masa lalu : masa yang kita semua sudah melewatinya sehingga ada diluar kontrol kita. Banyak orang yang sengsara hari ini karena masa lalunya yang memalukan. Oleh karena itu kita harus selalu waspada, jangan sampai masa lalu merusak hari-hari kita saat ini. Masa depan : masa yang belum terjadi.yang sering kita panik dalam menghadapinya. Salah satu sebab paniknya mungkin karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, barang perlengkapan yang serba mahal, harta pas-pasan dan yang semisalnya.Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Masa sekarang : inilah masa yang paling penting. Karena masa depan dapat ditentukan dengan apa yang kita lakukan sekarang. Seburuk-buruk apapun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan mau memperbaiki diri, dengan izin Allah segala keburukan itu akan terhapus. Demikian pula dengan masa depan, maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita akan tetapi tidak melakukan apapun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih dan masa depan adalah waktu untuk memanennya. Oleh karena itu, siapapun yang ingin mengetahui masa depannya maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Belajar menghitung Sahabatku, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan dan kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Ilmu yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan untuk masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara yang tidak ikhlas, niscaya aibnya akan segera kita rasakan. Oleh karena itu, terlalu bodoh apabila kita melakukan hal yang sia-sia. Dan tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan terpetik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, bersikap, mengambil keputusan dan dalam menjaga pikiran atau hati. Niscaya kapan pun malaikat maut menjemputmu kita akan selalu siap. Akan tetapi kalau kita sebaliknya, berbicara sepuasnya dan berfikir sebebasnya, tak heran bila saat kematian menjemput menjadi hal paling menakutkan. Apa yang engkau lakukan saat ini itulah yang terpenting. Jangan hanya berkeinginan mendapatkan hasil yang lebih baik, akan tetapi lakukanlah sesuatu agar impian tersebut bisa terwujud. Sekali lagi! Apa yang kau lakukan saat ini akan membuat perbedan besar antara apa yang akan terjadi di masa depan dengan apa yang sudah terjadi di masa lalu. Oleh karena itu, jangan patah semangat untuk melalui segala rintangan yang akan terjadi untuk menuju masa depan. Jika kita yakin dengan kemapuan diri sendiri, maka kita akan berani mencoba tantangan baru. Sukses atau gagal tidaklah jadi masalah. Karena yang terpenting kita jangan pernah takut untuk maju sebelum berperang. Menuju masa depan yang cerah tidaklah semudah membalikkan kedua telapak tangan, dibutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk menghadapi segala rintangan yang terjadi. Masa depan kita ditentukan dengan apa yang kita lakukan sekarang, tetapla istiqomah dan bersabar dalam menghadapi segala halangan dan rintangan karena masa depan yang cerah menunggumu. Menyongsong masa depan yang cerah Sahabatku, berikut adalah beberapa inspirasi yang insyaAllah dapat membantu kalian untuk meraih kunci masa depan yang cerah. 1. Pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah keyakinan kepada Allah. Salah satunya yaitu dengan menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hidup kita tidak akan pernah tentram kecuali dengan keyakinan Allah ta’ala. Dan pupuk dari keyakinan itu adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Hidup pun akan mudah goyah dan itu berpengaruh terhadap masa depnmu. 2. Tiada hari berlalu, kecuali menjadi amal. Dimana pun kita berada, lakukanlah hal yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal baik di lihat atau tidak sama sekali. Kita jalan terus, tentunya dalam mengamalkan hal-hal yang tidak melanggar batasan syariat. Kita juga dituntut untuk bersegera dalam melakukan sesuatu, bukan menundanya. Allah berfirman : ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ  “Berlomba-lombalah dalam Kebaikan” (QS. Al Baqarah 148) 3. Terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran. Dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mmpu memberi nasehat jika kita senang diberi nasehat. Dari proses pengembangan diri, kita akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman karena ilmu dan pengalaman adalah guru terbaik untuk bisa meraih masa depan yang cerah. Ilmu dan pengalaman harus saling menopang satu sama lainnya agar tujuan kita semua bisa tercapai, insyaAllah. Sebagaimana menjadikan al-Qur’an dan sunnah sebagai sepasang sayap. Apabila salah satu patah, maka sang burung tidak akan bisa terbang tanpa sayapnya. 4. Optimis dan yakin akan kemampuan diri sendiri adalah kunci dalam meraih masa depan yang cerah. Sahabatku, jangan sampai sebuah kegagalan menjadi halangan untuk meraih masa depan. Karena dibalik kegagalan itu ada hikmah yang kita tidak mengetahuinya kecuali Allah. Belajar selalu dari kegagalan kawanku,dan jangan lupa untuk selalu berdo’a kepada Allah agar kita bisa menempuh apa yang kita inginkan. 5. Disiplin merupakan  kunci untuk bisa meraih masa depan. Hanya saja kita harus bisa selalu fokus, teratur dan terarah dengan apa yang di bangun serta apa yang dijalani dari awal. Inilah sebagian kunci untuk meraih masa depan. Intinya, apa yang engkau lakukan hari ini adalah gambaran masa depanmu. Teruslah bersungguh-sungguh dalam menghadapi rintangan yang bisa merusak masa depan kalian. Tetap bersabar dan istiqomah! Masa lalumu tidak akan sama dengan masa depan. Yang terpenting bukan apa yang kau lakukan kemarin tapi apa yang kau lakukan sekarang? Bagaimana pun bentuk kegagalan yang kau alami di masa lalu, bukan berarti kau di takdirkan menanggung hal tersebut selamanya. Jadikan kegagalan itu pelajaran berharga untuk masa depan nanti. Karena masa depan yang cerah menunggumu.. Sumber : Draft Majalah Santri Ma'had Daarul Atsar Tasikmalaya | Penulis : Rifqi Habibillah

Nasehat
Jun 28, 20197 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast