Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

SEORANG PEMUDA SALAFY YANG TIDAK MENUNDUKKAN PANDANGANNYA TERHADAP WANITA AJNABIYYAH PERTANDA BAHWA SALAFIYYAH BELUM KOKOH DALAM HATINYA Dari https://www.instagram.com/happyislamcom Pertanyaan : Saya seorang salafy yang sudah menikah, saya mencintai dakwah salafi…

IN MEMORIAL: IMAM ADZ-DZAHABI Ditulis oleh : Al Ustadz Abu Hamid Fauzi bin Isnaini Mengenang kisah hidup para pendahulu yang shalih semoga dapat melembutkan jiwa. Terlebih di zaman ini. Jiwa begitu mudahnya membatu. Seiring dengan jauhnya ilmu, tersebarnya kejahilan. Sangat butuh kita dengan b…

Apakah Kita Termasuk Yang Enggan? Bunga Tulip Sumber: .https://pixabay.com/en/tulips-spring-flowers-flamed-2046419/ Sebuah hal yang ma'ruf setiap insan sampaipun ahlul maksiat menginginkan surga. Tapi tentu, jika hanya sebuah keinginan saja orang-orang kafirpun mengingin…

MEREKA BILANG... Mereka berkata: "Bid'ah (dalam agama) adalah baik!!" Padahal Nabi ﷺ telah bersabda: Setiap bid'ah adalah sesat [Shahih Sunan Ibnu Majah (42)] Mereka berkata: "Bid'ah (dalam agama) adalah baik!!" Padahal Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma berkata: Setiap…

Betapa Mengerikannya Fitnah Sumber gambar: https://pixabay.com/en/gear-mechanics-machine-curb-life-192875/ Al-'Allâmah Ibnu 'Utsaimîn _rahimahullâhu_ berkata : "Manusia, selama ruhnya masih berada di dalam tubuhnya, maka akan senantiasa terpapar dengan fitnah. Untuk itulah saya menasehatkan diri saya sendiri dan anda semua, agar senantiasa memohon kepada Allah, kemantapan di dalam keimanan. Dan hendaknya anda semua merasa takut, karena (pijakan) di bawah kaki kalian begitu licin, sehingga apabila Allah ﷻ tidak mengokohkan (pijakan) anda maka anda akan tergelincir jatuh kepada kebinasaan. Dengarkanlah firman Allah ﷻ kepada Rasul-Nya ﷺ, manusia yang paling kokoh dan kuat keimanannya berikut ini  .: وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka (QS al-Isrâ (17) : 74) Apabila terhadap Rasulullah ﷺ saja demikian, lantas bagaimana dengan kita??! Orang-orang yang lemah keimanan dan keyakinannya! Yang tidak bisa terlepas dari berbagai syubuhat dan syahawat. (Sungguh) Kita berada di dalam bahaya yang besar! Karena itu, hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah ﷻ agar dikokohkan di atas kebenaran, dan agar Allah tidak memalingkan hati kita (kepada kesesatan). Inilah doa yang senantiasa dipanjatkan oleh _ulil albâb_ (orang² berakal) : رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا "(Wahai) Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami." [Syarah al-Mumti' V/388] ➖➖➖➖➖➖➖➖ ::: *من مواعظ أهل العلم* ::: ✍ قَـالَ العَلّامَـة ابْـنُ عُثَيْـمِينْ -رَحِـمَهُ الله- 《 والإنسان ما دامت روحه في جسده فهو معرّض للفتنة، ولهذا أوصي نفسي وإياكم أن نسأل الله دائماً الثبات على الإيمان ، وأن تخافوا ؛ لأن تحت أرجلكم مزالق ، فإذا لم يثبتكم الله -عز وجل- وقعتم في الهلاك، واسمعوا قول الله سبحانه وتعالى لرسوله -ﷺ- أثبت الخلق ، وأقواهم إيماناً : ﴿ وَلَوْلاَ أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدَّتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً ﴾، فإذا كان هذا للرسول -ﷺ- فما بالنا نحن؛ ضعفاء الإيمان واليقين ، وتعترينا الشبهات والشهوات. فنحن على خطر عظيم ، فعلينا أن نسأل الله تعالى الثبات على الحق ، وألا يُزيغ قلوبنا ، وهذا هو دعاء أولي الألباب ﴿ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبُنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ﴾ . 》 🔺 [ "الشرح الممتع" ٣٨٨/٥ ] ➖➖➖➖➖➖➖➖ ▫sumber: @washayasalaf 🌅 @salafysolo MOHONLAH PADA ALLAH KESELAMATAN Suatu ketika Abu Bakar ash-Shiddiq-semoga Allah selalu meridhainya-berdiri di atas mimbar Rosulullah ﷺ. Beliau menangis tersedu sedu sampai ke tenggorokannya tiga kali kemudian berkata: "Wahai sekalian manusia (kaum muslimin) mintalah kalian pada Allah سبحانه وتعالي keselamatan. Sesungguhnya seseorang tidaklah diberikan (kebaikan/ni'mat) seperti keyakinan setelah keselamatan, dan tidak ada keadaan yang lebih berat dari pada keraguan setelah kekufuran (ni'mat). Hendaklah kalian berhias dengan akhlak jujur. Karena sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan keduanya (jujur dan baik) itu tempatnya di surga._ Dan jauhilah perangai dusta. Karena kedustaan itu menyeret pada dosa dan keduanya (dusta dan dosa) tempatnya di neraka. Az-Zuhud karya al-Imam Ahmad hal 135 🇸🇦 Arabic قام ابو بكر الصديق رضي الله عنه علي منبر رسول الله صلى الله عليه وسلم فخنقته العبرة ثلاث مرات ثم قال : ياأيها الناس، سلوا الله المعافة، فإنه لم يوءت احد مثل يقين بعد معافة، ولا اشد من ريبة لعد كفر. وعليكم بالصدق، فإنه يهدي الي البر، وهما في الجنة، واياكم والكذب فإنه يهدي الي الفجور، وهما في النار. ( الزهد للامام احمد. ص. 135) ⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia ⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Mengapa Harus Mengeluh? Ditulis oleh : Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rif'ai Pernahkah Anda merasakan keluasan rezeki? Meraih cita-cita yang diharapkan.Keinginan yang sekian lama diidam-idamkan akhirnya terwujud. Bahkan barangkali Anda pernah merasakan kebahagiaan disebabkan suatu hal yang tida…

Biografi Ringkas Baqi' bin Makhlad rahimahullah Ditulis oleh: Ustadz Abu Hafiy Abdullah Sumber gambar: .https://pixabay.com/en/sand-footsteps-footprints-beach-768783/ Pernahkah terpikirkan oleh Anda, bahwa zaman ulam rela melakukan perjalanan antar benua dem…

MENISBATKAN KEPADA MADZHAB IMAM YANG EMPAT Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah https://pixabay.com/en/pier-jetty-ocean-sea-water-way-569314/ Pertanyaan: Bolehkah fanatik kepada suatu mazhab (pendapat) yang  .seseorang menganutnya pada salah satu hukum syariat meskipun dalam hal ini menyelisihi dengan yang benar? Ataukah boleh meninggalkannya dan mengikuti madzhab yang benar pada sebagian hal? Dan apa hukum berpegang satu madzhab saja? Jawaban: Bermadzhab dengan salah satu madzhab imam yang empat yaitu madzhab imam ahlussunnah yang empat yang sudah terkenal yang ada, dihafal dan ditulis kaum muslimin serta menisbatkan kepada salah satu madzhab tidak terlarang. Maka dikatakan: fulan Syafi'i, , fulan Hanafi, dan fulan Maliki. Julukan ini sudah ada sejak dulu diantara ulama bahkan pada ulama senior dikatakan fulan. Hanbali seperti dikatakan Ibnu Taimiyyah al-Hanbali, Ibnul Qayyim al-Hanbali dan lainnya tidaklah mengapa. Sehingga sekedar menisbatkan kepada suatu madzhab tidak terlarang, namun dengan syarat tidak terbelenggu dengan madzhab tersebut sehingga diambil semua perkara yang ada, baik yang haq maupun batil, baik yang benar maupun yang salah. Akan tetapi diambil darinya perkara yang benar dan apa yang diketahui sebagai kesalahan tidak boleh diamalkan. Adapun jika tampak baginya pendapat yang kuat, maka dia wajib mengambilnya baik perkara di madzhab yang dia menisbatkannya atau di madzhab lainnya karena seseorang yang jelas baginya sunah Rasulullah tidak ada hak baginya meninggalkannya karena perkataan seseorang. Sebab yang menjadi suri tauladan adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, sedangkan kita mengambil suatu madzhab selama tidak menyelisihi sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم, namun jika menyelisihi Beliau, maka ini kesalahan seorang ahli ijtihad (mengambil kesimpulan hukum syariat) yang wajib atas kita untuk meninggalkannya dan hendaknya dia mengambil sunah serta mengambil pendapat yang kuat yang sesuai dengan sunah dari suatu madzhab diantara madzhab para ahli ijtihad. Adapun orang yang mengambil pendapat seorang imam secara mutlak baik salah maupun benar, maka termasuk taqlid buta (membebek). Sedangkan jika dia berpendapat wajib taqlid pada individu tertentu, maka ini merupakan kemurtadan (keluar dari agama Islam. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: Barangsiapa berkata, 'sesungguhnya wajib taqlid kepada individu tertentu selain Rasulullah صلى الله عليه وسلم', maka ini. diminta taubatnya, jika dia mau bertaubat. Namun jika tidak mau, maka dihukum bunuh (oleh pemerintah). Karena tidak seorangpun yang wajib diikuti kecuali Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Adapun selain Beliau dari kalangan imam ahli ijtihad rahimahumullah, maka diambil perkataan mereka yang sesuai hadits Nabi صلى الله عليه وسلم. Sehingga ketika seorang ahli ijtihad salah dalam ijitihadnya, maka haram atas kita mengambil ijtihadnya. Wallahu ta'ala a'lam. Majmu' Fatawa wa Rasail, Kitabul Tamadzhub http://t.me/Al-Ukhuwwah الانتساب إلى المذاهب الأربعة سؤال: هل يجوز التعصب للمذهب الذي يقتدي به الإنسان في أي حكم من أحكام الشريعة، حتى لو كان في هذا مخالفة للصواب؟ أم يجوز تركه والاقتداء بالمذهب الصحيح في بعض الحالات؟ وما حكم لزوم مذهب واحد فقط؟ الجواب: التمذهب بمذهب واحد من المذاهب الأربعة مذاهب أهل السنة الأربعة المعروفة التي بقيت وحفظت وحررت بين المسلمين، والانتساب إلى مذهب منها، لا مانع منه، فيقال: فلان شافعي، وفلان حنبلي، وفلان حنفي، وفلان مالكي. ولا زال هذا اللقب موجودًا من قديم بين العلماء، حتى كبار العلماء، يقال: فلان حنبلي، يقال مثلًا: ابن تيمية الحنبلي، ابن القيم الحنبلي، وما أشبه ذلك، ولا حرج في ذلك، فمجرد الانتساب إلى المذهب لا مانع منه لكن بشرط أن لا يتقيد بهذا المذهب فيأخذ كل ما فيه، سواء كان حقًّا أو خطأً، سواء كان صوابًا أو خطأً، بل يأخذ منه ما كان صوابًا، وما علم أنه خطأ، لا يجوز العمل به، وإذا ظهر له القول الراجح فإنه يجب عليه أن يأخذ به، سواء كان في مذهبه الذي انتسب إليه، أو في مذهب آخر، لأن من استبانت له سنة رسول الله لم يكن له أن يدعها لقول أحد، فالقدوة هو رسول الله صلى الله عليه وسلم، فنحن نأخذ بالمذهب ما لم يخالف قول الرسول صلى الله عليه وسلم، فإذا خالفه فهذا خطأ من المجتهد يجب علينا أن نتركه، وأن نأخذ بالسنة، ونأخذ بالقول الراجح المطابق للسنة، من أي مذهب كان من مذاهب المجتهدين. أما الذي يأخذ بقول الإمام مطلقًا، سواء كان خطأ أو صوابًا، فهذا يعتبر تقليدًا أعمى، وإذا كان يرى أنه يجب تقليد إنسان معين فهذا ردة عن الإسلام. يقول شيخ الإسلام ابن تيمية: من قال إنه يجب تقليد شخص بعينه غير رسول الله صلى الله عليه وسلم فهذا يستتاب، فإن تاب وإلا قتل لأنه لا أحد يجب اتباعه إلا محمد صلى الله عليه وسلم، أما ما عداه من الأئمة المجتهدين رحمهم الله، فنحن نأخذ بأقوالهم الموافقة للسنة. أما إذا أخطأ المجتهد في اجتهاده، فإنه يحرم علينا أن نأخذ باجتهاده والله تعالى أعلم.

Sepotong Kisah "Agar Meraih Sukses" Kata orang, zaman sekarang sulit cari penghasilan. Demi sesuap nasi, banyak orang 'nabrak' sana sini. Itu bagi mereka yang tidak punya agama, tidak punya malu. Sebenarnya dalam agama kita ini, dikenal tokoh-tokoh yang memiliki tips mujarab dalam hal itu. Berikut diantaranya: Google Analytics - Hanya Ilustrasi https://pixabay.com/en/computer-summary-chart-business-767776/ SANG PEMILIK KEBUN Dahulu, ada seseorang yang sedang berada di sebuah padang yang luas.  .Tiba tiba dia mendengar suara dari langit "Airilah kebun Si Fulan!" Lalu dia lihat awan berjalan ke suatu tempat kemudian mencurahkan airnya. Ternyata, ada satu yang selokan yang menampung air itu seluruhnya, orang itu mengikuti arus selokan. Selokan itu mengantarkan ia pada seseorang yang sedang mengalirkan air tersebut ke kebun miliknya. Lantas orang itu bertanya kepada sang pemilik kebun, "Wahai hamba Allah, siapakah nama Anda?" "Fulan." jawabnya. Namanya sama dengan nama yang disebut oleh suara dari langit. Kemudian pemilik kebun yang bertanya, "Kenapa Anda menanyakan nama saya?" Maka orang bercerita, "Saya telah mendengar suara dari langit air ini, Suara itu mengatakan "Airilah kebun si menyebut nama Anda", sebenarnya apa yang Anda lakukan yang terhadap kebun ini? Sang pemilik kebun lantas menyebutkan rahasianya. "Seperti apa yang Anda yang katakan, baikiah akan saya beri tahu. Sesungguhnya saya melihat panen yang dihasilkan kebun ini. Maka saya sedekahkan sepertiga bagiannya sepertiga lagi saya gunakan untuk makan saya bersama keluarga dan sepertiga dikembalikan lagi untuk pengembangan kebun ini." DUA BERSAUDARA Pada zaman Rasulullah hiduplah dua orang bersaudara. Salah satunya rajin menghadiri majelis untuk mendengarkan hadits beliau. Sementara yang lainnya sibuk bekerja. Lalu dia yang sibuk bekerja ini datang kepada Rasulullah untuk mengadukan perihal saudaranya. Dia mengatakan, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saudaraku ini tidak pernah menolongku sedikit pun (untuk mencari nafkah). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengatakan kepadanya. "Bisa jadi kamu diberi rezeki karena dia" AL-HASAN AL-BASHRI Pernah ada seseorang datang dari kepada Al-Hasan Al-Bashri mengeluhkan kemarau yang panjang. Maka beliau menyarankan untuk beristighfar kepada Allah. Di lain datang seseorang yang mengadukan kemiskinan yang ia alami. Lalu beliau menyarankan agar beristighfar kepada Allah. Datang pula kepada beliau seseorang yang minta didoakan agar Allah memberinya seorang anak. Kembali Al- Hasan menyarankan agar beristighfar kepada Allah. Ada lagi yang datang kepada beliau mengeluhkan kebunnya yang kekeringan. Untuk masalah yang ini, beliau pun tetap menyarankan agar beristighfar kepada Allah. Saat ditanya tentang hal itu, maka beliau menjawab, "Tidaklah aku mengatakan saya demikian dari pikiranku sendiri. Ini karena Allah berfirman: "Nuh mengatakan, 'Minta ampunlah kalian kepada Rabb kalian karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan untuk kalian hujan yang berturut-turut. Dan Dia akan memperbanyak untuk kalian harta dan anak-anak. Serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai," [QS.Nuh:12], [Ummu Umar] Disalin oleh admin Happy Islam dari Majalah Qudwah Edisi 4 Vol 01 2013 dengan judul asli "Merekalah Pengusaha Sukses,"

Akhirnya Ku Temukan Manhaj Salaf *) Ditulis oleh al-akh Abdullah (tidak ingin diketahui nama aslinya) dari Rubrik "Kisah Inspiratif Awal Mula Mengenal Salaf" www.rujukanmuslim.com “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” (Adh Dhuha: 3) “Dan Dia mendapat…

Biografi Singkat Ibnu Hajar Al-'Asqalani Oleh : Al-Ustadz Abu Hafiy Abdullah "Sungguh Allah telah memilih beliau untuk menjadi golongan ulama yang langka dan istimewa. Pada masanya, beliau adaLah seorang ulama multi talenta sehingga bagaikan bintang yang paling cemerlang di antara keberdaan ulama besar yang lainnya. Kecemerlangan beliau tersebut terus berlanjut hingga saat ini" Ya, beliau adalah Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin alari Mahmud bin Hajar Al Kinani Al Asqalani Asy syafi'i. Yang begitu populer dengan sebutan lbnu Hajar. Gelar Al Hafizh sangat identik dengan nama beliau. Beliau dilahirkan pada bulan Sya'ban tahun 773 H di pinggiran sungai Nil di Mesir kuno. Beliau adalah seorang anak yatim. Sang bapak meninggal saat beliau masih berusia empat tahun. Adapun ibunda beliau telah meninggal dunia sebelumnya. Setelah ayahnya meninggal, beliau diasuh oleh Zakiyyudin Al-Kharrubi yang merupakan kakak tertua ibnu Hajar, hingga kakaknya tersebut meninggal dunia. Sebelumnya, sang ayah sempat berwasiat kepada syaikh Syamsuddin Ibnu Al-Qaththan Al-Mishri supaya turut memperhatikan kepentingan Ibnu Hajar sepeninggalnya. Meski yatim piatu, semenjak kecil beliau memiliki semangat belajar yang tinggi.  .Beliau masuk kuttab (semacam Taman Pendidikan Al Qur'an) setelah genap berusia lima tahun. Hafal Al Qur'an ketika genap berusia sembilan tahun, Ketika Ibnu Hajar berumur 12 tahun ia ditunjuk sebagai imam shalat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785 H. Sungguh Ibnu Hajar memiliki perjalanan ilmiah yang sangat mengesankan. Setelah hafal Al-Qur'an, beliau pun mulai mempelajari kitab-kitab induk dan Sunan. Seperti Shahih Al-Bukhari dan yang lainnya. Mendekati usia tiga puluh tahun, beliau terlihat sangat unggul di atas teman-teman sejawatnya. Beliau lebih dalam penguasaan adab, ilmu sya'ir, dan ilmu sejarah dengan berbagai cabangnya. Sejak awal Ibnu Hajar telah dikaruniai kesenangan untuk meneliti kitab kitab sejarah (tarikh). Beliau pun banyak menghafal nama-nama perawi sekaligus keadaannya Kemudian dari tahun 792 H, beliau banyak meluangkan analiti dan menekupi ilmu sastra Arab. Bahkan, akhirnya beliau menjadi pakar dalam ilmu syair. Memasuki tahun 793 H, kecintaan beliau berpindah kepada ilmu hadits. Hanya saja, saat itu beliau belum bisa konsentrasi penuh dalam ilmu ini, hingga tahun 796 H. Di saat itulah beliau fokus secara total untuk mencari dan memperdalam ilmu hadits. Allah menjadikan beliau sangat menyukai ilmu hadits. Oleh sebab itu, beliau sangat menaruh perhatian terhadap hadits dalam berbagai bidangnya. Dengan sangat serius, beliau mendatami ilmu ini. Mempelajari hadits, menurut penuturan beliau dapat menghilangkan hijab (penghalang terkabulnya doa, membukakan pintu, memacu semangat yang tinggi di untuk berhasil dan mendatangkan hidayah kepada jalan yang lurus. Beliau belajar hadits di antaranya pada seorang imam besar di masanya, Al Hafizh Abul Fadhl Zainuddin Al Iraqi selama sepuluh tahun. Beliau juga mengadakan perlawatan ke berbagai negara seperti Syam, Hijaz, untuk dunia. belajar dari sejumlah ulama ternama di berbagai penjuru ada syait negeri. Maka, jumlah guru-guru beliau sangat banyak, bahkan tidak terhitung jumlahnya. Yang demikian ini karena beliau tidak merasa cukup dengan keberadaan para ulama di Mesir saja. Sehingga beliau sangat antusias untuk menimba ilmu dari para ulama di berbagai negeri meskipun harus menempuh medan berat berisiko tinggi dan jarak yang sangat jauh. Di antara guru besar beliau adalah Afifuddin An Nasyawari, Ibnul Mulaqqin, Sirajuddin Al-Bulqini, beliau inilah yang pertama kali mengizinkan Ibnu Hajar untuk mengajar dan berfatwa, serta Abul Fadhl Al-Iraqi yang sangat menghormati Ibnu Hajar dan mempersaksikan bahwa Ibnu Hajar adalah muridnya yang paling pandai dalam ilmu hadits. Bahkan beliaulah yang memberikan Al Hafizh kepada Ibnu Hajar, Yaitu sebuah gelar yang menunjukkan luasnya penguasaan seseorang ilmu terhadap hadits-hadist Nabi baik secara matan (redaksi hadits), maupun secara jalur periwayatan. Lebih dari itu, nama dan keadaan para perawi hadits pada setiap tingkatannya lebih banyak yang dikenal oleh seorang hafizh dari pada yang tidak ia kenal. Kisah pemberian predikat Al Hafizh kepada adalah ketika detik-detik terakhir menjelang wafat Al Hafizh Al Iraqi. Waktu itu Al Hafizh Al-Iraqi ditanya "Siapa yang akan menggantikan Anda setelah Anda meninggal dunia? Beliau pun menjawab, "Ibnu Hajar dan kemudian Abu Zurah, kemudian Al-Haitsami." Hafizh Al-Iraqi adalah seorang ulama besar di masanya yang sangat terkenal sebagai ahli fikih pengikut madzhab Syafi'i. Di samping itu, Al-Traqi juga seorang ulama yang sangat mendalam penguasaannya terhadap tafsir, dan bahasa Arab. Karena keistimewaan Al Hafiah Al-Iraqi itulah, Ibnu Hajar rela bermulazamah dengan beiau selama sepuluh tahun. Walaupun dengan selama sepuluh tahun, kebersamaan Ibnu Hajar dan gurunya tersebut, beliau juga pernah melakukan perjalanan ke negeri Syam dan yang lainnya dalam rangka untuk mencari ilmu syari. Namun dengan seizin Allah, kemudian jasa syaikh inilah Ibnu Hajar mencuat menjadi seorang ulama yang sangat mumpuni dalam berbagai cabang ilmu. Sehingga Ibnu Hajar menjadi orang pertama kali yang diberi izin oleh Al hraqi untuk mengajarkan hadits. Bahkan sang guru memberikan gelar Ibnu Hajar dengan Al Hafizh dan sangat memuliakannya. Dalam pujiannya terhadap muridnya, Ibnu Hajar, Al Iraqi pernah mengatakan, "Al-Hafizh adalah seorang yang alim (berilmu), Al-Fadhil (memiliki keutamaan) Al-Muhaddits (ahli hadits) Al Mufid ( yang memberikan faedah), Al-Mujid (yang suka mengerjakan sesuatu dengan baik), Al-Hafizh yang mutqin (kuat hafalannya), yang dhabith (kuat, teliti dan seksama), yang tsiqoh (terpercaya), yang ma'mun (dapat dipercaya)" Guru-guru Al Ibnu Hajar yang lain sangat banyak. para guru tersebut merupakan ulama-ulama yang ternama di zamannya Di antaranya adalah Abdurrahim dan Razin. Dari beliau ini Al Hafizh mendengarkan dan belajar shahih Al Bukhari, Guru yang lain adalah Al 'izz bin Jama ah, yang lbnu Hajar banyak mengambil ilmu darinya. Tercatat juga nama Hummam Khawatizmi. Dalam memperdalam ilmu bahasa arab, Al min Siyar Hafizh belajar kepada yang leb'Alamin Al Fairuz Abadi yangmerupakan penyusun kitab Al Qamus Muhith). Untuk masalah Qira'atus sab'ah (tujuh macam bacaan Al Quran), beliau belajar kepada Al Burhan At-Tanukhi. Dan yang lainnya. Sungguh luar biasa, jumlah guru beliau mencapai 500 syaikh dalam berbagai binyak disiplin ilmu. Kapasitas keilmuan Al Hafizh lbnu Hajar yang diakui oleh para ulama besar di zamannya menjadi perhatian para penuntut ilmu dari penjuru dunia. Mereka rela berbondong-bondong menempuh pegalanan yang sangat jauh untuk menimba ilmu dari beliau. Oleh karena itu, beliau memiliki lebih dari lima ratus murid. Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu murid beliau bernama As Sakhawi. Bahkan, beliau mengatakan bahwa seluruh tokoh ulama dari berbagai madzhab berguru kepada Ibnu Hajar. Sehingga, layaknya seorang ulama yang tersohor belau pun selalu padat dan penuh dengan penuntut ilmu. Di antara mund beliau yang sangat menonjol dan terkenal adalah Al lmam As Sakhawi. la adalah murid istimewa Al-Hafizh Ibnu Hajar, di samping sederetan nama besar lainnya: Al-Biqa'i Zakariya Al-Anshari, Ibnu Qadhi Syuhbah, lbnu Tahgri Bardi. Ibnu Fahd Al-Makki, dan masih banyak yang lainnya. https://pixabay.com/en/apple-books-garden-read-browse-2037883/ Ibnu Hajar menghabiskan umur beliau untuk menuntut ilmu dan mendakwahkannya. Baik dakwah dengan lisan ataupun tulisan. Banyaknya karya ilmiah yang beliau tulis dalam berbagai cabang ilmu adalah bukti. Satu hal yang sangat luar biasa, karena beliau masih bisa menyempatkan untuk membuat karya tulis disela-sela kesibukan beliau yang begitu padat. Bahkan karya tulis kitab besar yang berjlid-jilid. Salah satu tulisan beliau yang kangat terkenal adalah Fathul Bari yang merupakan syarah (penjelasan) dari Shahih Al-Bukhari. Sampai digambarkan oleh sebagian ulama, bahwa seandainya zamannya, kitab beliau hanya Fathul Bari, maka sudah cukup menggambarkan kefaqihan dan keilmuan beliau yang sangat luas mendalam. Fathul Bari merupakan syarah yang sangat identik dengan Kitab Shahih Al Bukhari. Meskipun ada ulama lain yang Ibnu Hajar juga mensyarah kitab ini. Menurut penuturan As Sakhawi, karya tulis Ibnu Hajar mencapai lebih dari 270 kitab. Adapun penelitian para ulama kontemporer mengindikasikan bahwa karya tulis beliau lebih 282 kitab Itupun belum ditambah kitab-kitab beliau yang tidak tercetak. Selain Fathul Bari yang merupakan karya monumental, masih banyak kitab penting beliau yang menjadi rujukan ulama dan kaum muslimin hingga saat ini. Sebagai contoh, Tahdzibut Tahdzib, Lisanul Mizan, At-Talhisul Habit, Nuzhatun Nadhar, Bulughul Maram, Al-Ishabah fi Tamyiz Ash Shahabah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Meskipun Ibnu Hajar diberi anugerah sekian banyak keutamaan, beliau adalah sosok yang penuh dengan kerendahan hati dan sikap wara sebab beliau menolak tawaran untuk menjadi (hakim), itupun Beliau menyadari bahwa mengemban tugas hakim bukanlah perkara yang ringan. Bahkan sebuah tanggung jawab besar di sisi Allah. Tatkala Ash Shadr Al Munawimeminta beliau menggantikan posisinya sebagai hakim akidah beliau pun menolaknya. Selain itu datang pula tawaran dari Sulthan Al Muayyad kepada beliau supaya menjadi hakim. Yaitu Hakim Agung di Mesir waktu itu. Beliau sempat menyesal setelah menerima jabatan tersebut. Karena banyaknya fitnah dan godaan duniawi, beliau pun mengundurkan diri. Pada tahun 828, Sulthan memintanya lagi dengan sangat agar beliau menerima jabatan sebagai hakim sebaga kembali. Sehingga Ibnu Hajar pun menerima jabatan tersebut Kaum muslimin pun sangat bergembira karena memandang adalah beliaulah orang yang paling berhak mendudukinya. Kekuasaan beliau pun ditambah, yaitu diserahkannya kehakiman kota Syam kepada beliau pada tahun 833 H. Beliau telah melanglang buana dalam dunia peradilan selama lebih dari tiga puluh tahun. Disebutkan oleh sebagian ahli sejarah yang menulis biografi Ibnu Hajar, sebuah kejadian unik yang pernah beliau alami selama menjabat sebagai hakim. Kisah ini juga dinukilkan oleh beliau Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam kitabul Ilmi, kitab karya beliau. Sebagai hakim besar di kota Mesir, Ibnu Hajar senantiasa berangkat ke tempat kerjanya dengan mengendarai kereta yang ditarik kuda atau keledai dengan arak-arakannya. Suatu saat, beliau dengan keretanya tersebut melewati seorang Yahudi di Mesir. Orang Yahudi itu berprofesi sebagai penjual minyak sehingga dia terlihat berpenampilan kotor dan kumuh. Tatkala Ibnu Hajar dan rombongan lewat di depannya, ia segera mendekat dan menghentiaknnya. Kemudian dia mengatakan kepada Ibnu Hajar, "Sesungguhnya Nabi kalian telah berkata, 'dunia adalah penjara bagi orang yang beriman dan surga bagi kafir'. Namun, kenapa profesi anda sebagai hakim di Mesir, dengan arak-arakan seperti ini, serta kenikmatan yang berlimpah. Sementara aku, kata orang yahudi tersebut, berada dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini." Maka Ibnu Hajar pun mengatakan, "Aku dengan kondisiku yang penuh dengan kemewahan dan kenikmatan dunia ini, bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Adapun penderitaanmu di dunia ini, jika dibandingkan dengan siksa neraka adalah seperti surga yang penuh dengan kenikmatan." Spontan orang Yahudi langsung mengucapkan, "Asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah." akhirnya ia memeluk agama Islam. Kitab Fathul Bari yang Berjilid-jilid Pembaca, sebagai manusia biasa, lbnu Hajar tentu tidak kekurangan dan kesalahan. Beliau memiliki lepas dari pemikiran Asyariyah akidah yang tercampur dengan terkadang menakwil sifat-sifat Allah. Dan terkadang beliau mengalami kegoncangan dalam akidahnya tersebut. Meskipun demikian, seseorang tidak boleh menjadikan ketergelinciran beliau ini sebagai batu loncatan untuk mencela. Apalagi memvonis beliau sebagai ahli bid'ah. Karena, secara umum manhaj ahlus sunnah wal adalah manhaj yang beliau tempuh jamaah. ini bisa dibuktikan dengan pembelaan beliau terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sangat besar. Di samping para ulama juga telah memberikan pujian dan rekomendasi terhadap beliau, Oleh sebab itu, para ulama dari masa ke masa tidak ada yang menggolongkan beliau sebagai ahli bid'ah. Tidak pula melarang kaum muslimin secara untuk mengambil faedah dari karya tulis beliau. Demikianlah sepenggal kisah tentang berbagai keutamaan dan keistimewaan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Sungguh jarang seorang ulama diberi kemampuan komplit sebagaimana membalas jasa-jasa beliau terhadap kaum muslimin, dan beliau semoga Allah mengampuni beliau dengan rahmat dan maghfirah Nya. Wabillahi taufiq, Disalin oleh admin Happy Islam dari Majalah Qudwah Edisi 4 Vol 01 2013 BACA: AKHLAK IMAM AHMAD

BERSAING DENGAN ORANG KAYA DALAM BERAMAL SHALIH Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: “Beberapa orang fakir dari kalangan Muhajirin mendatangi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengeluhkan: “Orang-orang kaya bisa mendapatkan tingkatan derajat yan…