Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Puasa Lupa Makan, Dinasehati atau dibiarkan ? Pertanyaan: Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahulloh ditanya: Ada sebagian orang mengatakan: kalau kamu melihat seorang muslim makan atau minum karena lupa di yg tengah hari bulan ramadhan, tidak harus kamu ingkari, (biarkan saja -pent) Karena Alloh yang memberikan dia makan dan minum sebagaimana disebutkan dalam hadits. Apakah […]

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah. Pada artikel yang telah lalu, telah dijelaskan pembahasan tentang wajibnya seorang muslim untuk taat kepada pemerintahnya dalam perkara selain maksiat. Demikian pula telah dipaparkan larangan untuk bermaksiat dan tidak mentaati pemerintah, walaupun pemerintah tidak memenuhi hak kita, bahkan menuntut kita untuk memenuhi hak mereka. Hal ini (menahan diri dari mencela penguasa) […]

Para Nabi Menggembala Domba Pertanyaan: Benarkah Nabi Muhammad ﷺ pernah menggembalakan domba-domba ? Apa pula hikmahnya ? Jawaban: Benar, Rosululloh ﷺ pernah menggembalakan domba, beliau sendiri yang mengabarkan, bahkan beliau juga mengabarkan perkara ghaib bahwa para nabi dan Rasul juga pernah menggembalakan domba. Disebutkan dalam Shahih Al Bukhari (4/441 no. 2272) dari Shahabat Abu Hurairah […]

Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Ensiklopedi Atsar Salaf Pertanyaan Ustadz, setiap muslim kan wajib jadi salafi ya. Karena salafi itu artinya pengikut salaf, pengikut Rasululloh shalallahu’alaihi wasallam, para shahabat beliau, tabiin dan tabiut tabiin. Ada pertanyaan cukup penting, kalau kita ingin mendapatkan ucapan-ucapan shahabat atau fikih mereka di mana ustadz ? Jawaban: Pertanyaan ini sangat penting, […]

Ulil amri (pemimpin/penguasa) memiliki kedudukan yang tinggi. Mereka menempati martabat yang luhur dan mulia. Syariat menganugerahi mereka kekuasaan dan tugas yang memiliki keluhuran. Selain tentunya terkait tanggung jawabnya yang demikian besar. Karenanya, mereka diberi gelar kedudukan dalam keimamahan yang menggantikan nubuat dalam menjaga agama dan politik dalam urusan dunia. Sesungguhnya seseorang tidak akan mampu mengendalikan […]

Ketika mayat selesai dimandikan, ia wajib dikafani. Bagaimana cara mengafani menurut syariat? Jawabannya ada di bahasan berikut. Kematian adalah suatu kepastian. Kita ataupun orang-orang di sekitar kita mesti akan menemuinya karena Allah subhanahu wata’ala telah menetapkan, كُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (Ali Imran: 185) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri […]

TAWASSUL DAN JENIS-JENISNYA Mufti: al-Imam Ibnu Baz rahimahullah Tawassul dan Jenis=jenisnya Pertanyaan: "Apakah tawassul itu? Manakah tawassul yang diperbolehkan dan yang dilarang? Dan apakah hukum syar'i-menurut pendapat anda wahai Syaikh-bertawassul dengan keberkahan bulan Ramadhan?" Jawaban: "Tawassul terbagi sekian macam: 1. Tawassul kufri, yaitu bertawassul dengan berdoa kepada orang mati, beristighasah dengan orang mati. Dia berkata pada orang yang mati, meminta padanya agar membebaskan (kesulitannya) atau menolongnya atau menunaikan segala kebutuhannya atau menghilangkan kesusahannya, ini semua adalah kesyirikan. Dan sebagian manusia menamakannya dengan tawassul. Mereka menamakan kesyirikan mereka dengan tawassul. (Padahal) ini adalah syirik akbar. Jika dia berdoa kepada orang mati, atau beristighasah kepada jin atau kepada orang mati atau kepada makhluk/manusia yang tidak ada di tempat, meminta bantuan atau pertolongan atau kemenangan terhadap musuh, ini adalah syirik akbar. 2. Yang kedua bertawassul dengan kemuliaan dan hak mereka. Dia berkata: Ya Allah aku memohon pada-Mu dengan kedudukan Fulan atau dengan haknya Fulan atau (meminta) dengan Fulan, maka ini adalah kebid'ahan dan pengantar kesyirikan, tidak boleh (yang semacam ini). 3. Ketiga: bertawassul dengan iman atau amalan shalih atau dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah, ini sunnah yang disukai. (Misalnya berdoa): Ya Allah aku memohon kepada-Mu karena Engkaulah Ar-Rahman Ar-Rahim, Ya Allah aku memohon pada-Mu dengan nama-nama-Mu yang Husna ampunilah aku. Ya Allah aku memohon dengan keimananku dan cintaku pada-Mu ampunilah aku. Ya Allah aku memohon pada-Mu dengan baktiku kepada kedua orang tuaku dan (amalanku) menyambung tali rahim (silaturahmi), ampunilah aku, ini tidak mengapa. Ini semua wasilah (tawassul) yang disyariatkan. Bertawassul dengan keimanan, tauhid, dan amalan shalih, semuanya baik. Semuanya disyariatkan. Dan termasuk dalam perkara ini adalah hadits: اللَّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أنِّي أَشْهَدُ أنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ "Ya Allah aku memohon pada-Mu bahwasanya aku bersaksi Engkaulah Allah, tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau¹." Ini tawassul syar'i. Termasuk dalam hal ini pula adalah tawassulnya ash-habul ghar (orang-orang yang terjebak di dalam gua²) ketika batu menutup (mulut gua) mereka, merekapun bertawassul dengan amalan-amalan mereka yang baik. Salah satunya bertawassul dengan baktinya pada kedua orang tua, yang kedua bertawassul dengan sikapnya yang menjaga diri dari zina, dan yang ketiga bertawassul dengan penunaiannya terhadap amanah. Maka Allah membuka untuk mereka batu (yang menutup gua)." __________ ✏️ Catatan Kaki: 1. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar seseorang ketika berdoa mengucapkan: اللَّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أنِّي أَشْهَدُ أنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ "Ya Allah sesungguhnya aku memohon pada-Mu (dengan bertawassul) bahwasanya aku bersaksi tiada sesembahan yang benar kecuali Engkau, Engkau yang Maha Tunggal, Dzat tempat bergantung seluruh makhluk. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (dilahirkan). Dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya" Maka beliau bersabda: لقد سألتَ اللَّهَ بالاسمِ الَّذي إذا سُئلَ بِهِ أعطى وإذا دُعِيَ بِهِ أجابَ. "Sungguh engkau telah meminta dengan nama (Allah) yang apabila Dia diminta dengan nama tersebut, Dia akan memberi. Dan apabila berdoa dengannya, Dia akan mengabulkan." Dishahihkan al-Albani (Shahih Abi Dawud no 1493) dan al-Wadi'i (ash-Shahihul Musnad no 159) 2. Hadits ash-habul ghar diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar. Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) https://telegram.me/salafysitubondo Muraja'ah (korektor): al-Ustadz Musa bin Hadi hafizhahullah 22 Sya'ban 1441 H / 16 Maret 2020 الشيـ أبن باز ✑ أبن ؏ـثيمين ــخين 】] التوسل وأنواعه . - لفضيلة الشيخ ابن باز رحمه الله ▃▃▃▃▃▃▃ السؤال: ما هو التوسل، وأيهما الجائز، وأيهما الممنوع، وما حكم الشرع -في نظركمماحة الشيخ- في التوسل ببركة رمضان؟ الجواب: التوسل أقسام: توسل كفري، وهو أن يتوسل بدعاء الأموات والاستغاثة بالأموات، يقول للميت يسأله: أن يغيثه، أو أن ينصره، أو أن يقضي حاجته، أو يفرج كربته، هذا شرك ويسميه بعض الناس توسل، يسمون شركهم توسل، هذا شرك أكبر، إذا دعا الأموات، أو استغاث بالجن، أو بالأموات، أو بالغائبين يطلبهم الغوث، أو العون، أو النصر على الأعداء، هذا شرك أكبر، والتوسل الثاني: التوسل بجاههم وحقهم يقول اللهم إني أسألك بجاه فلان، أو بحق فلان، أو بفلان هذه بدعة من وسائل الشرك لا يجوز، التوسل الثالث: التوسل بالإيمان، أو بالعمل الصالح، أو بالأسماء والصفات، هذه سنة مطلوب، اللهم إني أسألك بأنك الرحمن الرحيم، اللهم إني أسألك بأسمائك الحسنى أن تغفر لي، اللهم إني أسألك بإيماني بك ومحبتي لك أن تغفر لي، اللهم إني أسألك ببر والدي وصلة رحمي أن تغفر لي لا بأس كل هذا وسيلة شرعية، هذه توسل بالإيمان والتوحيد أو بالأعمال الصالحات كله طيب، كلها مشروع، ومن هذا الحديث: اللهم إني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت توسل شرعي، ومن هذا توسل أصحاب الغار لما انطبقت عليهم الصخرة، توسلوا إلى الله بأعمالهم الطيبة، أحدهم توسل ببره لوالديه، والثاني توسل بعفته عن الزنا، والثالث توسل بأدائه الأمانة ففرج الله عنهم الصخرة. المصدر: http://binbaz.org.sa/noor/11953

KAJIAN ILMU MUSTHOLAH HADITS (Syarh Mandzhumah al-Baiquniyyah) Hadits Munqathi’ Matan al-Baiquniyyah وَكُلُّ مَا لَمْ يَتَّصِلْ بِحَالِ ... إسْنَادُهُ مُنْقَطِعُ الأَوْصَالِ . Dan setiap (hadits) yang keadaannya tidak bersambung...sanadnya, (disebut) munqathi’ (al-…

Hukum Pasta Gigi dan Obat Tetes Ketika Puasa Pertanyaan: Apa hukum menggunakan pasta gigi, obat tetes telinga, tetes hidung dan tetes mata bagi orang yang sedang berpuasa terlebih apabila orang yang berpuasa mendapatkan rasa obat pada tenggorokannya (ketika memakai obat tetes), apa yang harus diperbuat ? Demikian pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin […]

Dusta Dajjal Hidupkan Orang Mati Pertanyaan: Benarkah Dajjal menghidupkan orang yang mati ? Jawaban: Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan kecuali Alloh Subhanahu wata’ala. Dialah Robbul’alamin. Adapun apa yang terjadi pada Dajjal adalah kedustaan-kedustaan. Dari ciri dan sifat lahiriahnya saja sangat tampak bahwa dia adalah sosok pendusta. Di awal kemunculannya, Dajjal mengaku dirinya sebagai nabi […]

Menundukkan pandangan di tengah bertebarnya kerusakan di sekitar kita memang bukan soal mudah. Keimananlah yang kemudian menjadi filter terhadap apa yang dilihat oleh mata. Saudariku muslimah… Tercatat dalam lembaran mushaf yang mulia firman Rabb-mu Yang Mahasuci, قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٣٠ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ […]