Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

TAHU KADAR DIRI, KUNCI KESELAMATAN DALAM BERAMAL DAN BERDAKWAH Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله Saya ingatkan buat diri saya sendiri dan segenap ikhwany dan akhwaty. Wasiat dari Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah : "Kita harus menyingkirkan dari diri kita ini segala …

BOLEHKAH MEMBERI ZAKAT MAL KEPADA ORANG YANG MAMPU Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin: Tanya: Apakah boleh bagi orang yang mampu mengambil shodaqoh dari orang kaya? Jawab: Apabila harta yang dibagikan yang dimaksud adalah zakat maal, maka tidak halal untuk memgambilnya KECUALI orang…

Ebook Edisi Khusus AWAS! KOMUNISME BANGKIT KEMBALI Komunisme belum mati. Ibarat ilalang, setiap kali dibabat, ia tetap saja tumbuh. Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai representasi komunisme di Indonesia, meski secara fisik sudah mati, tetapi tetap hidup sebagai ideologi. Di masa lalu, PKI pernah menjadi partai besar, bahkan disebut-sebut yang terbesar di luar Uni Soviet dan China. Wajar jika sisa kekuatannya tidak bisa dipandang remeh. Anak biologis mereka yang dididik secara komunis atau kader-kader militannya, akan melanjutkan “estafet” ideologinya, berupaya mengembalikan kejayaan PKI. Bermetamorfosa ke mana-mana, diiringi pemutarbalikan fakta sejarah, penyusupan/infiltrasi, agitasi dan propaganda, upaya untuk kembali menghidupkan paham komunisme tidak lagi hanya retorika. Reformasi yang kebablasan memberi peluang munculnya multiideologi, termasuk komunis yang terus unjuk gigi. Maraknya simbol palu arit di berbagai tempat dan peristiwa, kelompok-kelompok diskusi yang membela “HAM” PKI, konsolidasi kader PKI melalui kongres, temu raya, dll., hingga munculnya buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" menjadi bukti keberanian komunis untuk eksis. 〰〰〰〰〰 Selengkapnya.... silakan unduh dan simak *E-Book GRATIS* ini ! Link https://market.android.com/details?id=book-9t1CDAAAQBAJ ------------- 🚀 *SEBARKAN SEMAMPUNYA* 👍Jangan lupa beri komen dan rating ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

DO'A ISTIFTAH DALAM SHALAT TARAWIH al Lajnah ad Daimah lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta* ditanya: Apakah pada shalat-shalat sunnah, seperti tarawih. Apakah membaca do'a istifitah setiap dua raka'at atau cukup sekali di awal shalat? Jawaban: Tidak cukup seorang membaca do'a istiftah, hanya…

NUZULUL QUR`AN : AL-QUR`AN TURUN PADA MALAM LAILATUL QODR BUKAN PADA 17 RAMADHAN Allah turunkan al-Qur`an pertama kali di Lailatul Qodr (malam kemuliaan) pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ "Sesungguhnya Kami menurunkan (alQur`…

BENARKAH 10 HARI PERTAMA RAMADHAN ADALAH RAHMAT? SMS YANG TIDAK BENAR "HARI RABU (kemarin tanggal 10 Ramadhan, pen) 👉🏻 Telah berakhir sepuluh hari ''Rahmat" 👉🏻 Akan datang sepuluh hari "Ampunan" Aku meminta kepada Allah di hari yang mulia ini agar kita menjadi termasuk orang-orang …

HAKIKAT HIKMAH DARI PUASA Asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah ditanya: Pertanyaan: Tidak ragu lagi, sesungguhnya puasa itu memiliki banyak makna yang tinggi lagi agung. Maka kami ingin bertanya Wahai Syaikh yang mulia:  .Apa hakikat tujuan dari Puasa itu? Jawaban: Tujuan…

Siapakah Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani? Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali ditanya, "Apakah Syaikh al-Albani adalah pemimpin ahlil hadits di zaman ini?" Jawab al-Allamah al-Muhadits Rabi' bin Hadi Umar al-Madkhali -semoga Allah angkat kemulian beliau di dunia dan akhirat-, "Dem…

 .SESEORANG YANG MENINGGAL DI PERTENGAHAN BULAN ROMADHON APAKAH WALINYA BERPUASA ATASNYA Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin : Tanya: Fadhilatus Syeikh, apa hukum bagi orang yang meninggal dan dia memiliki HUTANG PUASA DI BULAN RAMADHAN? Jawab: Apabila seseorang meninggal …

SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN - PERBEDAAN ISTILAH ANTARA TARAWIH, TAHAJJUD, DAN WITIR DEFINISI SHOLAT MALAM (QIYAAMUL LAIL) Shalat malam (qiyaamul lail) adalah shalat sunnah yang dilakukan di antara shalat Isya’ hingga shalat Subuh. Shalat malam itu terdiri dari rakaat genap dan rakaat …

1. Buku Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah DOWNLOAD . 2. Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi DOWNLOAD 3. Akidah Imam Al-Muzani DOWNLOAD 4. Memahami Makna Bacaan Sh…

Apa yang Kita Lakukan Tatkala Para Ulama Berselisih Pendapat di Dalam Masalah Fikih, Apakah Kita Mengambil Pendapat yang Paling Mudah atau Paling Sulit Pertanyaan: Syaikh yang mulia, sehubungan dengan perselisihan pendapat ulama dalam permasalahan fikih, apakah kami mengambil pendapat yang paling paling kerasnya sebagai bentuk berlepas diri dengan (memenuhi) beban syariat, ataukah kami memilih pendapat yang paling mudah dalam rangka mengamalkan hadits yang menyatakan bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila diberi pilihan antara dua perkara, beliau memilih yang paling mudahnya. Jawaban asy-Syaikh Ibnu  .'Utsaimin رحمه الله: Apa pendapatmu apabila ada seseorang sakit dan ada dua dokter yang berselisih pendapat di dalam menanganinya. Salah satunya mengatakan, "Makanlah obat ini." Yang satunya mengatakan, "Yang ini saja." Dokter mana yang diturutinya? Penanya menjawab, "Dokter yang paling bagus ilmu kedokterannya." Syaikh mengatakan, "Benar. Ia akan memilih dokter yang paling tepercaya. Yang paling dipercaya ilmu dan pemahamannya. Demikian pula di dalam permasalahan agama. Apabila ada dua ulama berselisih pendapat, yang engkau yakini lebih dekat kepada kebenaran, ambil pendapatnya, sama saja apakah pendapatnya itu lebih sulit atau lebih mudah (untuk engkau kerjakan). Apabila keduanya sama keadaannya menurutmu, atau engkau tidak tahu, sebagian ulama ada yang mengatakan, "Ambil pendapat yang paling hati-hati, yaitu yang paling kerasnya." Ada yang menyatakan, "Ambil pendapat yang paling mudah." Ada pula ulama yang berpendapat, "Engkau diberi pilihan. Bahkan taruhlah engkau mengamalkan pendapat ulama yang ini pada hari ini dan mengamalkan pendapat ulama satunya pada hari berikutnya, tidak mengapa." Namun yang lebih dekat kepada kebenaran menurutku adalah engkau mengambil pendapat yang paling mudah; kecuali bila kau dapati hatimu cenderung kepada pendapat yang paling keras, ambillah pendapat yang paling keras tersebut. Karena Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, البر ما اطمأنت إليه النفس واطمأن إليه القلب والإثم ما حاك في نفسك. "Kebaikan itu adalah sesuatu yang jiwa dan kalbumu tenang dengannya, sedangkan dosa itu adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwamu." Sumber: Silsilah Liqà'at al-Bab al-Maftuh no.140 bit.ly/majalahqonitah 📌ماذا نفعل في حالة إختلاف العلماء في الأقوال الفقهية ، هل نأخذ باﻷسهل أم اﻷشد ؟؟؟ ...┈•┈••✶✿✶••┈•┈ #الســــــــؤال:- فضيلة الشيخ, في حالة اختلاف العلماء في الأقوال الفقهية، هل نأخذ بالذي يقول الأشد إبراءً للذمة أم نأخذ بالذي يقول بالأسهل عملاً بالحديث (أن الرسول صلى الله عليه وسلم كان إذا خُيِّر بين أمرين، أخذ بأسهلهما) ؟ #الجــــــــواب: أرأيت لو كان إنسان مريضاً واختلف عليه طبيبان، أحدهما قال: خذ هذا العلاج، والثاني قال: خذ هذا العلاج، من يأخذ بقوله؟ الســــائل: بالأقوى في الطب. الشيــــخ: نعم، بالأوثق. الأوثق عنده علمٌ وفهمٌ. هكذا أيضاً المسائل الدينية، إذا اختلف عندك عالمان، فالذي ترى أنه أقرب إلى الصواب خذ به، سواء كان أشد أو أيسر. فإن تساووا عندك أو لا تدري، فمن العلماء من يقول: خذ بالأحوط، وهو الأشد. ومنهم من يقول: خذ بالأيسر. ومنهم من قال: أنت مخير، حتى لو عملت بقول هذا العالم اليوم، وبقول العالم الثاني غداً فلا بأس في ذلك. لكن الأقرب عندي أنك تأخذ بالأيسر، إلاَّ إذا وجدت قلبك يميل إلى القول الأشد فخذ به؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «البر ما اطمأنت إليه النفس، واطمأن إليه القلب، والإثم ما حاك في نفسك». _______________ ✍ #المصــــدر : سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [140] رابط المقطع الصوتي http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_140_15.mp3 ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ ...┈•┈••✶✿✶••┈•┈ •✿●قـــنَاةُ جَــوَامِعُ الفِقْـــهُ المُيَــسْر●✿• https://telegram.me/jawamiealfaqqihalmaysar https://goo.gl/ZjpEH0