Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

MENINGGAL DI HARI JUMAT Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Apakah meninggal di hari Jumat memiliki keistimewaan dan termasuk tanda khusnul khatimah (akhir hidup yang baik). Apakah diriwayatkan perkara dalam hal itu? Jawaban: Saya tidak mengetahui sedikit p…

UNGKAPAN LAW LA (KALAU BUKAN) YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH . Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah "Dalam bab ini kami memiliki beberapa ungkapan, maka hendaknya perhatikan mana yang tepat? Pertama: Kalau bukan karena Allah menyelamatkanku dengan fulan niscaya aku mati. Ungkapan ini benar dan merupakan ungkapan yang paling bagus. Kedua: kalau bukan karena fulan menyelamatkanku niscaya aku tenggelam. Hal ini benar apabila orang yang menyelamatkannya itu nyata. Adapun jika keberadaan orang yang menyelamatkannya telah meninggal maka hal ini tidak boleh. Ketiga: kalau bukan karena Allah kemudian (tsumma) fulan niscaya aku tenggelam. Maka ungkapan ini boleh. Keempat:Kalau bukan karena Allah lalu (al-fa') fulan niscaya aku tenggelam. Maka ungkapan ini tidak baik. Kelima: kalau bukan karena Allah dan fulan, maka ungkapan ini tidak boleh, karena Anda telah menyekutukan Allah bersama fulan dengan huruf al-wawu (dan) yang berkonsekuensi menyamakam. Dan hal ini tidak boleh. Wallahu a'lam Ta'liq 'ala Shahih Muslim 1/726-728 Al-UKHUWWAH http://bit.ly/Al-Ukhuwwah ولدينا في هذا الباب عبارات ، فلننظر أيها أصح ؟ الأولى : لولا أن الله أنقذني بفلان لهلكت ، هذه صحيحة ، وهي من أحسن العبارات . الثانية : لولا أن فلاناً أنقذني لغرقت ، هذا صحيح ـ إذا كان أنقذه حقيقة ـ أما إذا كان ميتاً ، فهذا لا يجوز . الثالثة : لولا الله ثم فلان لغرقت ، فهذه جائزة . الرابعة : لولا الله ففلان لغرقت ، فهذه بين بين . الخامسة : لولا الله وفلان ، فهذه غير جائزة ؛ لأنك شركت الله تعالى مع فلان بحرف يقتضي التسوية ، وهذا لا يجوز ، والله أعلم . ص726 ـ 728 . Dalil untuk point 2 artikel ungkapan law laa yang boleh dan tidak boleh Dari Al Abbas bin Abdul Muthalib, berkata, “Wahai Rasullulah, apakah engkau bisa memberi manfaat kepada Abu Thalib, sebab dia dulu memeliharamu dan membelamu?” Jawab beliau, “Benar, dia berada di neraka yang paling dangkal, kalau bukan karenaku niscaya dia menjadi penghuni neraka yang paling bawah. Berkata Syaikh Ibnul 'Utsaimin rahimahullah: Boleh menyandarkan sesuatu kepada sebabnya dengan lafadh law laa (kalau bukan) berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: (kalau bukan karenaku niscaya dia menjadi penghuni neraka yang paling bawah) dan syahidnya (dalilnya) : kalau bukan karenaku عن العباس بن عبدالمطلب أنه قال : يارسول الله هل نفعت أبا طالب بشيء فإنه كان يحوطك ويغضب لك ؟ قال : ( نعم . هو في ضحضاح من نار . ولولا أنا لكان في الدرك الأسفل من النار ) . يجوز إسناد الشيء إلى سببه بلفظ لولا ، لقوله ( لولا أنا ، لكان في الدرك الأسفل من النار ) والشاهد قوله : ( لولا أنا ) .

TADABBUR SURAT AL-KAHFI Keutamaan Surat al-Kahfi. مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ Barangsiapa yang menghafal 10 ayat dari awal surat al-Kahfi, akan terlindungi dari ad-Dajjal (H.R Muslim dari Abud Darda’). مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَه…

SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN, HIDUPKANLAH !! Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma berkata, bahwasanya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dahulu tidaklah tidur kecuali dalam keadaan siwak ada di sisi beliau. Maka jika beliau bangun beliau memulai dengan bersiwak. (Ash-Shahihah 2111) Sumber T…

APAKAH POTONGAN KUKU DAN RAMBUT DISYARI'ATKAN DIPENDAM DI TANAH ? FATWA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAAZ PERTANYAAN PERTAMA:  . Aku mendengar sebagian manusia mengatakan, bahwa jika sudah selesai memotong kuku, maka hendaknya diambil dan dikubur pada tempat tertentu, dan k…

TUDUHAN DUSTA YANG DIBUAT-BUAT OLEH PARA MUSUH-MUSUH TAUHID DAN JAWABAN TERHADAPNYA Ditulis oleh syaikh Abu Ammar 'Ali Bin Husain Al Hudzaifi حفظه اللّٰه. Mereka mengatakan : "Sesungguhnya jalan dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab telah melahirkan kekacauan dalam hal pengkafiran terhadap kaum muslimin" , bahkan sebagian mereka mengatakan : "Sesungguhnya gerakan Juhaiman, peledakan bom di daerah 'Ulayya dan daerah lainnya di Kerajaan Saudi Arabia tidak lain adalah merupakan hasil dari dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab. Dan disana ada yang mengatakan : "Sesungguhnya dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab telah menghasilkan kelompok Da'isy (ISIS) dan yang semisal dengannya". Yakni syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab datang dengan membawa pemikiran takfir yang menimbulkan gerakan pemberontakan terhadap penguasa, dan menimbulkan terjadinya peledakan-peledakan dan aksi-aksi bom bunuh diri serta menghasilkan jaringan-jaringan terorisme. A. Ini merupakan syubhat paling zholim yang dikobarkan untuk memperburuk citra dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab yaitu syubhat pengkafiran terhadap kaum muslimin, penghalalan darah mereka dan pembolehan dalam memerangi mereka. Dan syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dakwahnya tegak di atas dua perkara : Yang pertama : Bahwa beliau tidaklah mengkafirkan melainkan orang yang dikafirkan oleh Allah dan RosulNya dan disepakati oleh umat islam atas kekafirannya, seperti orang yang memalingkan ibadah kepada selain Allah Ta'ala. Yang kedua : Keharusan dalam menegakkan hujjah atas orang yang belum sampai kepadanya ilmu. Dan sungguh syaikh telah terang-terangan dalam berlepas diri dari apa yang dituduhkan kepada beliau berupa kedustaan-kedustaan ini dan beliau membantah syubhat-syubhat semisal ini serta beliau mengirimkan bantahan-bantahannya ke berbagai negeri. Beliau berkata dalam salah satu risalahnya : "Adapun apa yang disebutkan oleh para musuh-musuh dakwah bahwa aku mengkafirkan dengan sebab praduga dan dengan sebab loyalitas atau aku mengkafirkan seorang yang jahil yang belum tegak hujjah atasnya, maka ini merupakan kedustaan yang besar yang mereka ingin membuat manusia lari dari agama Allah dan RosulNya". Dan beliau berkata pada risalah beliau yang lain ketika membantah sebagian orang yang mengada-adakan kedustaan : "Demikian pula penipuan yang ia lakukan terhadap orang-orang yang bodoh bahwa Ibnu Abdil Wahhab mengatakan : orang yang tidak masuk dalam ketaatan kepadaku maka ia kafir. Kita katakan : Maha suci Engkau (Ya Allah) ini merupakan kedustaan yang besar, bahkan kami jadikan Allah sebagai saksi atas apa yang Dia ketahui dari hati-hati kami bahwa barangsiapa yang mengamalkan tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya maka ia seorang muslim di zaman apapun dan tempat manapun, namun kita hanyalah mengkafirkan orang yang menyekutukan Allah dalam ibadah setelah nampak baginya hujjah atas batilnya kesyirikan". Dan yang benar bahwa sumber takfir masa ini pada hakikatnya adalah kitab-kitab Ikhwanul Muslimin secara umum dan kitab-kitab Sayyid Quthb secara khusus. Dan para da'i Ikhwanul Muslimin mengakui bahwa  .pemikiran takfir ini meluap hingga ke permukaan masyarakat disebabkan kitab-kitab Sayyid Quthb terutama kitab "Zhilalul Quran" dan "Ma'alim Fit Thoriq" dan masyarakat melihat pengaruh-pengaruh dari kitab-kitab Sayyid Quthb dengan pandangan mata mereka sendiri, lantas ada apa dengan upaya pengkaburan ini ? Dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab telah berjalan selama tiga abad lamanya dan tidaklah menghasilkan melainkan kebaikan, diantara kebaikan yang terhasilkan dari dakwah beliau adalah kebangkitan ilmu yang bisa disaksikan, amar ma'ruf dan nahi mungkar serta dakwah kepada tauhid dan selain itu. Dan barangsiapa yang menuduh dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dengan tuduhan dusta ini maka ia mengetahui bahwa sebab adanya pemikiran takfir adalah kitab-kitab Sayyid Quthb namun ia terus-menerus membela Sayyid Quthb dengan kuat dan terus-menerus menyematkan tuduhan takfir kepada Al Imam Al Mujaddid Muhammad Bin Abdil Wahhab secara zholim. B. Adapun ucapan mereka : "Sesungguhnya dakwah Muhammad Bin Abdil Wahhab telah melahirkan kelompok Da'isy (ISIS) dan yang semisalnya". Maka jawaban kita dari tuduhan dusta tersebut ialah bahwa dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab berbeda dengan apa yang dilakukan oleh jaringan Da'isy (ISIS) teroris, dan itu nampak dari beberapa sisi : 1. Bahwasanya Jazirah Arab yang merupakan tempat dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab tidaklah melahirkan pemikiran takfir selama kurang lebih tiga abad, seandainya apa yang mereka ucapkan itu benar niscaya bumi Jazirah Arab menjadi sumber Da'isy (ISIS) dan sekte-sekte berpemikiran takfir di sepanjang tiga abad ini dengan keluarnya Khowarij dari waktu ke waktu, namun kita dapati bahwa sumber jaringan-jaringan berpemikiran takfir adalah bumi Mesir, bumi Iraq, Syam dan Yaman dan selain tempat tersebut dari tempat-tempat yang menyebar disana dakwah kelompok Ikhwanul Muslimin dan cabang-cabangnya, dan kita dapati bahwa bumi Haromain (Makkah dan Madinah) merupakan bumi ilmu dan ulama' di sepanjang tiga abad lamanya. Maka bagaimana mungkin bumi Mesir, Irak, Syam dan Yaman dan selain tempat tersebut melahirkan jaringan-jaringan terorisme dengan dugaan bahwa jaringan-jaringan terorisme tersebut terpengaruh dengan dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab, sementara bumi Haromain yang merupakan sumber dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab tidak melahirkan jaringan-jaringan terorisme tersebut ?! 2. Bagaimana mungkin dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab melahirkan jaringan Da'isy (ISIS) padahal kita melihat bahwa orang-orang yang berdiri menghadapi (melawan) jaringan terorisme ini adalah para da'i-da'i tauhid dan tentara-tentaranya yang setia dari kalangan anak-anak madrosah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dan orang-orang yang terpengaruh dengan dakwahnya ?! Kita semua mengetahui bahwa Kerajaan Saudi Arabia-yang tegak di atas asas-asas dakwah tauhid-memerangi terorisme dengan jujur, dan membelanjakan anggaran yang besar untuk memerangi terorisme bahkan Kerajaan tersebut termasuk negara terdepan yang berdiri dengan sungguh-sungguh dan teguh dalam menghadapi jaringan-jaringan terorisme ini yang mana islam berlepas diri dari jalan dan perbuatan-perbuatannya. 3. Bahwasanya madrosah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab berdiri di atas baiat terhadap para penguasa di bumi Haromain (KSA) dan tulus dalam melakukan baiat tersebut serta menetapi jamaah mereka. 4. Bahwasanya para pembesar jaringan-jaringan terorisme ini dan para da'i yang mengajak kepada pemikiran takfir ini menuduh madrosah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab dengan tuduhan Murjiah dan menuduh mereka dengan sifat yang paling keji dikarenakan mereka meyakini tentang wajibnya mendengar dan mentaati penguasa, maka ini menunjukkan adanya perbedaan yang besar antara madrosah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab yang meyakini wajibnya mendengar dan mentaati penguasa dengan madrosah-madrosah berpemikiran takfir. 5. Penelitian-penelitian ilmiah telah menetapkan bahwa yang melindungi jaringan-jaringan terorisme ini dan menyediakan bantuan pangan terhadapnya serta membantunya dengan anggaran dana yang besar adalah musuh-musuh tauhid seperti Iran yang telah melahirkan kaum Hutsiyyun di Yaman dan dan melahirkan apa yang disebut Hizbullah di Lebanon dan semisal itu pula di Bahrain dan selainnya serta mengatur pergerakan jaringan ISIS dan mempekerjakannya dalam rangka melayaninya dan melaksanakan rencana-rencananya di Jazirah Arab dan selainnya, semua itu dalam rangka membuat huru-hara di tempat-tempat tersebut. Dan agenda orang-orang kafir punya andil dalam pembentukan jaringan Da'isy (ISIS) atau dalam melindunginya dan menyediakan pangan untuknya dalam rangka bekerja sama dalam menguasai negeri-negeri kaum muslimin dan memperburuk citra dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab yang murni. 6. Bahkan musuh-musuh dakwah syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab رحمه اللّٰه merekalah yang mengkafirkan keumuman kaum muslimin. Maka Iran dan para pengikutnya dari kalangan Rofidhoh mengkafirkan negeri-negeri kaum muslimin secara umum dan mereka tidak memandang adanya negara yang syar'i kecuali negara Iran dan orang-orang yang mengikutinya, oleh karena inilah mereka menyodorkan revolusi mereka kepada keumuman negeri-negeri kaum muslimin, dan tidaklah kegoncangan-kegoncangan serta kekacauan yang ditimbulkan oleh Iran melainkan disebabkan revolusi yang mereka cetuskan. Maka pemikiran takfir yang sesungguhnya ada pada musuh-musuh dakwah tauhid dari kalangan Quburiyyin Rofidhoh, adapun kaum Shufiyyah maka kita tidak mendapati mereka memiliki sikap yang mulia dari kekacauan yang ditimbulkan oleh Iran ini, dan ini tidaklah aneh dikarenakan tasawwuf merupakan pintu masuk menuju pemikiran tasyayyu' (syi'ah). Jika mereka (kaum Shufiyyah) jujur dalam memerangi pemikiran takfir dan terorisme maka hendaklah mereka menampakkan kepada kita sikap yang mulia dari pemikiran takfir yang berjalan di atasnya kaum Rofidhoh ini. Sumber : Risalah yang berjudul "Firyah Li A'daa-it Tauhid Wal Jawabu 'Anha". Selesai. Diterjemahkan oleh : telegram.me/dinulqoyyim

NASEHAT UNTUK PARA IKHWAH AGAR BERSEMANGAT PADA PEKERJAAN YANG TIDAK MENGIKAT Berkata Asy Syaikh Mushthofaa Mabrom-_hafidzohulloh Aku menasehatkan kepada saudara-saudaraku- _jazaa kumulloh khoiron_- terkhusus yang tinggal diluar negara-negara islam untuk bersemangat pada pekerjaan yang …

MENGENAL JEMBATAN YANG AKAN DILEWATI MANUSIA PADA HARI KIAMAT Soal: Apakah yang dimaksud dengan shirath yang dipancangkan di atas Jahanam? Bagaimanakah hukum beriman kepada shirath ini? Dan apakah semua yang melewatinya akan mendapatkan rasa sakit? Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah …

NASEHAT BAGI ORANG YANG BERHUTANG Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Mayoritas orang terjatuh pada banyak hutang. Apa nasehat Anda bagi pedagang dan orang yang berhutang dan selain mereka dalam masalah ini, Syaikh? Jawaban: Nasehatnya adalah bahwa seseorang hendaknya berusaha berhemat dan tidak berhutang. Hendaknya dia gembira dengan apa yang Allah Ta'ala mencukupinya dari hutang sebisa mungkin. Namun jika dia perlu berhutang maka hendaknya dia berniat melunasi hutang dan berusaha dalam melunasi hutang bila dia membutuhkannya berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:  .مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ. “Barangsiapa yang mengambil harta orang dengan maksud mengembalikannya, maka Allah akan (menolong) untuk mengembalikannya. Dan barangsiapa yang mengambilnya dengan maksud merusaknya, maka Allah akan merusaknya.” [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 598)], Shahiih al-Bukhari (V/53, no. 2387).] Sehingga hendaknya berusaha dengan niat yang baik dan hendaknya dia berhutang karena faktor yang mendesak dan tidak memperbanyak hutang karena bisa jadi dia tidak sanggup membayarnya. Jadi, seyogyanya dia berhemat dalam urusan dan memilih berhemat dalam pakaiannya, makannya, minumannya dan lainnya sehingga dia tidak perlu banyak hutang. Adapun bila dia perlu berhutang maka hendaknya dia berusaha melakukan sebab-sebab terbayarnya hutang dengan cara yang dia menyanggupinya disertai niat yang baik. Hendaknya niatnya adalah bersegera melunasi hutang ketika mudah baginya hal itu. Jangan dia bermudah-mudahan yakni hendaknya dia memiliki niat yang baik yaitu bekerja dan berusaha melunasi hutang. Nurun 'Ala ad Darb 947 http://bit.ly/Al-Ukhuwwah نصيحة للمدينين السؤال: وقع كثير من الناس في ديون كثيرة, ما نصيحتكم للتاجر والمدين وغيرهم في هذه الأمور سماحة الشيخ؟الجواب: النصيحة أن الإنسان يجتهد في الاقتصاد وعدم الدين، ويفرح بما أغناه الله عن الدين مهما أمكن، وإن احتاج إلى الدين فيكون عنده نية أنه يسدد الدين وأنه يجتهد في سداد الدين إذا أضطر إليه لقول النبي صلى الله عليه وسلم: (من أخذ أموال الناس يريد أداءها أدى الله عنه، ومن أخذها يريد إتلافها أتلفه الله)، فليجتهد في النية الصالحة، وليستدن الذي تدعو إليه الضرورة، ولا يستكثر من الدين فإنه قد يعجز عن الأداء فينبغي له الاقتصاد في أموره وتحري الاقتصاد في ملبسه، ومأكله، ومشربه وغيره ذلك حتى لا يحتاج إلى الدين الكثير، وإذا احتاج للدين فليجتهد في أسباب قضاء الدين بالطرق التي يستطيعها مع النية الصالحة، نيته أنه يبادر بالدين من حين يتيسر له ذلك، لا يتساهل، يعني يكون عنده نية صالحة أنه يعمل ويجتهد لقضاء الدي Fatwa Syaikh Bin Baz Tentang Seorang yang Akan Membayar Hutang Tapi Pihak Penghutang Sudah Tidak Ada diterjemahkan Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Pertanyaan: Wahai Syaikh yang mulya, saya memiliki hutang kepada beberapa orang. Sebagian waktunya sudah lama, sebagian waktunya masih belum lama. Pada saat mereka menagih hutangnya, waktu itu saya belum punya uang. Sekarang saya punya uang. Akan tetapi sebagian mereka ada, sebagian lagi tidak ada (tidak ketemu). Apa yang saya lakukan terhadap harta orang-orang yang tidak diketemukan? Jawaban Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah dan sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah dan kepada keluarga, Sahabat, dan orang yang mendapat petunjuk dengan PetunjukNya. Amma ba’du… Hendaknya anda berusaha bertanya tentang tempat-tempat mereka. Jika alamat-alamat mereka telah diketahui kirimkan hak-hak mereka. Ini yang wajib bagi anda. Karena menunaikan hutang adalah wajib dan ini adalah media untuk menunaikannya. Anda wajib bertanya dan berusaha keras hingga mengetahui tempat-tempat dan alamat-alamat mereka. Kemudian mengirimkan hak-hak mereka. Dan jangan tergesa-gesa (untuk memastikan mereka tidak ketemu, pent). Mungkin saja mereka akan datang. Mungkin anda mengetahui alamat-alamat mereka, jika mereka belum datang jangan tergesa-gesa. Jika anda sudah putus asa (yakin mereka memang tidak ditemukan setelah berusaha keras, pent), maka bershodaqohlah (sejumlah hak mereka, pent) diniatkan untuk mereka. Jika mereka kemudian datang (setelah anda shodaqohkan, pent), berikan mereka pilihan. Jika mereka menerima harta itu dishodaqohkan, maka pahalanya untuk mereka. Jika mereka tidak terima, maka pahala shodaqoh itu untuk anda dan anda harus memberikan hak mereka kepadanya. Kita meminta kepada Allah agar Dia memberikan taufiq kepada semuanya. Jazaakumullahu khairan. Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/12963 http://salafy.or.id/blog/2015/02/18/fatwa-syaikh-bin-baz-tentang-seorang-yang-akan-membayar-hutang-tapi-pihak-penghutang-sudah-tidak-ada/ APA HUKUM MENUNDA MENGEMBALIKAN PINJAMAN DARI WAKTU YANG DITENTUKAN? . Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah . Pertanyaan: Jika seseorang meminjam sesuatu , namun tidak dia kembalikan pada waktu yang ditentukan dan bermudah-mudahan dengannya padahal pemiliknya memerlukan barang yang dipinjam tersebut. Berdosakah orang itu karena perbuatannya? . Jawaban: Apabila pinjaman tersebut ditentukan waktu peminjamannya, maka wajib baginya mengembalikan setelah habis waktunya dan dia berdosa apabila tidak dilakukannya. Sehingga ketika diberikan kepadanya semisal mobil untuk dipinjam selama sehari atau dua hari, maka dia kembalikan setelah waktunya. Begitu pula ketika diberikan kepadanya semisal kebutuhan lainnya yang dia mendapat manfaat darinya, maka dia kembalikan setelah waktu yang ditentukan dan tidak boleh baginya bermudah-mudahan pada hal ini, karena merupakan kezhaliman. Apabila dia bermudah-mudahan, maka dia telah berbuat zhalim dan termasuk sebab jeleknya kondisi hubungan antar tetangga dan sahabat. Kemudian apabila dia berbuat zhalim atas pinjaman, maka dia bertanggung jawab terhadapnya, maksudnya wajib baginya memperhatikan pinjaman dan menjaganya serta mengembalikannya di waktu yang telah ditentukan. Sehingga apabila selama batasan waktu dia menyelesaikan keperluannya, maka hendaknya segera mengembalikannya. Semoga Allah meridhai dan memberi pahala bagi kalian. . http://www.binbaz.org.sa/node/20281 Sumber: http://bit.ly/Al-Ukhuwwah TAMBAHAN FAEDAH DARI SYAIKH IBNU 'UTSAIMIN JANGAN MUDAH BERHUTANG !!!* Berkata Al 'Allamah Ibnul 'Utsaimin rahimahullah : "Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk berhutang kecuali apabila dalam kondisi darurat. Tidak berhutang untuk menikah, tidak pula untuk membangun rumah, tidak pula untuk barang-barang tidak penting (yang hanya bersifat) pelengkap dalam rumah, semua ini termasuk kedunguan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman : ولْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِه "Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya"_ [QS. An-Nur: Ayat 33] Ini dalam urusan nikah, bagaimana menurutmu dengan urusan yang jauh lebih rendah daripadanya?" ___________ Syarhu Riyadhish Shalihin (2/337) ***** http://bit.ly/alistifadah Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/10/jangan-mudah-berhutang.html Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

PROSES MANUSIA MELEWATI ASH-SHIROTH (JEMBATAN DI ATAS NERAKA) Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan proses melawati ash-shirath (jembatan di atas neraka), “Sekarang pikirkanlah tentang apa yang akan kamu hadapi  .berupa ketakutan yang ada pada hatimu ketika kamu melihat shirath da…

BOBOLNYA BENTENG KOKOH NAHAWAND Umar radhiyallahu 'anhu mampu memprediksi dahsyatnya pertempuran nanti. Oleh sebab itu Umar menunjuk Hudzaifah radhiyallahu 'anhu sebagai panglima tertinggi jika An Nu'man gugur. Apabila Hudzaifah gugur, maka yang menggantikannya adalah Jarir bin Abdill…

IBU MERTUA ADALAH MAHRAM SELAMANYA, BOLEH BERSAFAR DENGANNYA, BOLEH BERKHALWAT (BERDUA-DUAAN) DENGANNYA SEKALIPUN PUTERINYA TELAH MENINGGAL ATAU DICERAI Berkata Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah: "Firman Allah: وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُم ْ Artinya: " Dan ibu-ibu dari…