Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

*BERAPA HARGA ANAK KITA?*  .(Sebuah Renungan) Berapa harga anakmu? Bingung pasti… Karena nilai anak tak bisa diukur dengan materi, tak ternilai..! Tapi benarkah anak itu tak ternilai? Kadang atau mungkin seringkali anak bernilai sangat rendah di mata orangtua.. Kadang dia l…

Akun Line Salafy Segala puji bagi Allah yang melimpahkan karunia berupa teknologi informasi yang memudahkan bagi kita untuk mendapatkan dan menyebarkan ilmu agama islam berdasarkan Quran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf. Diantara channel yang kami buat adalah Official Account Li…

 .SETELAH IKHLAS, DIBUTUHKAN KEBERANIAN UNTUK MENEGAKKAN KEBENARAN Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: والحاصل: أن الشيطان يخوف كل من أراد أن يقوم بواجب، فإذا ألقى الشيطان في نفسك الخوف؛ فالواجب عليك أن تعلم أن الإقدام على كلمة الحق ليس هو الذي يدني الأجل، وليس السكوت والجبن هو الذي يبعد الأجل؛ فكم من داعية صدع بالحق ومات على فراشه؟! وكم من جبان قتل في بيته؟! "Intinya syaithan akan terus menakut-nakuti siapa saja yang ingin menegakkan kewajiban. Jadi jika syaithan melemparkan rasa takut ke dalam dirimu, maka yang wajib atasmu adalah hendaknya engkau mengetahui bahwa berani menyuarakan kebenaran bukanlah perkara yang akan mendekatkan ajal, dan sebaliknya sikap diam dan penakut bukanlah perkara yang akan menjauhkan dari kematian. Betapa banyak seorang dai yang lantang menyuarakan kebenaran yang meninggal di atas ranjangnya?! Dan betapa banyak seorang pengecut yang terbunuh di dalam rumahnya sendiri." Al-Qaulul Mufid Ala Kitabit Tauhid, hlm. 414, terbitan Daar Adhwais Sunnah Channel telegram asy-Syaikh Fawaz al-Madkhaly hafizhahullah WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

 .JANGAN ANARKIS ! SIKAPI ISU KOMUNISME DENGAN HIKMAH antikomunisme ANTIKOMUNISME.COM, SUKOHARJO. Isu kebangkitan PKI menggeliat. Suhu politik pun menghangat. Berbagai elemen masyarakat turut bersuara. Tak terkecuali kaum muslimin. Beberapa kalangan dari kaum musli…

 .UCAPAN : ْاصْبِرْ و احْتَسِب (SABAR DAN IHTISAB-LAH!) ۞ 🌱صيــد الفوائــد🌱 ۞: *(( إصبر واحـتـســـــب ))* *الصبر عرفناه فما معنى احتسب ؟* قال الشيخ العلامة الفقيه محمد بن صالح العثيمين -رحمة الله عليه -: ⬅️ إن المصائب إذا قابلها الإنسان بالصبر دون احتساب الأجر ، صارت كفارة لذنوبه ⬅️ وإن صبر مع احتساب الأجر ، صارت بالإضافة إلى تكفير الذنوب أجرا وثوابا *ومعنى الاحتساب ؟* أن يعتقد في نفسه أن هذا الصبر سوف يثاب عليه فيحسن الظن بالله فيعطيه الله عز وجل ما ظنه به . اﻫـ 【من تعليق الشيخ رحمه الله على صحيح مسلم【صـ342】 *PERTANYAAN:* *Sabar kita telah mengetahui lalu apa makna ihtisab-lah?* Asy-Syaikh Al-'Allaamah al-Faqiih Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin rahimahullah menjawab: "Sesungguhnya berbagai musibah andai seseorang menghadapinya dengan sabar TANPA IHTISAB dari pahala maka musibah itu (hanya) menjadi kaffaroh(penebus) bagi dosa-dosa(kecilnya). Dan apabila ia bersabar DISERTAI IHTISAB, musibah itu selain penebus dosa juga ditambah dengan mendapat ganjaran dan pahala. *Adapun makna IHTISAB yaitu :* أن يعتقد في نفسه أن هذا الصبر سوف يثاب عليه فيحسن الظن بالله فيعطيه الله عز وجل ما ظنه به . اﻫـ Seseorang berkeyakinan di dalam dirinya bahwa kesabaran ini akan diberi pahala sehingga ia berbaik sangka kepada Allah. Lalu Allah 'Azza wa Jalla memberi kepadanya sesuai persangkaannya (hamba itu) kepada-Nya. *[Ta'liq Asy-Syaikh rahimahullah terhadap Shahih Muslim, hal. 342].* 📇 Sumber: 🌱 صــيـد الــفــوائــد الــســلــفــيـة 🌱 ــــــــــــــــــــــــــــ 🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد 💾 Telegram: bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF] 🏀 www.alfawaaid.net

HUKUM MENGELUARKAN JANIN YANG MASIH HIDUP KETIKA SANG IBU WAFAT Tanya: Apakah boleh membedah perut wanita yang meninggal untuk mengeluarkan kandungannya yang masih hidup? Dijawab oleh asy-Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah: Hal itu boleh karena adanya maslahat dan tidak adanya mafsadat. Perbuatan ini tidak teranggap mencacati mayat. Sungguh saya pernah ditanya tentang wanita yang meninggal, sementara di perutnya ada janin yang masih hidup. apakah boleh perutnya dibedah dan janinnya dikeluarkan, atau tidak. Jawaban saya, telah diketahui pendapat ash-hab (para ulama mazhab)rahimahumullah. Mereka berpendapat, apabila seorang wanita hamil meninggal, sementara di perutnya ada janin yang masih hidup, haram membedah perutnya. Hendaknya para wanita mengeluarkan janin tersebut dengan obat-obatan dan memasukkan tangan untuk mengambil janin yang diharapkan hidupnya. Apabila hal ini tidak bisa dilakukan, mayat tersebut tidak boleh dikubur sampai janin yang di perutnya tadi meninggal. Apabila sebagian tubuh janin telah keluar dalam keadaan hidup, dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan bagian tubuh yang tersisa. Ini pendapat para fuqaha (ahli fikih) yang dibangun di atas pendapat bahwa membedah perut mayat termasuk mencacati mayat. Hukum asalnya adalah haram mencacati mayat, kecuali jika ada maslahat yang kuat dan bisa direalisasikan. Maksudnya, apabila sebagian tubuh janin telah keluar, dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan bagian tubuh yang masih di dalam. Sebab, hal itu mengandung maslahat bagi sang bayi. Apabila perut ibunya tidak dibedah, akan menimbulkan mafsadat berupa kematian sang bayi. Penjagaan bagi orang yang masih hidup lebih besar daripada penjagaan bagi orang yang telah mati. Akan tetapi, pada masa belakangan ini, ketika ilmu bedah telah berkembang, pembedahan perut atau anggota tubuh yang lain tidak dianggap sebagai perbuatan mencacati tubuh. Mereka (para ahli bedah) melakukannya kepada orang hidup dengan keridhaannya dan dengan keinginannya untuk menempuh berbagai cara pengobatan. Oleh karena itu, apabila para fuqaha melihat keadaan ini, besar kemungkinan bahwa mereka akan menghukumi bolehnya membedah perut ibu hamil dan mengeluarkan janin yang hidup, khususnya apabila kehamilan telah sempurna, dan dipastikan atau besar kemungkinan bahwa bayi yang dikeluarkan tersebut selamat. Alasan mereka dengan bolehnya mencacati mayat (ketika ada maslahat) menunjukkan hal ini. Termasuk perkara yang menunjukkan bolehnya membedah perut ibu hamil dan mengeluarkan janin yang hidup adalah (kaidah) apabila berbenturan beberapa maslahat dan beberapa mafsadat, didahulukan maslahat yang paling besar dan dilakukan mafsadat yang paling ringan. Sesungguhnya keselamatan perut dari pembedahan adalah maslahat, tetapi keselamatan dan kehidupan anak adalah maslahat yang lebih besar. Demikian juga membedah perut adalah mafsadat, tetapi membiarkan anak yang masih hidup tercekik di perut ibunya hingga meninggal adalah mafsadat yang lebih besar. Jadi, membedah (perut) adalah mafsadat yang lebih ringan. Kemudian, kita kembali, dan kita katakan bahwa membedah perut pada masa ini tidak dianggap sebagai tindakan mencacati tubuh, tidak pula dianggap sebagai mafsadat. Maka dari itu, tidak tersisa sedikit pun alasan yang menghalangi dikeluarkannya bayi tersebut secara keseluruhan. Wallahu a’lam. (Fatawa al-Mar’ah hlm. 213) Sumber: http://bit.ly/1VnCxH2 ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ 🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام] للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇 💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF] 🏀 www.alfawaaid.net

Tanya Jawab Ringkas – Seputar Puasa dan Hari Raya Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini. Hari Berpuasa “Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa (bersama pemerintah), hari Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua beridul fitri (bersama pemerintah), dan hari Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Adha (bersama pemerintah).” . ( HR. at-Tirmidzi 697) Apakah hadits ini sahih? Siapa yang dimaksud pemerintah? 08562XXXXXXX Jawaban: Ya, hadits tersebut sahih dan merupakan dalil yang menguatkan berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah, sebagaimana telah kami terangkan pada buku kami Fikih Puasa Lengkap. Pemerintah yang berijtihad menetapkan masuk-keluarnya Ramadhan serta hari raya berdasarkan ru’yah hilal atau menggenapkan bulan menjadi 30 tatkala hilal tidak terlihat. Alhamdulillah, pemerintah kita termasuk dalam jenis ini. Sirine Tanda Berbuka Puasa Di sebagian tempat, tanda ifthar biasanya dengan sirine atau dentuman meriam, apakah tanda ini dihukumi seperti azan maghrib sehingga kita boleh berbuka? 08180XXXXXXX Jawaban: Jika tanda itu bertepatan dengan terbenamnya matahari yang diketahui secara yakin atau dengan dugaan kuat berdasarkan jadwal jam buka puasa hasil ijtihad ahli hisab, boleh berbuka saat itu. Berbuka dengan Yang Manis Apakah ada dalil tentang saat berbuka puasa harus dengan makanan yang manis terlebih dahulu? 08527XXXXXXX Jawaban: Tidak ada dalil yang mengharuskan (mewajibkan) hal itu, tetapi ada dalil yang menganjurkan berbuka dengan kurma segar; jika tidak ada, dengan kurma kering; jika tidak ada, dengan air. Hukumnya hanya sunnah sebagaimana kata jumhur ulama. Puasa Ikut Pemerintah, Id Ikut Muhamadiyah Bolehkah puasa ikut pemerintah, tetapi shalat id ikut Muhamadiyah di lapangan (mendahului pemerintah)? Karena jika ikut pemerintah shalat Idnya dilaksanakan di masjid yang merupakan perbuatan bid’ah. 08585XXXXXXX Jawaban: Yang benar adalah puasa dan ‘Id bersama pemerintah walaupun pemerintah shalat ‘Id di masjid. Shalat ‘Id di masjid tidak mutlak bid’ah. Menurut guru kami yang mulia, al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah , “Shalat ‘Id di masjid padahal ada mushalla (tanah lapang) menyelisihi sunnah. Adapun berkeyakinan shalat ‘Id di masjid lebih utama, itu adalah bid’ah.” Namun, shalat ‘Id bersama Muhammadiyah berarti bergabung shalat dengan hizbiyun yang membangun amalannya berdasarkan bid’ah hisab dan mengajak kaum muslimin untuk keluar dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam —yakni bahwa penetapan puasa dan ‘Id adalah wewenang pemerintah, bukan pribadi dan golongan. Sunnah Puasa Syawal Apakah disunnahkan puasa pada hari kedua setelah idul fitri? 08528XXXXXXX Jawaban: Yang disunnahkan adalah puasa 6 hari pada bulan Syawal mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir Syawal, terserah dimulai puasa pada hari ke berapa. Wanita Hamil Berpuasa Apa boleh wanita hamil (dua bulan kehamilan) berpuasa? 08532XXXXXXX Jawaban: Wanita hamil wajib berpuasa, kecuali jika kondisinya lemah sehingga puasa berat baginya dan ia mengkhawatirkan dirinya atau risiko pada janin; boleh berbuka dan wajib mengqadha di luar bulan Ramadhan. Mencium Parfum Saat Berpuasa Apa hukumnya mencium parfum saat berpuasa? 08234XXXXXXX Jawaban: Boleh mencium dan mengenakan parfum saat puasa, karena tidak ada zat berwujud yang dihirup melalui hidung, tetapi hanya sebatas bau harum. Untuk lebih lengkapnya, silakan membaca buku kami “Fikih Puasa Lengkap”. Jualan Kue Saat Ramadhan Bagaimana jika kita berjualan kue basah pada pagi hari bulan Ramadhan dengan keliling rumah warga, apakah termasuk perbuatan ta’awun dalam perbuatan dosa? 08775XXXXXXX Jawaban: Insya Allah tidak mengapa, kecuali jika Anda mengetahui atau menduga kuat (tanpa bertanya kepada yang bersangkutan) bahwa keluarga atau orang itu tidak berpuasa tanpa uzur, maka tidak boleh menjual kepadanya. Kafarat Jima’ Apa kafarat jima’ saat berpuasa pada bulan Ramadhan? 08572XXXXXXX Jawaban: Kafaratnya adalah berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, memberi makan 60 fakir miskin dengan makanan pokok (beras) mentah atau yang sudah dimasak seukuran yang mengenyangkan sekali makan. Kirim SMS Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda , insya Allah . Seluruh materi rubrik Tanya Jawab Ringkas (Asy-Syariah) dapat di akses di www.tanyajawab.asysyariah.com Sumber : http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-seputar-puasa-dan-hari-raya/

Introspeksi Diri di bulan Ramadhan (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari) Shahabat yang mulia Abu Hurairah z berkata: Rasulullah n bersabda: “Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” Hadits di atas dikeluarkan …

::: إِيَّـاكَ أَنْ يَدْخُلَ رَمَـضَان وَقَلْبُكَ غَافـِلٌ ::: ✍ قـالَ الحَـافِظُ ابْـنُ رَجَـبْ -رَحِـمَهُ الله-: ❍ يا من طالتْ غيبتُه عنَّا، قد قرُبت أيَّامُ المُصالَحة! يا من دامت خسَارَتَهُ قد أقبلَتْ أيَّامُ التجارةِ الرابحة! ❒ من لم يربح في هذا الشَّهرِ ففي أيِّ وقتٍ يربَح؟! من لم يَقْ…

DO'A MELIHAT HILAL Lafadz : (( الله أكبر، اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان، والسلامة والإسلام، و التوفيق لما تحب ربنا وترضى،ربنا و ربك الله )) "Allahu Akbar, Ya Allah terbitkanlah al-hilal kepada kami dengan keamanan dan iman, keselamatan dan Islam serta taufiq kepada apa yang Engkau cintai d…

ISTRI SHOLIHAH ADALAH SAHABAT HIDUP Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Istri salihah menjadi sahabat hidup suaminya yang saleh dalam mengarungi tahun-tahun yang panjang. Dialah perhiasan yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, ‘Dunia adalah …

HUKUM SHOLAT TAROWIH SUPER CEPAT Asy-Syaikh Ibnu Baaz -rohimahulloh- berkata : "Kebanyakan orang ketika sholat tarowih di bulan Romadhon, mereka sholat tanpa memahami maknanya dan tanpa thuma'ninah. Bahkan mereka sholat dengan cepat seperti ayam sedang memunguti biji-bijian. Yan…