Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Peran Istri Mewujudkan Suami Ideal Percaya atau tidak, kenyataannya memang demikian. Istri salihah adalah unsur penting dan salah satu komponen utama untuk menjadi suami ideal. Ibarat dua sisi mata uang, suami ideal dan istri salihah memang tidak dapat dipisahkan. Walhasil, hidup beruma…

TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ Tanya : “Bagaimana akan terwujud kemuliaan bagi kaum muslimin sementara saat ini kondisi mereka lemah di alam ini yang telah rusak berbagai sisinya. Sementara Yahudi dan Nashara-lah yang sekarang berkuasa di alam, berbuat sekehendak mereka…

NASEHAT UNTUK MUSLIMIN INDONESIA TERKAIT RENCANA DEMONSTRASI 4 NOVEMBER 2016 . Dari salah seorang ‘ulama kota suci Madinah, Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Badr al-‘Abbad hafizhahullah (mantan rektor Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, dan guru besar di Masjid Nabawi) ❓ السؤال : أن رئيس …

MENGGAPAI KERIDHOAN ALLAH Gambar diambil dari Pixabay Kaum muslimin -rahimakumullahu jami'an- merupakan dambaan setiap mukmin sekaligus cita-cita mereka adalah mendapatkan Allah عزوجل. Tidak ada seorangpun yang dia mengaku beriman kepada Allah namun dia tidak menginginkan hal ya…

APA HUKUM MENCIUM MUSHAF KETIKA JATUH DARI TEMPAT YANG TINGGI Samahatus syaikh Abdul Aziz Bin Baaz رحمه اللّٰه menjawab : Kami tidak mengetahui dalil tentang disyariatkannya mencium mushaf, namun kalau seseorang menciumnya maka tidak mengapa. dikarenakan diriwayatkan dari 'Ikrimah Bin Abi Jahl…

BAHAYA UJUB DAN MEMBANGGAKAN AMAL Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda: ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯَ ﺍﻟْﺒِﺤَﺎﺭَ، ﻭَﺣَﺘَّﻰ تُخَاﺽَ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﻞِ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺃَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﻳَﻘْﺮَأُوﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﺮَأُو ﻗَﺎﻟُﻮﺍ: ﻗَﺪْ ﻗَﺮَﺃْﻧَﺎ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ، ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻣِﻨَّﺎ؟ ﻣَﻦْ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻣِﻨَّﺎ؟ "Agama ini akan meraih kemenangan hingga menyeberangi lautan dan sampai lautan itu diselami dengan kuda di jalan Allah, kemudian akan datang beberapa kaum yang suka membaca al-Qur'an, lalu ketika mereka telah membacanya maka mereka mengatakan, "Kami telah membaca al-Qur'an, maka siapakah yang lebih hebat bacaannya dibandingkan dengan kami, siapakah yang lebih berilmu dibandingkan dengan kami?" Lalu beliau menoleh ke arah para shahabatnya kemudian bersabda: ﻫَﻞْ ﺗَﺮَﻭْﻥَ ﻓِﻲ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ؟ "Apakah kalian menilai ada sedikit saja kebaikan pada orang-orang itu?" Para shahabat menjawab, "Tidak." Maka beliau bersabda: ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ، ﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻷﻣَّﺔِ، ﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﻭَﻗُﻮﺩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ . "Mereka itu berasal dari kalian, mereka itu berasal dari umat ini, dan mereka itu adalah bahan bakar neraka." Silsilah ash-Shahihah, no. 3230 Sumber || http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159379  . WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎 KUATNYA YAKIN DAN BENARNYA TAWAKKAL berkata Ibnu Uyainah rahimahullah: "Hisyam masuk ke dalam ka'bah, ternyata ada Salim bin Abdillah lalu ia berkata: mintalah hajat kepadaku, ia menjawab: sungguh aku malu kepada Allah aku meminta kepada selain-Nya di dalam rumah-Nya, maka tatkala keduanya keluar ia berkata (Hisyam): sekarang maka mintalah hajat kepadaku, maka salim menjawabnya: apakah dari kebutuhan-kebutuhan dunia ataukah kebutuhan-kebutuhan akhirat? maka ia menjawab: dari kebutuhan-kebutuhan dunia, ia menjawab: demi Allah aku tidaklah meminta dunia kepada Dzat yang memilikinya, maka bagaimana mungkin aku meminta kepada orang yang tidak memilikinya?! [siyar a'alamin nubala, oleh Adz dzahabi (4/466)] قوَّة اليقين وصدق التوكُّل قال ابن عيينة ـ رحمه الله ـ: دخل هشامٌ الكعبة، فإذا بسالم بن عبد الله فقال: «سَلْنِي حاجةً» قال: «إنِّي أستحي مِن الله أن أسأل في بيته غيرَه»، فلمَّا خرجا قال: «الآن فسَلْني حاجةً» فقال له سالمٌ: «مِن حوائج الدنيا أم مِن حوائج الآخرة؟» فقال: «مِن حوائج الدنيا»، قال: «واللهِ ما سألتُ الدنيا مَن يملكها، فكيف أسأل مَن لا يملكها». [«سير أعلام النبلاء» للذهبي (٤/ ٤٦٦)] sumber : http://tlgrm.me/salafykolaka SEORANG MU'MIN TAKUT AMALNYA TERTOLAK DAN DOSANYA TIDAK DIAMPUNI Abdullah bin 'Aun rahimahullah berkata: لا تثق بكثرة العمل، فإنك لا تدري أيقبل منك أم لا، ولا تأمن ذنوبك، فإنك لا تدري أكفرت عنك أم لا، إن عملك مغيب عنك كله . "Janganlah percaya diri dengan banyak amal, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui apakah amalmu diterima atau tidak, dan jangan merasa aman dari dosa-dosamu, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui apakah dosa-dosamu itu dihapus atau tidak, jadi sesungguhnya amalmu semuanya tidak diketahui hasilnya." Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/790553384067670016 WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎 KUNCI TAWADHU' Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata: فمن عرف الله وعرف نفسه، لم يرَ نفسه إلا بعين النقصان . "Siapa yang mengenal Allah dan mengetahui dirinya, maka dia tidak akan melihat dirinya kecuali dengan pandangan kekurangan." Madarijus Salikin, jilid 2 hlm. 293 Sumber || https://twitter.com/durrsalafi/status/790540649649111040 WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Kisah Yang Menakjubkan Tentang Ikhlash Gambar dari Pixabay Ibnul Mubarak rahimahullah menceritakan kisahnya: “Saya tiba di Mekkah ketika manusia ditimpa paceklik dan mereka sedang melaksanakan shalat istisqa’ di Al-Masjid Al-Haram. Saya bergabung dengan manusia yang berada di dekat pintu Bani Syaibah. Tiba-tiba muncul seorang budak hitam yang membawa dua potong pakaian yang terbuat dari rami yang salah satunya dia jadikan sebagai sarung dan yang lainnya dia jadikan selendang di pundaknya. Dia mencari tempat yang agak tersembunyi di samping saya. Maka saya mendengarnya berdoa, “Ya Allah, dosa-dosa yang banyak dan perbuatan-perbuatan yang buruk telah membuat wajah hamba-hamba-Mu menjadi suram, dan Engkau telah menahan hujan dari langit sebagai hukuman terhadap hamba-hamba-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu wahai Yang pemaaf yang tidak segera menimpakan adzab, wahai Yang hamba-hamba-Nya tidak mengenalnya kecuali kebaikan, berilah mereka hujan sekarang.” Dia terus mengatakan, “Berilah mereka hujan sekarang.” Hingga langit pun penuh dengan awan dan hujan pun datang dari semua tempat. Dia masih duduk di tempatnya sambil terus bertasbih, sementara saya pun tidak mampu menahan air mata. Ketika dia bangkit meninggalkan tempatnya maka saya mengikutinya hingga saya mengetahui di mana tempat tinggalnya. Lalu saya pergi menemui Fudhail bin Iyyadh. Ketika melihat saya maka dia pun bertanya, “Kenapa saya melihat dirimu nampak sangat sedih?” Saya jawab, “Orang lain telah mendahului kita menuju Allah, maka Dia pun mencukupinya, sedangkan kita tidak.” Dia bertanya, “Apa maksudnya?” Maka saya pun menceritakan kejadian yang baru saja saya saksikan. Mendengar cerita saya, Fudhail bin Iyyadh pun terjatuh karena tidak mampu menahan rasa haru. Lalu dia pun berkata, “Celaka engkau wahai Ibnul Mubarak, bawalah saya menemuinya!” Saya jawab, “Waktu tidak cukup lagi, biarlah saya sendiri yang akan mencari berita tentangnya.” Maka keesokan harinya setelah shalat Shubuh saya pun menuju tempat tinggal budak yang saya lihat kemarin. Ternyata di depan pintu rumahnya sudah ada orang tua yang duduk di atas sebuah alas yang digelar. Ketika dia melihat saya maka dia pun langsung mengenali saya dan mengatakan, “Marhaban (selamat datang –pent) wahai Abu Abdirrahman, apa keperluan Anda?” Saya jawab, “Saya membutuhkan seorang budak hitam.” Dia menjawab, “Saya memiliki beberapa budak, silahkan pilih mana yang Anda inginkan dari mereka?” Lalu dia pun berteriak memanggil budak-budaknya. Maka keluarlah seorang budak yang kekar. Tuannya tadi berkata, “Ini budak yang bagus, saya ridha untuk Anda.” Saya jawab, “Ini bukan yang saya butuhkan.” Maka dia memperlihatkan budaknya satu persatu kepada saya hingga keluarlah budak yang saya lihat kemarin. Ketika saya melihatnya maka saya pun tidak kuasa menahan air mata. Tuannya bertanya kepada saya, “Diakah yang Anda inginkan?” Saya jawab, “Ya.” Tuannya berkata lagi, “Dia tidak mungkin dijual.” Saya tanya, “Memangnya kenapa?” Dia menjawab, “Saya mencari berkah dengan keberadaannya di rumah ini, di samping itu dia sama sekali tidak menjadi beban bagi saya.” Saya tanyakan, “Lalu dari mana dia makan?” Dia menjawab, “Dia mendapatkan setengah daniq (satu daniq = sepernam dirham –pent) atau kurang atau lebih dengan berjualan tali, itulah kebutuhan makan sehari-harinya. Kalau dia sedang tidak berjualan, maka pada hari itu dia gulung talinya. Budak-budak yang lain mengabarkan kepadaku bahwa pada malam hari dia tidak tidur kecuali sedikit. Dia pun tidak suka berbaur dengan budak-budak yang lain karena sibuk dengan dirinya. Hatiku pun telah mencintainya.” Maka saya katakan kepada tuannya tersebut, “Saya akan pergi ke tempat Sufyan Ats-Tsaury dan Fudhail bin Iyyadh tanpa terpenuhi kebutuhan saya.” Maka dia menjawab, “Kedatangan Anda kepada saya merupakan perkara yang besar, kalau begitu ambillah sesuai keinginan Anda!” Maka saya pun membelinya dan saya membawanya menuju ke rumah Fudhail bin Iyyadh. Setelah berjalan beberapa saat maka budak itu bertanya kepada saya, “Wahai tuanku!” Saya jawab, “Labbaik.” Dia berkata, “Jangan katakan kepada saya ‘labbaik’ karena seorang budak yang lebih pantas untuk mengatakan hal itu kepada tuannya.” Saya katakan, “Apa keperluanmu wahai orang yang kucintai?” Dia menjawab, “Saya orang yang fisiknya lemah, saya tidak mampu menjadi pelayan. Anda bisa mencari budak yang lain yang bisa melayani keperluan Anda. Bukankah telah ditunjukkan budak yang lebih kekar dibandingkan saya kepada Anda.” Saya jawab, “Allah tidak akan melihatku menjadikanmu sebagai pelayan, tetapi saya akan membelikan rumah dan mencarikan istri untukmu dan justru saya sendiri yang akan menjadi pelayanmu.” Dia pun menangis hingga saya pun bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Dia menjawab, “Anda tidak akan melakukan semua ini kecuali Anda telah melihat sebagian hubunganku dengan Allah Ta’ala, kalau tidak maka kenapa Anda memilih saya dan bukan budak-budak yang lain?!” Saya jawab, “Engkau tidak perlu tahu hal ini.” Dia pun berkata, “Saya meminta dengan nama Allah agar Anda memberitahukan kepada saya.” Maka saya jawab, “Semua ini saya lakukan karena engkau orang yang terkabul doanya.” Dia berkata kepada saya, “Sesungguhnya saya menilai –insya Allah– Anda adalah orang yang saleh. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memiliki hamba-hamba pilihan yang Dia tidak akan menyingkapkan keadaan mereka kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang Dia cintai, dan tidak akan menampakkan mereka kecuali kepada hamba yang Dia ridhai.” Kemudian dia berkata lagi, “Bisakah Anda menunggu saya sebentar, karena masih ada beberapa rakaat shalat yang belum saya selesaikan tadi malam?” Saya jawab, “Rumah Fudhail bin Iyyadh sudah dekat.” Dia menjawab, “Tidak, di sini lebih saya sukai, lagi pula urusan Allah Azza wa Jalla tidak boleh ditunda-tunda.” Maka dia pun masuk ke masjid melalui pintu halaman depan. Dia terus mengerjakan shalat hingga selesai apa yang dia inginkan. Setelah itu dia menoleh kepada saya seraya berkata, “Wahai Aba Abdirrahman, apakah Anda memiliki keperluan?” Saya jawab, “Kenapa engkau bertanya demikian?” Dia menjawab, “Karena saya ingin pergi jauh.” Saya bertanya, “Ke mana?” Dia menjawab, “Ke akherat.” Maka saya katakan, “Jangan engkau lakukan, biarkanlah saya merasa senang dengan keberadaanmu!” Dia menjawab, “Hanyalah kehidupan ini terasa indah ketika hubungan antara saya dengan Allah Ta’ala tidak diketahui oleh seorang pun. Adapun setelah Anda mengetahuinya, maka orang lain akan ikut mengetahuinya juga, sehingga saya merasa tidak butuh lagi dengan semua yang Anda tawarkan tadi.” Kemudian dia tersungkur sujud seraya berdoa, “Ya Allah, cabutlah nyawaku agar aku segera bertemu dengan-Mu sekarang juga!” Maka saya pun mendekatinya, ternyata dia sudah meninggal dunia. Maka demi Allah, tidaklah saya mengingatnya kecuali saya merasakan kesedihan yang mendalam dan dunia ini tidak ada artinya lagi bagi saya.” (Al-Muntazham Fii Taarikhil Umam, karya Ibnul Jauzy, 8/223-225) Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140725 Diterjemahkan oleh: Abu Almass bin Jaman Al-Ausathy 17 Rabi’ul Awwal 1435 H Sumber : ibnutaimiyah.org ---------------------------------------- Publikasi:🌈@LilHuda  . 🔻🔻🔻🔻🔻 📮JOIN 📲http://bit.ly/1OsbDFp _______________ #kisah

Kumpulan Faedah Ringkas - Edisi 011 Alhamdulillah kita lanjutkan kembali rubrik "Kumpulan Faedah Ringkas" yang sempat vakum. Semoga bisa istiqomah mengamalkan dan mengarsipkan fawaid lainnya. Hati-hati Jangan Suka Menyendiri ! Berkata Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafizhahullah Ta'…

 .GORESAN TINTA ISTRI TERUNTUK SUAMI _Wahai suamiku...._ _Aku begitu bersyukur sudah menikah denganmu sehingga aku bisa menjaga ifah dan menundukkan pandanganku_ _Janganlah engkau bosan menegurku bila ada perkara yang tidak sesuai dengan tuntutan syariat_ _Bimbinglah aku j…

Antara Harapan dan Rasa Takut Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, الجنّةُ أقربُ إلى أحدِكم من شِراكِ نعلِه، والنّار مثْلُ ذلك  .“Surga lebih dekat kepada kalian dari tali sandalnya dan neraka juga seperti itu.…

CATATAN SEMBARI MELINTAS MASA 01 Sudah terlalu sering, saya berjumpa dan berbicara dengan orang-orang cerdas dan pintar. Saya yakin, tanpa ragu, bahwa mereka jauh lebih pintar dan cerdas dibandingkan saya. Mereka berada di atas saya beberapa tingkat. Wawasan, pengetahuan dan pengalaman …

Muamalah &. Nasihat Ulama Salaf Tentang Isterinya حال السلف في التعامل مع نسائهم ونصحهم وتوجيههم للزوج والزوجة . ▪️قال عمر بن الخطاب رضى الله عنه لرجل همَّ بطلاق امرأته : لِم تُطَلِّقُها ؟ قال : لا أُحِبُّها. قال : أوكُلُّ البيوتِ بُنِيَتْ على الحب ّ! وأين الرعايةُ والتذمُّم ُ! [ عيون الأخبار3/ 18) ] Umar bin Khattob berkata pada seseorang yang ingin menceraikan isterinya, "Kenapa kamu ingin menceraikan isterimu?" Dia menjawab, "Kerana aku sudah tidak mencintainya." Umar berkata, "Apakah setiap rumah tangga dibangun di atas cinta? Lalu di manakah tanggung jawab dan kehormatan!" (Uyunul Akhbar 3/18) ▪️عن الحسن قال : سأل عمر رضي الله عنه ابنته حفصة : كم تصبر المرأة عن الرجل ؟ قالت: ستة أشهر، فقال : لا جرم لا أجهز رجلا أكثر من ستة أشهر. [موسوعة ابن أبي الدنيا (8/112)] Hasan berkata, "Umar bertanya pada puterinya Hafshoh, "Berapa lama seorang isteri sabar (kuat) ditinggal suaminya?" Dia menjawab, "Enam bulan." Maka Umar katakan, "Pasti, aku tidak akan mengirim pasukan lebih dari enam bulan." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/112) ▪️كان لعلي رضي الله عنه امرأتان ، فإذا كان يوم هذه اشترى لحمًا بنصف درهم، وإذا كان يوم هذه اشترى لحمًا بنصف درهم. [موسوعة ابن أبي الدنيا (8/115)] Adalah Ali memiliki dua isteri, maka jika pada hari giliran isteri yang satu beliau beli daging setengah dirham dan jika pada hari giliran yang lain beliau juga beli daging setengah dirham. (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/115) ▪️عن حذيفة رضي الله عنه قال : أَقَرّ ما أكون عينًا، حين يشكو إلي أهلي الحاجة. [الحلية (تهذيبه) 1/ 206] Hudzayfah berkata, "Bagiku yang paling menyejukkan hatiku adalah ketika keluargaku meminta hajat (keperluan) padaku." (Tahdzib Hilyah 1/206) ▪️وجاءت امرأة إلى معاذ رضي الله عنه فقالت : إنك رسولُ رسولِ الله حق ًا، ما حق الزوجة على زوجها ؟ قال : حقها عليه : ألا يضرب وجهها ، ولا يقبحه ، وحقها عليه : أن يطعمها مما يأكل ، ويكسوها مما يلبس ، وحقها عليه : أن لا يهجرها إلا في بيتها. [موسوعة ابن أبي الدنيا (8/ 115)] Seorang wanita mendatangi Muadz dan bertanya padanya, "Engkau adalah benar-benar utusan Rasulullah, maka apa hak seorang isteri atas suaminya?" Jawab beliau, "Hak isteri atas suaminya untuk tidak memukul wajahnya, tidak memakinya, hak dia pula untuk diberi makan seperti yang dimakan suaminya, diberi sandang (pakaian) yang layak, hak dia pula untuk tidak diboikot kecuali dirumahnya." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/115) ▪️وعن ابن عباس رضي الله عنه أنه قال : النساء عورة ، خُلقن من ضعف ، فاستروا عوراتهن بالبيوت. [موسوعة ابن أبي الدنيا (7/ 550)] Ibnu Abbas berkata, "Wanita itu aurat dan diciptakan dari kelemahan maka tutupi aurat mereka dengan rumah." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 7/550) ▪️وعن عكرمة أن امرأة سألت ابن عباس رضي الله عنه فقالت : ما يحل لي من بيت زوجي ؟ فذكر الخبز والتمر ونحو ذلك، قالت: فالدراهم ؟ قال ابن عباس : أتحبين أن يأخذ حليك ؟ قالت : لا قال : فلا تأخذي من دراهمه. [موسوعة ابن أبي الدنيا (8/ 117)] Dari Ikrimah bahawa seorang wanita bertanya kepada Ibnu Abbas, "Apa yang halal bagiku di rumah suamiku?" Beliau menjawab, "Roti, kurma dan semisalnya." Wanita itu bertanya lagi, "Bagaimana dengan dirham (wang)?" Beliau menawab, "Apakah anti (kamu) senang jika suamimu mengambil perhiasanmu?" Dia menjawab, "Tidak." Jawab beliau, "Maka jangan anti (kamu) ambil dirhamnya (wangnya)." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/117) (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف) 📚 WhatsApp طريق السلف 📚 🌐 www.thoriqussalaf.com 🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf