Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Meraup Ketenangan dengan Tawakkal (Kisah Hatim Al-Asham)
Atsar.id
Atsar.id

Meraup Ketenangan dengan Tawakkal (Kisah Hatim Al-Asham)

KISAH HATIM AL-ASHAM Hatim al-Asham termasuk di antara pembesar orang-orang shaleh. Hatinya sudah rindu ingin menunaikan haji pada suatu tahun di antara tahun-tahun yang ada. Namun ia belum jua memiliki biaya untuk berhaji, tidak boleh mengadakan perjalanannya, bahkan haji itu tidak wajib tanpa meninggalkan biaya hidup bagi anak-anaknya tanpa keridhaan mereka. Ketika waktu yang dijanjikan telah tiba, puterinya melihat dirinya bersedih dan menangis, sedang keshalehan terdapat pada puterinya tersebut. Ia berkata kepadanya,&nbsp. “Wahai ayahku, gerangan apa yang membuat engkau menangis? Ia berkata, “Haji telah tiba.” “Lalu mengapa engkau tidak pergi berhaji?” tanya sang puteri. “Nafkah” jawab sang ayah. “Allah yang akan memberikan engkau rezeki,” jawab si puteri. “Lalu apa nafkah kalian?” tanya sang ayah lagi. “Allah yang akan memberikan kami rezeki,” jawab sang puteri. “Tetapi perkaranya kembali kepada ibumu,” kata sang ayah. Pergilah puterinya tersebut untuk mengingatkan Sang ibu. Hingga akhirnya, ibu dan anak-anak lelakinya berkata kepada Hatim,  “Pergilah berhaji, Allah yang akan memberikan kami rezeki.” Hatim pun berangkat berhaji. Ia hanya meninggalkan nafkah untuk tiga hari buat mereka. Ia berangkat berhaji sementara tidak ada sedikit harta pun yang bersamanya yang dapat digunakan untuk mencukupi keperluannya. Adalah ia berjalan di belakang kafilah. Di awal perjalanan, seekor kalajengking menyengat pemimpin kafilah, membuat mereka bertanya siapa yang dapat meruqyah dan mengubatinya. Mereka pun mendapati Hatim. Lantas ia meruqyahnya sehingga Allah menyembuhkan pemimpin kafilah dari kebinasaannya. Pimpinan kafilah berkata, “Nafkah pulang dan pergi (Hatim), saya yang menanggungnya.” Hatim pun berdo’a, “Ya Allah, ini adalah pemeliharaan-Mu kepadaku, maka perlihatkanlah pemeliharaan-Mu kepada keluargaku.” Telah berlalu masa tiga hari sementara nafkah yang ditinggalkan di sisi anak-anak telah habis. Mulailah rasa lapar menguasi mereka, sehingga mereka mulai mencela si anak perempuan tadi. Namun ia hanya tertawa.  Mereka berkata, “Apa yang membuatmu tertawa sementara rasa lapar hampir membunuh kita.”  Ia balik bertanya, “Ayah kita ini Razzaq (Sang Pemberi Rezeki) atau pemakan rezeki?” “Pemakan rezeki, kerana ar-Razzaq itu hanyalah Allah,” jawab mereka. “Kalau begitu telah pergi pemakan rezeki dan tinggallah ar-Razzaq,” jawab anak perempuan. Ketika ia tengah berbicara dengan mereka, tiba-tiba pintu diketuk. “Siapa di pintu?” tanya mereka. “Sesungguhnya Amirul Mukminin meminta air minum kepada kalian,” jawab si pengetuk pintu. Kemudian, mereka pun memenuhi geribah dengan air. Minumlah Sang Khalifah, maka ia merasakan kelezatan pada air tersebut yang belum pernah dirasakannya.  Ia bertanya, “Dari mana kalian mendapatkan air ini?”  “Dari rumah Hatim,” jawab mereka.  “Kalian panggil dia supaya aku dapat membalas budinya,” perintah Khalifah.  “Ia sedang berhaji,” jawab mereka.  Maka Amirul Mukminin melepas ikat pinggangnya –dan itu merupakan sabuk yang terbuat dari kain tenun mewah yang bertabur permata – seraya berkata,  “Ini untuk mereka (keluarga Hatim).”  Kemudian ia berkata, “Siapa yang ia memiliki tangan atasku –yaitu siapa yang dia mencintaiku-?”  Maka tiap menteri dan pedagang melepaskan ikat pinggangnya untuk mereka hingga menumpuklah ikat pinggang-ikat pinggang tersebut. Kemudian salah seorang pedagang membeli semua ikat pinggang tersebut dengan emas sepenuh rumah yang dapat mencukupi keperluan mereka (keluarga Hatim) hingga ajal menjemput, lalu mengembalikan lagi ikat pinggang-ikat pinggang itu kepada mereka (para pemiliknya). Mereka (keluarga Hatim) membeli makanan dan tertawa ceria. Namun si anak perempuan malah menangis.  Sang ibu berkata kepadanya, “Perkaramu sungguh mengherankan wahai puteriku. Ketika kami menangis kerana lapar, kamu malah tertawa. Namun ketika Allah telah memberikan jalan keluar kepada kita, kamu malah menangis?!” Sang anak menjawab, “Makhluk yang tidak menguasai manfaat maupun madharat untuk dirinya sendiri ini (yaitu Khalifah) pun melihat kepada kita dengan pandangan hiba yang mencukupi kita dari kematian, lalu bagaimana kiranya dengan Raja para raja?!” Itulah kepercayaan (tsiqah) kepada Allah. Itulah kepercayaan kepada ar-Razzaq yang memiliki kekuatan lagi sangat kukuh. Itulah kekuatan iman dan kekuatan tawakkal kepada Allah. Maha suci Allah, di mana kita dibanding mereka?! Ketika Allah memilih engkau untuk menempuh jalan hidayah-Nya, bukanlah kerana engkau istimewa atau kerana ketaatan yang engkau kerjakan! Namun itu semata rahmat dari-Nya yang menyelimutimu. Boleh jadi, Ia akan mencabutnya darimu bila saja pun. Oleh kerana itu, janganlah engkau tertipu dengan amalanmu maupun ibadahmu!  Janganlah engkau kira kecil amalan orang-orang yang telah sesat dari jalan-Nya! Seandainya bukan kerana rahmat Allah kepadamu, niscaya engkau sudah menduduki tempatnya. Ulangilah membaca kisah ini dengan perlahan dan tenang! Dari fawaid asy-Syaikh Fawwas al-Madkhali hafizhahullah. Dinukil dari Sahab ( http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=137426 ) 📖Sumber : Majmu’ah an-Nahjul Wadhih Alih bahasa : Syabab Forum Salafy *** =======> Diulang Perkongsian Dengan sedikit Pengeditan Bagi kesesuaian Bahasa Tanpa mengubah Maksud Oleh: 🚇Group WA & Telegram  : 🌴@InginKenalSunnah 📮Klik "JOIN" https://goo.gl/Op9xa4

Adab & Akhlak
Feb 26, 20175 min read
Pemuda Semangat Menghidupkan Sunnah Nabi
Atsar.id
Atsar.id

Pemuda Semangat Menghidupkan Sunnah Nabi

SEMANGAT MENGHIDUPKAN SUNNAH NABI Sufyan Ats Tsauri (tabiut tabiin, w. 161 H) pernah mengatakan, "Kalau kamu mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan (meneladani) sunnah Nabi, maka lakukanlah." [Fathul Mughits, As-Sakhawi] Abu Amr Muhammad bin Abi Jafar 376 H) berkisah, "Suatu malam, Abu Utsman Ismail (w. 290 H) shalat mengimami kami di masjidnya. Dia memakai sarung dan selendang (seperti pakaian ihram haji). (Setelah selesai, aku pun (pulang dan) bertanya kepada ayahku (Abu Jafar Ahmad bin Hamadan, &nbsp.w.311 H), "Wahai ayah, dia (Abu Utsman) sedang ihram. Ayahku pun mengatakan, " Tidak.  Sesungguhnya mendengar Mustakhraj *) Muslim dariku.  Jika dia mendengar hadits yang belum pernah dia amalkan sebelumnya,  maka dia pun mengamalkannya pada siang atau malamnya.  Dia telah mendengar dari pembacaan hadits,  bahwasanya Nabi pernah memakai sarung dan selendang." [Fathul Mughits As-Sakhawi] Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, "Tidaklah aku menulis sebuah hadits dari Nabi kecuali aku telah mengamalkannya Sehingga ketika sampai kepadaku hadits Nabi bahwa beliau pernah berbekam dan memberi satu dinar kepada Abu Thaibah (tukang bekam), maka berbekam lalu memberi satu dirham kepada tukang bekam" [AI Jami li Akhlaqir Rawi, Al Khathib Al-Baghdadi] Buku Sumber: https://pixabay.com/en/book-notebook-leave-notes-1945515/ Tiga nukilan ini menjadi pelajaran bagi kita betapa para ulama terdahulu sangat bersemangat dalam mengamalkan sunnah Rasul. Demikianlah hendaknya dilaksanakan bagi setiap muslim. Karena bimbingan beliau adalah bimbingan yang sempurna, bimbingan yang dituntun berdasarkan wahyu. Sehingga pasti akan mendatangkan maslahat bagi hamba baik dunia maupun di akhirat. Apakah Sunnah? Tetapi sobat perlu kita ketahui dahulu yang dimaksud dengan sunnah di sini. Para ulama memakai istilah'sunnah untuk beberapa hal, yaitu : 1. Amalan apabila yang diamalkan berpahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Ini adalah istilah para ahli fikih. Seperti jika dikatakan shalat malam hukumnya sunnah. 2. Sunnah yang bermakna sama dengan hadits, yakni segala yang disandarkan kepada Rasulullah baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat akhlak,dan fisik. Seperti ketika dikatakan, "Kita harus berpegang teguh dengan Al- Quran dan As-Sunnah" 3.  Sunnah yang maknanya ajaran Rasulullah secara umum, mencakup Islam secara keseluruhan, baik yang berdasarkan Kitabullah maupun hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Nah, inilah yang dimaksud dalam sebuah hadits yang artinya, "Barang siapa membenci sunnahku,  maka dia bukan termasuk golonganku" [H.R.  Al-Bukhari dan Muslim] Nah,inilah makna-makna Sunnah. Dan yang dimaksud Sunnah dalam pembahasan kita ini adalah makna yang ketiga, beramal dengan seluruh ajaran Rasul. Jadi, kita harus mengamalkan semua ajaran Nabi baik yang hukumnya wajib, mustahab, atau mubah dan menjauhi semua yang dijauhi Nabi, baik hukumnya makruh atau haram. Motivasi Bersunnah "Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali terasing. Maka beruntunglah orang yang terasing"[H.R.  Muslim] Sekitar empat belas abad silam, ucapan tersebut keluar dari lisan yang mulia,  Rasulullah Semenjak dahulu beliau sudah mensinyalir bahwa Islam akan menjadi terasing. Ya, adalah sunnatullah bahwa Islam akan menjadi asing, Asing, bahkan bagi pemeluknya sendiri. Kita pun sangat merasakannya di zaman Semakin jauh dari zaman kenabian, maka zaman tersebut semakin jelek kualitasnya. Bahkan tidak jarang, sunnah justru menjadi bahan ejekan. Makanya, kita harus bersemangat melaksanakan Sunnah Nabi. Nggak usah dipedulikan ucapan orang, " Anjing menggonggong, kafilah berlalu",  kata peribahasa. Bukan mereka yang akan membalas kita kok. Allah akan memberi kita pahala Dan perlu kita ketahui sobat,  pahala bersemangat atas sunnah ini sangat sebanding dengan tantangannya "Di belakang kalian, akan ada hari-hari kesabaran. Bersabar (di atas sunnah pada waktu itu seperti memegang bara api. Orang yang beramal dengan sunnah pada waktu itu setara dengan pahala lima puluh orang yang beramal dengan amalan kalian." [H.R.At-Tirmidzi,  Syaikh Al-Albani menghukumi"shahih lighairih"] Ya sobat,  beramal satu amalan yang telah mati,  bisa dilipatgandakan menjadi lima puluh pahala shahabat. Luar biasa bukan? Namun, pelipatgandaan ini berlaku untuk amalan yang ia hidupkan itu saja. Bukan pada seluruh amalannya. Sehingga, kita tetap tidak mungkin bisa menyamai pahala para shahabat. Selain pahala tadi, kita kita akan mendapatkan pahala orang yang mengikuti amalan kita "Siapa Saja yang mensunnahkan di dalam lslam ini sunnah yang baik, maka dia akan mendapatkan pahalanya pahala siapa yang mengamalkan setelahnya, tanpa mengurangi pahala dari pelakunya sedikit pun." [H.R.  Muslim]. Coba bayangkan kalau ternyata adik kita mengikuti kita, teman kita juga ikut, ayah ibu dan keluarga ikut. Terus mereka menyebarkan ke teman temannya. Wah,  berapa pahala yang bisa kita raup? Nah, inilah MLM berpahala, MLM dalam menghidupkan sunnah. Tapi jangan lupa ikhlasnya ya! Ayo buruan!   [Abdurrahman] Disalin oleh Happy Islam dari Majalah Tashfiyah Edisi 29 Vol.3 1434H/2013

dakwah
Feb 26, 20175 min read
Website / Situs Ulama Ahlussunnah Salafy
Atsar.id
Atsar.id

Website / Situs Ulama Ahlussunnah Salafy

ILMU ADALAH DAGING DAN DARAHMU Al-Imam Malik rahimahullah berkata: "Sesungguhnya ilmu ini adalah dagingmu dan darahmu, dan pada hari kiamat nanti engkau ditanya tentangnya, maka perhatikanlah dari siapa engkau mengambilnya." Al-Kifayah, karya al-Khathib al-Baghdady, hal. 21 WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy SITUS-SITUS ULAMA' SALAF YANG TERPERCAYA&nbsp. المواقـــــــــــــع الموثوقة التي ينصح بأخذ العلم منها ...👇 🎋ﻣﻮﺍﻗﻊ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﻋﻼﻡ 1⃣موقع ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﻣﻲ http://www.eljame.com/ 2⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ http://www.binbaz.org.sa/ 3⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﺎﺻﺮ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ http://www.alalbany.net/ 4⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ http://binothaimeen.net/all/Noor.shtml 5⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻘﺒﻞ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻮﺍﺩﻋﻲ http://www.muqbel.net/ 6⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ http://www.alnajmi.net/ 7⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ محمد اللحيدان http://lohaidan.af.org.sa/ 8⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ http://www.alfawzan.af.org.sa/ 9⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ http://www.rabee.net/ar/ 🔟ﺍﻟﻤﻮﻗﻊ ﺍﻟﺮﺳﻤﻲ ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ / ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.njza.net/ 1⃣1⃣ موقع الرسمي للشيخ عبدالعزيز آل شيخ مفتي المملكه http://mufti.af.org.sa/ 2⃣1⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺳﻌﻴﺪ ﺭﺳﻼﻥ http://www.rslan.com/ 3⃣1⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ ﻓﺮﻛﻮﺱ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://ferkous.com/home/ 4⃣1⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://elbukhari.com/ 5⃣1⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻧﺰﺍﺭ ﺑﻦ ﻫﺎﺷﻢ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://rsalafs.com/ 6⃣1⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺿﺎ ﺑﻮﺷﺎﻣﺔ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.masjid-elwiam.org/ 7⃣1⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺛﺎﻧﻲ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺭﺿﺎ ﺑﻮﺷﺎﻣﺔ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.rayatalislah.com/ 8⃣1⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ يحيي ﺍﻟﺤﺪﺍﺩﻱ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.haddady.com/ 9⃣1⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺑﻦ ﺑﺮﺟﺲ ﺁﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.burjes.com/ 0⃣2⃣ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﻣﺨﺘﺎﺭ ﺍﻟﺮﻣﻠﻲ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.alqayim.net/ 1⃣2⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻟﺰﻫﺮ ﺳﻨﻴﻘﺮﺓ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.tasfiatarbia.org/home/ 2⃣2⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﺎﺯﻣﻮﻝ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.bazmool.net/ 3⃣2⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺪﺭ -ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://al-badr.net/ 4⃣2⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﺤﺴﻦ ﺑﻦ ﺣﻤﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://al-abbaad.com/ 5⃣2⃣ ﻣﻮﻗﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺷﻴﺦ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ http://www.saleh.af.org.sa/mobile.html ➖➖➖➖➖➖➖ 📝ﻣﻮﺍﻗﻊ ﺳﻠﻔﻴﺔ ﻣﻔﻴﺪﺓ 📦ﺇﺫﺍﻋﺔ ﻣﻴﺮﺍﺙ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ http://ar.miraath.net/ 📦ﺇﺫﺍﻋﺔ ﺍﻟﻨﻬﺞ ﺍﻟﻮﺍﺿﺢ http://ar.alnahj.net/radio/annahj-alwadeeh 📦ﺇﺫﺍﻋﺔ ﺑﻴﻨﻮﻧﺔ ﻟﻠﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ http://www.baynoona.net/ar/radio 📦 موقع ﺟﻮﺟﻞ ﺍﻟﺴﻠﻔﻲ http://www.gsalafi.com/?m=1 📦 ﻣﻮﻗﻊ ﺇﺫﺍﻋﺔ ﻭ ﺗﺴﺠﻴﻼﺕ ﺍﻟﻨﻬﺞ ﺍﻟﻮﺍﺿﺢ http://ar.alnahj.net/radio/annahj-alwadeeh 📦ﻣﻮﻗﻊ ﺳﺒﻞ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻟﻠﺼﻮﺗﻴﺎﺕ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ http://www.subulsalam.com/ 📦 ﻣﻮﻗﻊ ﺑﻄﺎﻗﺎﺕ ﻭ ﻣﻄﻮﻳﺎﺕ ﺳﻠﻔﻴﺔ https://matwiat.wordpress.com/ 📦 ﻣﻮﻗﻊ ﺷﺒﻜﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ http://www.elforqane.net/ 📦ﺷﺒﻜﺔ ﺳﺤﺎﺏ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ http://www.sahab.net/home/ 📦 ﺷﺒﻜﺔ ﺑﻴﻨﻮﻧﺔ ﻟﻠﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ http://www.baynoona.net/ar/ 📦 ﺷﺒـﻜﺔ ﺍﻟﺒﻴّﻨـﺔ ﺍﻟﺴﻠﻔـﻴﺔ http://www.bayenahsalaf.com/vb/ 📦ﺷﺒﻜﺔ ﺍﻟﺮﺑﺎﻧﻴﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ http://www.alrbanyon.com/vb/ 📦 ﺷﺒﻜﺔ ﺍﻟﻮﺭﻗﺎﺕ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ http://www.alwaraqat.net/ 📦ﻣﻨﺘﺪﻳﺎﺕ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻵﺟﺮﻱ http://www.ajurry.com/vb/forum.php 📦موسوعة الفتاوي الصوتية http://fatawa-alalbany.com/al-abbaad.html 📦ﻣﺸﺮﻭﻉ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﺍﻹﻟﻜﺘﺮﻭﻧﻲ http://quran.ksu.edu.sa/ 📦ﺍﻟﺮﺋﺎﺳﺔ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹﻓﺘﺎﺀ http://www.alifta.com 📦ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻧﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺭﺏ ﺍﻟﺼﻮﺗﻴﺔ www.alandals.net - http://alandals.net/Sections.php Sumber Channel Telegram : https://t.me/Riyadhussalafiyyin/3724

Info
Feb 24, 20174 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast