Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu’anhu berkata, “كلُّ الناس أستطيع أن أرضيه إلا حاسد نعمة، فإنه لا يرضيه إلا زوالها.” “Setiap orang, aku bisa membuatnya ridha kecuali orang yang hasad kepada suatu nikmat. Karena tidak ada yang bisa membuatnya ridha kecuali dengan hilangnya kenikmatan tersebut.” [Ibnu Asakir 59/200]


Syaikh Ahmad an-Najmi rahimahullah mengatakan, حـب الله عـز وجـل حـب مـمزوج بالخـوف والتعــظيم والإجـلال فـالله يجـب أن يحـب أكـثر مـن كـل مــحبوب، لأنـه هــو الخــالق الــرازق المنـعم المتــفضل علـى عبــاده بجمــيع النــعم “Cinta kepada Allah Azza wa Jalla adalah cinta yang disertai dengan rasa takut, pengagungan dan pemuliaan. Maka Allah wajib untuk dicintai melebihi segala […]


Tidak boleh menulis nama mayit pada batu nisan yang ada di atas kuburan atau disampingnya. Karena Rasul shallallahu alaihi wa sallam telah melarangnya meskipun hanya sebuah ayat Al Qur’an, satu kata atau bahkan satu huruf pun tidak boleh. Namun jika kuburan itu diberi tanda dengan selain tulisan agar diketahui lantas diziarohi dan diucapkan salam kepadanya […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, كسرَ اللَّهُ عبدهُ المؤمنَ إلا لِيجبُره، وَ لا مَنعهُ إلا ليُعطيه ولا ابتلاهُ بجفاءِ النَّاسِ إلا ليرُدهُ إليه “Allah Ta’ala mematahkan (kalbu) seorang mukmin untuk menambalnya, Dia menghalanginya dari sesuatu untuk memberinya dan Dia mengujinya dengan kekakuan sikap manusia untuk mengembalikan mukmin tersebut kepada-Nya.” [Ash-Shawaiq al-Mursalah 306]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “لا بأس أن يقول المريض للناس إني مريض إذا سألوه وأن هذا ليس من باب الشكوى.” “Tidak mengapa orang yang sedang sakit mengatakan kepada manusia, ‘Saya sakit’ jika mereka bertanya kepadanya. Dan ini bukan termasuk keluhan (yang tercela dalam Islam).” [Syarah Riyadhis Shalihin 1/1208]


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “كانوا السلف يُسمون الشكر: الحافظ، الجالب لأنه يحفظ النعم الموجودة، ويجلب النعم المفقودة.” “Dahulu ulama salaf menyebut syukur sebagai penjaga dan penarik. Karena syukur menjaga nikmat yang ada dan menarik nikmat yang hilang.” [Uddatus Shabirin 120]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, من ثمرات الإيمان بالقدر الطمأنينة والراحة النفسية بما يجري عليه من أقدار الله تعالى فلا يقلق بفوات محبوب أو حصول مكروه لأن ذلك بقدر الله “Di antara buah iman kepada takdir adalah ketenangan dan ketentraman jiwa terhadap berbagai ketetapan Allah Ta’ala. Sehingga dia tidak galau dengan hilangnya […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, ” فكل من خالف طريق الأنبياء لا بد له من الكذب و الظلم إما عمداً و إما جهلاً “ “Setiap orang yang menyelisihi jalannya para nabi, maka pasti dia akan melakukan kedustaan dan kezaliman. Bisa jadi dia melakukannya dengan sengaja atau karena bodoh (tanpa kesengajaan).” [An-Nubuwwaat 2/1077]


Dia harus segera bertaubat meskipun sesaat menjelang kematiannya. Karena pintu taubat selalu terbuka selama dia masih memiliki akal. Sehingga dia wajib bertaubat dan mewaspadai berbagai kemaksiatan. Meskipun mereka menyatakan bahwa usiamu tidak akan panjang. Ketahuilah umur manusia berada di tangan Allah ta’ala. Terkadang dugaan (diagnosa) mereka salah dan ternyata umurnya panjang. Bagaimana pun keadaannya, dia […]


Imam Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, ” كُلُّ بَلْدَةٍ يَكُوُنُ فَيِهَا أَرْبَعَةٌ ، فَأَهْلُهَا مَعصُوُمُوُنَ مِنَ البَلَاَءَ : ❶ إِمَاَمٌ عَاَدِلٌ لاَ يَظْلِمُ . ❷ وَعَاَلِمٌ عَلىَ سَبِيِلِ الهُدَىَ . ❸ وَمَشَاَيِخَ يَأْمُرُوُنَ بِالمَعرُوُفِ وينهون عَنْ المُنْكَرِ وَيُحَرِّضُوُنَ على طَلبِ العِلْمِ والقُرآنِ . ❹ وَنِسَاَؤُهُمْ مَسْتُوُرَاَتٍ لاَ يَتبرَّجْنَ تَبَرُّجِ الجَاهِليَّةِ الأُوَلَىَ “ “Setiap negeri yang padanya ada empat […]


Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma menuturkan, كان أبي أول قتيل -في أحد- ودفن معه آخر في قبر، ثم لم تطب نفسي أن أتركه مع الآخر، فاستخرجته بعد ستة أشهر، فإذا هو كيوم وضعته هُنَيَّة غير أذنه “Ayahku adalah orang yang pertama kali meninggal dalam perang Uhud dan beliau dimakamkan bersama orang lain dalam sebuah kuburan. Maka […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺟﻌﻞ اﻟﻌﺰﺓ ﻟﻤﻦ ﺃﻃﺎﻋﻪ ، ﻭاﻟﺬﻟﺔ ﻟﻤﻦ ﻋﺼﺎﻩ “Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan kemuliaan bagi siapa saja yang taat kepada-Nya dan (menimpakan) kehinaan kepada siapa saja yang bermaksiat kepada-Nya.” [Al-Fatawa al-Kubra 1/293]