Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENGHITUNG DAN MENCERMATI HARI-HARI BULAN SYA'BAN . Al-Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya (no. 2325) dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata : « كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَي…
![[Catatan Ta'lim] Ringkasan Fiqih Puasa](https://3.bp.blogspot.com/-Va6nhiji-CI/VzrGQHwib0I/AAAAAAAAImA/3uJNzPJ95XEr2sWR5tFWhcNRGAYIDcOsQCK4B/s400/ringkasan-fiqih-puasa.jpg)
Bismillaahirrohmaanirrohiim Alhamdulillah, Asyhadu Alla Ilaahaillallah Wa ayhadu Anna Muhammadan 'Abduhu wa Rasuluh Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad --------------- Berikut adalah catatan ringkas tentang fikih puasa. Saya tulis secara sederhana, poin per poin, dan meng…

NASEHAT BAGI ORANG YANG BANYAK BERCANDA Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah Ada pertanyaan yang menanyakan tentang bercanda diantara para penuntut ilmu yang memperbanyak bercanda, apa nasehat Anda? Bercanda adalah mengistirahatkan diri dari kepenatan, tidak mengapa hal jika dilakukan kadang-kadang, dengannya seseorang mengistirahatkan dirinya, namun dengan syarat janganlah dia bercanda kecuali dengan ucapan yang jujur dan hendaknya dia berhati-hati dari ucapan dusta, karena sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi was sallam terkadang juga bercanda dengan para Shahabat beliau. Hanya saja beliau tidak mengatakan kecuali yang benar. Beliau pernah mengatakan: لَا تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَجُوْزٌ. “Wanita yang telah tua tidak akan masuk ke syurga.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 2987 –pent) Ketika seorang wanita yang telah tua mendengarnya, maka dia berteriak sedih. Padahal yang beliau katakan ini adalah ucapan yang benar, karena Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat nanti akan membangkitkan manusia dan memasukkan mereka ke dalam syurga pada usia yang sama, yaitu usia muda pada puncak kematangan. Hal ini sebagaimana firman-Nya: وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا. “Dan (orang-orang yang bertakwa mendapatkan) gadis-gadis remaja yang sebaya.” (QS. An-Nazi’at: 33) Dan yang dimaksud adalah bahwa wanita tua tersebut sekarang akan mati setelah sampai pada usia tua renta yang ditetapkan atasnya, dia tidak akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan tua. Jadi Rasulullah shallallahu alaihi was sallam jujur dalam bercandanya. Beliau juga ketika ada seseorang ada yang mengatakan kepada beliau: “Bawalah saya naik di kendaraan.” Maka beliau menjawab: إِنِّيْ حَامِلُكَ عَلَى وَلَدِ النَّاقَةِ. “Sesungguhnya saya akan membawamu mengendarai anak onta.” (Lihat Tahqiq Misykaatul Mashaabih karya Al-Albany rahimahullah no. 4886 –pent.) Beliau mengatakan yang sebenarnya, karena yang beliau maksud adalah onta, dan inilah dia. Adapun dusta dalam bercanda maka tidak boleh, dan Nabi shallallahu alaihi was sallam telah memotivasi untuk meninggalkan dusta sebagaimana dalam hadits yang kalian ketahui semuanya. Yaitu dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu anhu dalam kitab Sunan, Musnad, dan selainnya, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda: أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ. “Sesungguhnya saya menjamin sebuah rumah di tepi syurga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar, dan sebuah rumah di tengah syurga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta walaupun dia bercanda, dan sebuah rumah di syurga yang paling tinggi bagi siapa saja yang baik akhlaknya.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 273 –pent.) Jadi bercanda dibutuhkan oleh seseorang kadang-kadang saja untuk mengistirahatkan pikirannya, hanya saja dia tidak boleh berdusta. Adapun dengan banyak melakukannya maka hal itu akan mematikan hati dan menjatuhkan harga diri, menghilangkan wibawa, membuat rendah pada pandangan manusia, maksudnya mereka akan merendahkannya dengan sebab banyak bercanda. Jadi keseriusan yang akan menjadikan manusia menghormatinya. Maka hendaknya seorang hamba bercanda kadang-kadang saja, tetapi dengan hal-hal yang tidak akan menghilangkan kewibawaannya. Adapun dusta maka hal itu adalah sesuatu yang akan menjatuhkannya. Kita memohon keselamatan kepada Allah. Para penuntut ilmu sepantasnya bagi mereka untuk senantiasa menjaga waktu mereka, tidak membuangnya dengan bercanda yang tidak ada manfaatnya dan memperbanyaknya. Karena sesungguhnya hal ini terkadang menyeret kepada hal-hal yang tidak terpuji akibatnya seperti yang telah kami sebutkan. Juga ada perkara lain yang lebih besar akibat buruknya, yaitu dengan kematian hati dan kelalaian dari mengingat Allah Tabaraka wa Ta’ala. Maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk tidak menyibukkan waktunya dengan hal ini semuanya atau sebagian besaranya, apalagi jika dia adalah seorang penuntut ilmu. Sumber artikel: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?s=53830 Alih Bahasa: Abu Almass Rabu, 14 Dzulhijjah 1435 H =====*****===== Diposting ulang: WA Salafy Solo Channel Salafy Solo Https://tlgrm.me/salafysolo Sya'ban 1437 H

 .HUKUM PUASA DAN IBADAH SEORANG YANG TIDAK SHALAT Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله Pertanyaan: Di sana ada orang yang berpuasa dan mengerjakan berbagai ibadah namun tidak mau menegakkan shalat, maka apakah puasa dan ibadahnya dapat diterima? Jawaban: بسم الله و…

BANTAHAN TERHADAP DR. ZAKIR NAIK HADAHULLAH LIHAT VIDEONYA [ Beliau membolehkan memanggil nama Allah dengan nama-nama Tuhan Hindu. Brahma, Vishnu dan Shiva. Memanggil Allah dengan nama-nama yang telah dinamakan oleh Musyrikin (kepada berhala-berhala mereka). ] Asy-Syaikh Falah Ismail hafizhahullah [*] telah ditanya tentang pernyataan orang ini (Zakir Naik) pada 04.09.2004M selepas selesai daripada muhadarah beliau, membahas kitab al-Aqidah al-Wasatiyyah karya Ibnu Taimiyyah rahimahullah. [ Syaikh Falah menjawab ] Sekalipun jika itu adalah termasuk (memiliki makna yang sama -pent) dengan nama-nama Allah (dalam bahasa tersebut), asal (nama-nama itu) menunjukkan nama-nama Allah dalam bahasa tersebut: (Namun yang menjadi) asal adalah jika dua nama tersebut digunakan sebagai nama Tuhan-Tuhan/berhala (hindu) MAKA TIDAK DIBENARKAN UNTUK MENGGUNAKAN DUA NAMA TERSEBUT. Selepas itu Syaikh Falah menyebutkan, Dahulu orang arab jahiliyah sebelum Rasulullah ﷺ datang (iaitu untuk mendakwahi Islam -pent), mereka biasa memanggil nama Tuhan-Tuhan mereka dengan nama-nama yang diambil dari nama-nama Allah seperti; 📛Al-Laat dari nama Al-Ilaah (Tuhan yang berhak disembah), 📛Al-Uzza dari nama Al-Aziz (Yang Maha Perkasa), dan 📛Al-Manat dari nama Al-Manan (Maha Pemberi Anugerah). SEMUA INI ADALAH TERMASUK ILHAD. Walaupun nama-nama ini mempunyai kemiripan dengan nama-nama Allah namun tetap tidak dibenarkan memanggil Allah dengannya kerana telah dikenal nama-nama tersebut sebagai panggilan bagi Tuhan-Tuhan, berhala bagi kaum musyrikin. Sebahagian ulama menyebutkan tentang firman Allah, « وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ …» “... dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya...” [QS. Al-A'raf: Ayat 180] Termasuk ILHAD adalah dengan menamakan Tuhan-Tuhan (berhala) yang diambil dari nama-nama Allah. [ Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: Al-'Awfi mengatakan bahawa Ibnu Abbas menafsirkan tentang firman Allah, “... dan tinggalkan orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya ...," yakni dengan mendustakan nama Allah dengan mengatakan Al-Laat (nama berhala kaum musyrikin) berasal dari nama Allah. Ibnu Juraij meriwayatkan daripada Mujahid, beliau mengomentari (perkataan Ibnu Abbas -pent), Mereka yang menyamakan Al-Laat (nama sebuah berhala) dari nama “Allah", dan Al-Uzza (nama berhala yang lainnya) dari nama “Al-Aziz”. Qatadah menyebutkan bahawa ILHAD merujuk kepada pengabungan (atau menyamakan) nama berhala dengan nama Allah (seperti memanggil Allah dengan berhala bernama Al-Uzza. Perkataan ILHAD bisa juga bermakna penyimpangan, kejahatan, ketidak adilan dan menyesatkan ... ] ..........Catatan.......... [*] Nama penuh beliau ialah Abu Muhammad Falah bin Ismail bin Ahmad Al-Mundakar. Beliau adalah anak murid kepada Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Al-Albani, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Abdul Qadir As-Sindy, Syaikh Hammad Anshary Syaikh Aman Al-Jami dan pernah belajar kepada Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali dan Syaikh Ubaid Al-Jabiri. Syaikh Falah Ismail ini juga dikenal sebagai seorang yang baik akhlak dan tinggi adabnya. Serta semangat dalam menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu. Salah satu perkataan beliau bersama ulama Ahlus Sunnah Salafiyyah ialah daripada perkataan beliau: « أنا مع الشيخ ربيع في تبديع علي الحلبي. » “Saya bersama Asy-Syaikh Rabi' dalam mentabdi' Ali Al-Halaby." والله أعلم. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه وسلم Sumber: [1] http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=8&Topic=4240 [2] http://bayenahsalaf.com/vb/archive/index.php/t-9982.html [3] http://www.sahab.net/forums/?showtopic=126387 Alih bahasa: Syabab Majmu'ah al-Ukhuwah as-Salafiyyah ___📗 📘 📙 Edisi: 📂مجموعة الأخوة السلفية [-MUS-] 📮Klik "JOIN" http://bit.ly/ukhuwahsalaf Sumber gambar: http://img10.deviantart.net/

كِتَابُ الصِّيَامِ Kitab (Sesuatu yang Ditulis) Seputar Permasalahan puasa Definisi Puasa : Secara Etimologi / . Lughawi Secara lughowi (bahasa) Ash-Shaum (الصَّوْمُ) bermakna (الإِمْسَاكُ) yang artinya menahan. Hal ini sebagaimana …
![[VIDEO] Nasehat yang Bermudah-mudahan dengan Gambar](http://img.youtube.com/vi/AZmX0j8thbk/hqdefault.jpg)
BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MASALAH GAMBAR MAKHLUK BERNYAWA (FOTO, VIDEO, TELEVISI DLL) . INI TERMASUK PERBUATAN SETAN yaitu senangnya manusia kepada gambar dan kelalaian mereka dari keharaman hukumnya dan akibatnya. Ini termasuk tipu daya syetan terhadap mereka. Wajib untuk mewaspadai perk…

NASEHAT EMAS ASY SYAIKH RABI' BIN HADI ALMADKHOLY HAFIDZAHULLAH TERHADAP BEBERAPA MASALAH MANHAJIYYAH DI INDONESIA Sumber gambar: http://www.public-domain-image.com/ بسم اللـــه الــــــرحمن الــــــــرحيم Ringkasan Nasehat Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dalam kesempatan jalsah (pertemuan) bersama para du’at Indonesia, di rumah beliau di daerah Al-’awali Makkah Al-Mukarramah, Ramadhan 1433 H. Tentang Meninggalkan Sebab-Sebab Perselisihan Beliau menasehatkan untuk meninggalkan semua sebab yang mengantarkan pada perselisihan (Khilaf), dan menasehatkan untuk berlemah- lembut, menjaga lisan, dan saling berukhuwwah serta saling merekatkan hati. Juga senantiasa waspada dari syaithan yang berupaya menimbulkan perpecahan antar salafiyyin. Tentang Radio Rodja [a] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata: “Barangsiapa yang masih menghormati manhaj dan aqidahnya maka hendaknya dia tidak mendengar mereka (radio Rodja), adapun barangsiapa yang tidak menghormati manhaj dan aqidahnya, maka silakan dia mendengarkannya.” [b] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata: “Aku nasehatkan kepada ikhwah agar menjauhkan diri dari mendengarkan Radio Rodja.” [c] Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) mengingatkan kami dengan atsar dari Ayyub as-Sakhtiyani dan Muhammad bin Sirin tentang sikap tidak mau mendengar ucapan ahlul bid’ah, yaitu tatkala ada seorang ahlul bid’ah mengatakan kepadanya, “Aku akan bacakan kepadamu satu ayat.” Maka keduanya menjawab, “Tidak.” [d] Kitab-kitab salaf sudah mencukupi kita dari mendengarkan radio Rodja dan segala isinya. [e] Radio Rodja menyebabkan terjadinya perselisihan antar salafiyyin. maka beliau memerintahkan untuk meninggalkannya. [f] Ihyaut Turats, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan, adalah di antara pihak-pihak yang paling keras permusuhannya terhadap ahlus sunnah. [g] Orang-orang awam TETAP HARUS diperingatkan dari bahaya radio Rodja. Karena salaf dulu juga mentahdzir orang awam dari bahaya Ahlul Bid’ah. Tentang Yazid Abdul Qadir Jawwas, salah satu tokoh besar Rodja Asy-Syaikh Rabi’ menyatakan bahwa Yazid hanya sekedar memakai baju salafiyyah. Beliau tidak ridho kalau dikatakan Yazid adalah salafi, ataupun salafi goncang. Tentang Turut Andilnya Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq di radio Rodja Asy-Syaikh Rabi’ menegaskan bahwa hal ini tidaklah menjadi justifikasi (pembenaran) untuk mendengarkan Rodja. Kata beliau, Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq tertipu dengan mereka (para turatsiyyin). Tentang Para Pengisi di Radio Rodja Ketika disebutkan, bahwa para pengisi Rodja menetapkan manhaj salaf, maka Asy-Syaikh Rabi’ menjelaskan bahwa urusan mentabdi’ seseorang tidak mesti bahwa semua yang ada pada diri si mubtadi‘ bertentangan dengan manhaj salaf, dan kondisinya jelas seratus persen ibarat matahari seperti Safar, Salman, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan. Ya’qub bin Syaibah dibid’ahkan oleh para ‘ulama hanya karena satu perkara. Seseorang terkadang keluar dari salafiyyah karena satu perkara!! Mencari/meneliti Kesalahan Orang Lain Kesalahan apabila sudah tersebar, maka tidak boleh didiamkan. Asy-Syaikh Rabi’ mengatakan: “Seorang yang salah wajib dinasehati. Yang salah wajib untuk segera rujuk dengan mudah. Dulu ‘Umar bin Al-Khaththab seorang yang waqqaf (tunduk) dengan Kitabullah. Jadilah kalian orang-orang yang waqqaf terhadap Kitabullah. Seorang mukmin itu lunak dan mudah (kembali kepada Al-haq).” Ja'far Umar Thalib Ketika ada yang mengatakan kepada Asy-Syaikh Rabi’, bahwa sebagian ikhwah menutup pintu taubat bagi Ja’far ‘Umar Thalib, maka Asy-Syaikh Rabi’ menyebutkan sebuah hadits tentang Khawarij: يَخرُجُونَ مِنَ الدِّينِ ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ إِلَيْهِ "Mereka keluar dari agama, kemudian tidak kembali lagi padanya". Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) berkata, “Aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, dan aku tidak berharap lagi.” Naskah Kesimpulan tersebut dibacakan oleh Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri di hadapan Asy-Syaikh Rabi’, dan beliau pun menyetujuinya. Sumber: http://goo.gl/xEeoW2 ____________________ مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net WA Al Istiqomah ※ WALIS ✆

Hukum mengucapkan lafaz "Sayyidina Muhammad" pada saat menyebut nama Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor4276 Pertanyaan 3: Apakah boleh mengucapkan lafaz "Sayyidina Muhammad" pada saat menyebut nama Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, selai…

JANGAN TOLAK KEBENARAN KARENA SEDIKITNYA ORANG YANG MENJALANKANNYA DAN JANGAN TERTIPU DENGAN KEBATILAN KARENA BANYAKNYA ORANG YANG BINASA KARENANYA. sumber gambar: deviart.com Berkata Al-'Allamah Ibnu Baaz _rahimahullah_: Nasehat tertuju kepada keseluruhan kaum muslimin. D…
SIAPAKAH SAHABAT SEJATI ITU Manusia mana di dunia yang fana ini yang tidak mempunyai Sahabat, dengan persahabatan itu terkadang seseorang akan menjadi baik dan dengan persahabatan itulah terkadang seseorang akan menjadi jelek. Siapakah sejatinya Sahabat sejati Itu . Didalam kitab nikmatul Ukhuwah disebutkan kriteria seorang yang layak di jadikan Sahabat diantaranya : 🔸Berakhlaq mulia 🔸Bukan termasuk Ahlul bid'ah 🔸Tidak mempunyai akhlak yang jelek 🔸Tidak Berambisi kepada dunia 🔸Bukan Pelaku kemaksiatan Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Temanmu.. Adalah orang yang MENASEHATIMU, MENGINGATKANMU, MEMBERI PERINGATAN KEPADAMU Bukan orang yang melalaikanmu, bukan orang yang lari dan berpaling darimu, bukan pula yang HANYA BERSIKAP BAIK KEPADAMU. Tetapi,,,,,, Teman yang sejati, teman yang sebenarnya adalah teman yang menasehatimu, memberi wejangan kepadamu, menunjukkan jalan jalan keselamatan hingga kamu menempuhnya, Memberi peringatan kepadamu dari jalan-jalan kebinasaan serta menjelaskan JELEKNYA jalan kebinasaan, hingga engkau menjauhi jalan tersebut. Lalu bagaimana dengan teman disekitar kita Apakah mereka benar-benar teman bagi kita? Atau mereka hanya orang2 yang berbuat baik dihadapan kita? Ingat SAHABAT SEJATI bukanlah yang mendiamkan kesalahan saudaranya tapi yang selalu bersegera menasehatinya tatkala terjerumus dalam kemaksiatan dan kesalahan. Sungkan, tidak enak bukan menjadi alasan untuk menasehati saudaramu, dusta pengakuanmu jika kamu mencintai saudaramu tapi membiarkan dia dalam kesalahan Alloh Azza wajala berfirman : ﺍﻷﺧﻼﺀ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ ﻋﺪﻭ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ " teman-teman karib pada hari itu (hari kiamat ) saling bermusuhan satu sama lainya kecuali orang-orang yang bertaqwa " ( QS.Az -Zukhruf 67 ) Selektilaf dalam memilih teman tidak harus semua orang dijadikan sahabat karib. Al Marony Forum Ilmiyah KarangAnyar http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar

Pentingnya Ketakwaan Sang Nakhoda Oleh: Ustadzah Ummu Luqman Salma Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian pasangan hidup (istri-istri) dari diri kalian agar kalian merasa tenan…