Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

HUKUM MENGUCAPKAN SALAM KETIKA MEMASUKI MAJLIS ILMU DAN MAJLIS DZIKIR Oleh Asy syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah: Gambar dari Pixabay pertanyaan: Jika ada seorang insan memasuki suatu halaqah, apakah ia harus mengucapkan salam ataukah ia duduk lalu ia menyimak (pelajaran…

Perbandingan jumlah masjid di negara negara kafir dengan negara Syi’ah Iran… agar engkau tahu rusaknya agama Syi’ah The Dearborn Mosque in Dearborn, Michigan Berkata Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul Dikirimkan kepada saya lewat WA (semoga Alloh membalas pengirimnya dengan keba…

INILAH KELOMPOK HADDADIYYAH, WASPADAILAH!! Asy-Syaikh Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah 1- Haddadiyyah adalah kelompok yang diada-adakan, bid'ah, dan menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam manhaj dan muamalah. 2- Haddadiyyah adalah kelompok yang menyusup di barisan Ahlus Sunnah dan berkedok dengan nama as-Sunnah wal Jama'ah dan Salafiyyah. 3- Haddadiyyah adalah kelompok yang muncul dari menguat ketika Ahlus Sunnah wal Jama'ah kuat dan sedang memerangi kelompok al-Ikhwanul Muslimun serta ahli bid'ah yang lainnya. 4- Haddadiyyah dengan tindakan-tindakan mereka teranggap sebagai pelayan bagi kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan para pengekor hawa nafsu, sama saja mereka sengaja atau tidak. 5- Haddadiyyah adalah kelompok yang mengaku mengikuti para salaf yang shalih, padahal bathin mereka mencela para imam salaf dan kitab-kitab mereka. 6- Haddadiyyah ikut memiliki kesamaan dengan kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan ahli bid'ah yang lainnya dalam mencela para ulama. 7- Haddadiyyah memiliki kesamaan dengan kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan kelompok Khawarij yang lainnya, yaitu. muda usia dan dungu akalnya. 8- Haddadiyyah memiliki kesamaan dengan kelompok al-Ikhwanul Muslimun dalam masalah pemahaman yang menyendiri, Khawarij menyendiri dengan pemahaman mereka dari salaf, sedangkan Haddadiyyah menyendiri dalam memahami perkataan salaf dari pemahaman para ulama di masa ini. 9- Haddadiyyah memiliki kesamaan dengan kelompok al-Ikhwanul Muslimun dalam menggunakan metode berubah-ubah warna, kedustaan, dan mencampur aduk permasalahan atau menimbulkan kerancuan. 10- Haddadiyyah dengan berbagai tindakan dan cara mereka sedang menyingkap apa yang terpendam dalam hati mereka berupa hasad dan kedengkian terhadap dakwah as-Sunnah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. 11- Haddadiyyah tertimpa penyakit tertipu dan ujub, sehingga mereka menyangka bahwa diri mereka sangat hati-hati dan teliti dalam menilai permasalahan, sedangkan para ulama mereka anggap ceroboh. 12- Haddadiyyah menggabungkan sikap mengekor hawa nafsu dan kebodohan, jadi mereka berada diantara hawa nafsu yang membinasakan dan kebodohan yang menghinakan. 13- Haddadiyyah nampak pada mereka sifat kasar dan keras dalam bermuamalah dengan orang-orang yang tidak layak disikapi dengan cara seperti itu, atau dengan siapa saja yang menyelisihi mereka. 14- Haddadiyyah tidak berada di atas jalan yang ditempuh oleh para ulama dalam hal ilmu dan dakwah, dan juga tidak berada di atas jalan orang-orang yang berakal dalam muamalah dan bersikap hikmah. 15- Haddadiyyah tidak mengakui kemuliaan para ulama dan hak mereka, bahkan suka berburuk sangka terhadap mereka dan sering mencela mereka. 16- Haddadiyyah suka menjatuhkan para ulama dengan setiap kesalahan, bahkan dengan hal-hal yang mereka saja yang menganggapnya sebagai kesalahan, walaupun tidak demikian kenyataannya. 17- Haddadiyyah adalah benalu yang memperburuk dan merusak gambaran as-Sunnah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. 18- Haddadiyyah tampilan luar mereka adalah berpegang teguh dengan riwayat-riwayat salaf yang shalih, padahal sesungguhnya itu adalah memegangi sesuatu setelah keyakinan yang salah, jadi mereka adalah termasuk orang-orang yang meyakini sesuatu terlebih dahulu, baru kemudian mencari dalilnya. 19- Haddadiyyah pada mereka terdapat sikap ghuluw atau berlebihan dalam mengambil riwayat-riwayat perkataan para ulama akibat tidak memiliki perhatian dan bersandar dengan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. 20- Haddadiyyah tidak dikenal suka duduk bersimpuh di hadapan para ulama, bahkan sukanya belajar sendiri dan menjauhi pelajaran-pelajaran ilmiah para ulama. 21- Haddadiyyah memiliki sikap ghuluw dalam masalah vonis mubtadi', jadi mereka memvonis sebagai mubtadi' sebagian ulama yang para ulama tidak memvonisnya sebagai mubtadi'. 22- Khawarij penyimpangan mereka adalah memvonis kafir orang lain tanpa alasan yang benar, sedangkan Haddadiyyah penyimpangan mereka adalah memvonis orang lain sebagai mubtadi' tanpa alasan yang benar, vonis mubtadi' yang menyeret kepada vonis kafir. 23- Haddadiyyah memiliki banyak kesalahan dalam penerapan masalah vonis mubtadi', jadi menurut mereka siapa saja yang terjatuh dalam sebuah bid'ah maka dia adalah mubtadi', tanpa ada perincian dan tanpa menimbang maslahat dan vonis-vonis yang dijatuhkan dengan matang. 24- Haddadiyyah memvonis sebagai mubtadi' semua orang yang tidak memvonis siapa saja yang terjatuh dalam sebuah bid'ah sebagai mubtadi', menurut penggambaran mereka yang dangkal dan pemahaman mereka yang rusak. 25- Haddadiyyah mengharamkan untuk mendoakan rahmat bagi siapa saja yang terjatuh dalam sebuah bid'ah, sesuai dengan pemahaman mereka yang menyimpang dalam memvonis seseorang sebagai mubtadi'. 26- Haddadiyyah memiliki sikap ghuluw dalam melakukan hajr, jadi mereka menjatuhkan hajr atas semua hal yang menyelisihi kebenaran walaupun perkara yang kecil, tanpa aturan dan pertimbangan yang matang. 27- Haddadiyyah memiliki kesalahan besar dalam memahami masalah-masalah iman yang berakibat menuduh para ulama di masa ini berpemahaman Murji'ah. 28- Haddadiyyah suka memvonis mubtadi' atau mencela orang yang mendoakan rahmat bagi Abu Hanifah. Semoga Allah merahmati Abu Hanifah. 29- Haddadiyyah tidak mengerti kebenaran dan tidak menyayangi hamba-hamba Allah, jadi mereka memperburuk gambaran kebenaran dan menjauhkan hamba-hamba Allah dari kebenaran serta memecah belah mereka. 30- Haddadiyyah memiliki kebencian terhadap para ulama Ahlus Sunnah di masa ini dan sikap yang tajam dalam bermuamalah dengan mereka. 31- Haddadiyyah bukan termasuk para ulama dan orang-orang yang memiliki ketelitian, bahkan mereka termasuk orang-orang bodoh, suka mencampur aduk atau merancukan masalah, dan suka menimbulkan perpecahan. 32- Termasuk cara-cara kotor yang ditempuh oleh Haddadiyyah adalah suka memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain dan membesar-besarkannya. 33- Termasuk cara-cara kotor yang ditempuh oleh Haddadiyyah adalah bersikap ghuluw dalam mengharuskan sesuatu yang tidak semestinya, dengan tujuan untuk menjatuhkan orang-orang yang termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 34- Termasuk cara-cara kotor yang ditempuh oleh Haddadiyyah adalah menempelkan sebuah kesalahan kepada seseorang yang dia berlepas diri darinya dan terus menuduhkannya walaupun dia telah bertaubat darinya. 35- Termasuk cara-cara kotor yang ditempuh oleh Haddadiyyah adalah memvonis sebagian orang-orang yang menyelisihi kebenaran sebagai mubtadi' dengan bersandar kepada tahdzir-tahdzir para ulama yang bersifat umum, lalu jika para ulama tidak sependapat dengan mereka dalam memaksudkan terhadap pihak tertentu, maka mereka pun mencela para ulama dan menganggap mereka dungu. 36- Haddadiyyah adalah kelompok yang licik, penuh penyakit dan penyimpangan di jalan dakwah as-Sunnah yang benar, sifat-sifat ini ada yang terkumpul pada orang-orang tertentu dan ada yang tersebar pada orang-orang yang lain. ✒️ Sebagai penutup: wajib atas para penuntut ilmu dari kalangan Ahlus Sunnah untuk membedakan diri secara jelas dari kelompok Haddadiyyah yang menyimpang ini, dan membongkar kedok kelompok yang memperburuk gambaran Ahlus Sunnah dan menyusup di tengah-tengah mereka ini. SELESAI 🌍 Sumber || https://twitter.com/aboalmubarak?s=08 ⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia ⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KELOMPOK SYIAH YANG PALING BERBAHAYA asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah, "Akan tetapi kelompok Syi'ah yang paling berbahaya adalah RAFIDHAH para pengikut Khomeini. Mereka paling berbahaya. Demikian pula kelompok NUSHAIRIYYAH para pengikut Hafizh al-Asad dan kelomp…

Masih ingat Revolusi Februari 1979 di Iran? Apabila Rusia dengan Revolusi Bolshevik 1917, melalui jaringan Komunis Internasional (Komintern), berhasil mengekspor paham komunisme ke seluruh dunia. Iran dengan Revolusi Februari 1979 yang digerakkan oleh Khomeini, pun menebarkan pemaham…

HUKUM MENYALAKAN LAMPU LISTRIK DI MALAM HARI Adalah tidak mengapa. Dari shahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: 6293«لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ» “Jangan biarkan api di rumah-rumah kalian (menyala) tatkala kalian sedang tidur.” [ HR. Al-Bukhori no. 6293 &. Muslim no.2015-(10) ] Sebab Pelarangan: Dari shahabat Abu Musa rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan: ”Dahulu di kota Madinah ada sebuah rumah yang terbakar menimpa penghuninya di waktu malam.” Tatkala kejadian yang menimpa mereka dikabarkan kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam , beliau kemudian menyatakan: «إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ» “Api ini adalah musuh bagi kalian. Jika kalian hendak tidur padamkanlah api itu dari kalian.” Dalam hadits terdapat rincian penjelasan bahwa lampu yang berbahaya terbuat dari api. Dalam hadits Jabir rodhiyallahu ‘anhu disebutkan sisi bahayanya; Rasulullah shollallahu ‘alaihiwasallam bersabda: «فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ» ”Karena sesungguhnya tikus-tikus itu bisa menyebabkan rumah terbakar menimpa penghuninya.” Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan; Adapun "lampu pelita gantung" jika bisa menyebabkan kebakaran maka masuk pada larangan ini. Jika dirasa aman sebagaimana yang biasa terjadi, maka hukumnya tidak mengapa. [ Fathul Bari 6/356 ] Lampu Listrik Tidak Masuk dalam Larangan: Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelasakan: Di zaman sekarang ini lampu dari api tidak lagi dinyalakan sebagaimana tempo dulu. Hari ini listrik sudah ada, dengannya lampu bisa menyala. Misal saja, ada orang tidur dan lampu dirumahnya masih menyala –biasanya dinamakan dengan “Lampu Begadang”—maka hukumnya tidak mengapa. Karena sebab pelarangan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang ada pada api tidak ada pada listrik. [ Syarah Riyadhis Sholihin 6/390 ] Wallahu A'lamu bisshowab Dikirim oleh: al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan #Fawaidumum 〰〰➰〰〰 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Channel kami https://bit.ly/warisansalaf Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

TEMPUHLAH CARA YANG SYAR'I DI DALAM MENIKAHI SEORANG WANITA berkata Asy-Syeikh Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah: "Terkadang seorang insan mendengar tentang seorang wanita bahwa ia adalah wanita yang memiliki akhlak mulia dan memiliki ilmu lalu ia sangat menginginkan menikahinya, dan demik…

Wasiat Rasulullah Kepada Abu Bakr Asshidiq Wasiat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Asshidiq Al Akbar Abu Bakr radhiallahuanhu, Rasulullah mengajari Abu Bakr untuk berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغ…

LEMAHNYA KEINGINAN MENUNTUT ILMU Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu asy Syaikh hafizhahullah Pertanyaan: Sesungguhnya saya penuntut ilmu, namun saya merasa tidak mampu dan lemah untuk mendapatkan ilmu, sehingga setiap apa yang saya baca cepat saya melupakannya dan kadang berbekas da…

Tanya Jawab Tentang Acara Maulid Nabi [1] HUKUM PERAYAAN MAULID NABI (FATWA SYAIKH IBNU UTSAIMIN) Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin rahimahullah ta’ala ditanya: Bagaimana hukum perayaan maulid Nabi? Beliau menjawab: Pertama:  . …

PERNYATAAN TEGAS SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH TENTANG MAULID Para Salaf tidak memperingatinya. Beliau mengatakan: “Sesungguhnya ini (yakni perayaan maulid nabi shollallahu ‘alaihi wasallam , pent) tidak pernah dilakukan oleh salaf (pendahulu umat Islam dari kalangan shahabat, tabi’in, dan ta…

BENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?! . Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa'id al-Muzhaffar Penguasa Irbil, wafat tahun 184 H!! Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab, Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah. Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan 'Maulid Nabi' adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 - 567 H. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para pakar sejarah. Di antaranya oleh Taqiyyuddin al-Miqrizi, dalam kitabnya yang berjudul "al-Mawa'izh wa al-i'tibar bi Dzikri al-Khuthath wa al-Aatsaar". Pada 1/490, al-Miqrizi mengatakan, "Para Khalifah Dinasti Fathimiyyah memiliki banyak hari raya dan peringatan sepanjang tahun. Yaitu : Peringatan Awal Tahun, 💥 Hari Asyura 💥 Maulid Nabi — shallallahu alaihi wa sallam — 💥 Maulid Ali bin Abi Thalib 💥 Maulid al-Hasan 💥 Maulid al-Husein 💥 Maulid Fathimah az-Zahra 💥 Maulid Khalifah yang sedang berkuasa 💥 Malam awal Rajab 💥 Malam Nishfu Rajab 💥 Malam awal Sya'ban 💥 Malam Nishfu Sya'ban ..... dst." demikian keterangan dari al-Miqrizi Jadi, Perayaan Maulid Nabi yang pertama kali mengadakan adalah Dinasti Ubaidiyyah. Tahukah Anda siapakah Bani/Dinasti Ubaidiyyah (yang menamakan diri sebagai Dinasti Fathimiyyah) ini? 👉🏻 Mereka adalah berpaham Syi'ah Rafidhah. 👉🏻 Mereka telah : • Mencela para nabi • Mencela dan benci terhadap para shahabat • Mencela para salaf. Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang Daulah Ubaidiyyah, "Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)." Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang Daulah Ubaidiyyah, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ." Majmu'ah Manhajul Anbiya Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net Istana Starling (hanya sebagai ilustrasi) - Sumber: Pixabay SIAPA YANG AWAL MULA MENGADA-ADAKAN BID’AH MAULID? Mereka adalah orang-orang Bani ‘Ubaidiyyah dan Rafidhah. Al-Miqrizi rahimahullah berkata di dalam kitabnya “al-Khuthath” (1/hal. 490 dan yang setelahnya): ”Penyebutan hari-hari dimana para khalifah Dinasti Fathimiyah menjadikannya sebagai hari-hari raya dan peringatan…” Beliau berkata: “Para khalifah Dinasti Fathimiyah memiliki berbagai hari raya dan peringatan dalam sepanjang tahunnya. yaitu: ■ Peringatan penghujung tahun, ■ Peringatan awal tahun, ■ Hari ‘Asyura’, ■ Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi was salam, ■ Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ■ Maulid al-Hasan dan al-Husein ‘alihimas salam, ■ Maulid Fathimah az-Zahra ‘alihas salam, ■ Maulid khalifah yang tengah berkuasa, ■ Malam awal Rajab, ■ Malam pertengahan Rajab, ■ Peringatan malam Ramadhan, ■ Awal Ramadhan, ■ Hidangan Ramadhan, ■ Malam penutupan, ■ Peringatan ‘Idul Fithri, ■ Peringatan ‘Idul ‘Adhha, ■ ‘Idul Ghadir, ■ Kiswah (pakaian) musim panas, ■ Kiswah musim dingin, ■ Peringatan Fathul Khalij (pembukaan teluk), ■ Hari an-Nauruz, ■ Hari al-Ghithas, ■ Hari Masehi, ■ Khamis al-‘adas, ■ dan hari-hari kendaraan.” Selesai penukilan dari beliau. Saya (asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri) mendengar syaikh kami ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah mengatakan: Mereka mengada-adakan enam maulid: ● Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam ● Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ● Maulid Fathimah radhiyallahu ‘anha ● Maulid al-Hasan radhiyallahu ‘anhu ● Maulid al-Husein radhiyallahu ‘anhu ● Maulid penguasa yang sedang berkuasa di zaman mereka •••• Sumber: https://telegram.me/Osamasaud @ashshorowaky | salafysorowako.com/siapa-yang-mengada-adakan-bidah-maulid/?relatedposts_hit=1&relatedposts_origin=1633&relatedposts_position=2