Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata, متى خطر لك خاطر سوء على مسلم فينبغي أن تزيد في مراعاته، وتدعو له بالخير؛ فإنّ ذلك يغيظ الشّيطان ويدفعه عنك “Kapan pun terbesit dalam benak anda pikiran buruk terhadap seorang muslim. Maka hendaknya anda menambah perhatian kepadanya dan mendoakan kebaikan untuknya. Karena sungguh hal itu akan membuat syaithan marah […]


Ibnul Jauzi rahimahullah menyatakan, “تأملت التحاسد بين العلماء فرأيت منشأه من حب الدنيا، فإن علماء الآخرة يتوادون ولا يتحاسدون.” “Aku telah mengamati sikap saling hasad di antara orang-orang yang berilmu. Maka aku melihat bahwa sumber penyebabnya adalah cinta dunia. Karena sesungguhnya ulama akherat saling mencintai dan tidak saling hasad.” [Shaidul Khatir 59]


Ibrahim at-Taimi rahimahullah mengatakan, كان أصحاب عبد الله [بن مسعود] يستحبون أن يحرموا ليلا؛ مخافة الشهرة “Dahulu murid-murid Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu suka melakukan ihram pada malam hari karena mereka takut ketenaran.” [Al-Manasik al-Kabir 183]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, اﻟﻤﺆﻣﻦ اﻟﻤﺤﻤﻮﺩ اﻟﺬﻱ ﻳﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺼﻴﺒﻪ ﻭﻳﺮﺣﻢ اﻟﻨﺎﺱ .”Seorang mukmin yang terpuji adalah dia yang bersabar atas ujian yang menimpanya dan berkasih sayang kepada manusia.” [Majmu’ul Fataawa 10/47]


Syaikh Shalih Alu Syaikh hafidzahullah berkata, “تقاومُ الفتورَ بالالتجاءِ إلى الله جلَّ وعلا أولاً ، ثم تقرأُ وتسمعُ فضلَ العلمِ وأهلِه ، ومنازلَ العلماء ، وعظمَ أجْرِ أهل العلم ، وعظمَ أجرِ طالبِ العلم وأخلاقَ طالبِ العلم.” “Yang pertama anda harus melawan kelemahan semangat (belajar agama) dengan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala lalu membaca dan […]


Dalam agama Islam, kedurhakaan kepada orang tua dianggap sebagai salah satu dosa besar yang sangat merugikan. Seperti yang disebutkan dalam hadits dari sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma menyatakan bahwa, بكاء الوالدين من العقوق والكبائر “Membuat menangis kedua orang tua termasuk kedurhakaan dan dosa besar.” (Al-Adab al-Mufrad 31) Orang tua adalah […]


Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, إن كنَّا لنعدُّ لرسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ في المَجلِسِ الواحدِ مائةَ مرَّةٍ: ربِّ اغفر لي، وتُب عليَّ، إنَّكَ أنتَ التَّوَّابُ الرَّحيمُ “Kami menghitung Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah majlis beliau mengucapkan, ربِّ اغفر لي، وتُب عليَّ، إنَّكَ أنتَ التَّوَّابُ الرَّحيمُ ‘Wahai Rabb, ampunilah aku dan terimalah […]


Adapun kehadiran wanita dalam shalat Jum’at atau berjamaah, maka tidak disyariatkan namun sebatas diperbolehkan. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وبيوتهن خيرٌ لهن ” Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah wanita untuk menuju masjid-masjid Allah. Namun rumah-rumah mereka lebih baik untuk mereka.” Sehingga lebih utama bagi wanita untuk […]


Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafidzahullah mengatakan, وَالرَّسُول -عَلَيه الصَّلَاة وَالسَّلام- كَان يَخطب وَمَن أَمَامَه لَيسَ فِيهم أَيّ مُبتَدع فَفِي كُلّ خُطبِه أَو جُلّهَا يُقول : (( أَمَّا بَعد، فَإنَّ خَير الكَلام كَلَام اللَّٰه وَخَير الهَدي هَدي مُحمَّد ﷺ وَشَرّ الأُمُور مُحدَثَاتهَا.)) • يُرَدِّد هَذَا كَثِيرًا وَلَيس أَمَامهُ مُبتَدعُون، لِمَاذَا؟ لِخُطُورَة البِدَع. “ “Rasul shallallahu […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, “ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﻟﻪ ﺃﻳﻀﺎً ﺗﺨﻤﻴﺮ اﻟﺮﺃﺱ ﺑﺎﻟﻌﻤﺎﻣﺔ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻷﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻛﺬﻟﻚ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺗﻤﺎﻡ اﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭاﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﺣﻖ ﻣﻦ ﺗﺰﻳﻦ ﻟﻪ.” “Dianjurkan juga untuk menutup kepala dengan imamah atau yang semisalnya. Karena seperti itulah Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika shalat. Itu termasuk kesempurnaan […]


Dibolehkan bagi wanita untuk mengeriting rambutnya selama tidak menyerupai wanita-wanita kafir dan juga tidak memamerkannya kepada pria yang bukan mahramnya. Di samping itu, orang yang mengeriting rambut hendaklah dari kalangan wanita. Sama saja, apakah dikeriting untuk waktu yang sebentar maupun lama. Baik dengan menggunakan bahan yang mubah atau tanpa menggunakannya. Namun janganlah seorang pergi ke […]


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menyatakan, الاحتفال بعيد الحب لا يجوز لوجوه : الأول : أنه عيد بدعي لا أساس له في الشريعة . الثاني : أنه يدعو إلى العشق والغرام . الثالث : أنه يدعو إلى اشتغال القلب بمثل هذه الأمور التافهة المخالفة لهدي السلف الصالح رضي الله عنهم . فلا يحل […]