Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, ﻛﻞ ﺫﻧﺐ ﻳﺬﻧﺒﻪ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻓﻘﺪ ﻇﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﻧﻔﺴﻪ ، ﺳﻮاء ﻓﻌﻠﻪ ﺳﺮا ﺃﻭ ﻋﻼﻧﻴﺔ “Setiap dosa yang dilakukan oleh seseorang, maka sungguh dia telah menzalimi dirinya sendiri dengan dosa tersebut. Sama saja apakah dia melakukan dosa itu secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.” [Al-Ikhtiyarot al-Fiqhiyah 67]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “وَقَد ضَمِنَ اللَّـه سُبحَانَهُ لِكُلِّ مَن عَمِلَ صَالِحًا أن يُحيِّيهِ حَيَاةً طَيبَة ، وهُوَ صَادِقُ الوَعدِ لا يُخلِفُ وَعدَه” “Sungguh Allah Ta’ala telah menjamin siapa saja yang melakukan amal shalih bahwa Dia akan memberikan kehidupan yang baik. Janji Allah itu benar dan Dia tiada pernah menyelisihi janji-Nya.” [Ad-Da’wad Dawa’ 437]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “يوجد الآن من يحمل شهادة دكتوراه لكنه لا يعرف من العلم شيئًا أبدًا.” “Sekarang ini dijumpai orang yang bergelar doktor, namun dia tidak mengetahui sama sekali tentang ilmu agama (yang benar).” [Syarah Riyadhis Shalihin 1/1591]


Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, أخشى أن يزداد الأمر شدة، فينسى الناس حكم الغناء حتى إذا ما قام أحد ببيانه أُنكِر عليه ونُسِب إلى التشدّد . “Aku khawatir masalah ini akan semakin bertambah parah. Orang-orang lupa hukum nyanyian hingga apabila ada seseorang yang menjelaskan hukumnya, dia pun diingkari dan divonis sebagai garis keras.” [Tahrim Aalaat Thorb […]


Ibnul Arabi al-Maliki rahimahullah menyatakan, «والناس إذا لم يجدوا عيبًا لأحدٍ وغلبهم الحسد عليه وعداوتهم له؛ أحدثوا له عيوبًا». “Jika orang-orang tidak mendapatkan aib pada diri seseorang sementara mereka telah dikuasai hasad dan permusuhan terhadap orang tersebut, maka mereka pun membuat-buat berbagai aib untuknya” Al-‘Awashim min al-Qawashim 256


Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan, لا أعلم علمًا بعدَ الحلال والحرام أنبلَ مِن الطب، إلا أنَّ أهل الكتاب قد غلبونا عليه. “Aku tidak mengetahui sebuah ilmu setelah ilmu tentang halal dan haram yang lebih mulia daripada ilmu medis (kesehatan). Hanya saja orang-orang ahlul kitab telah mengalahkan kita dalam bidang ini.” Siyar A’lamin Nubala 10/57


Pernah disampaikan kepada Abu hazim rahimahullah, ﺃﻣﺎ ﺗﺮﻯ ﻗﺪ ﻏﻼ ﺍﻟﺴﻌﺮ ؟ “Tidakkah engkau mengetahui bahwa harga barang naik?. Beliau pun mengatakan, ﻭﻣﺎ ﻳﻐﻤﻜﻢ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ، ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺮﺯﻗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺧﺺ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺮﺯﻗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﻼﺀ. ‘Lantas apa yang membuat kalian resah dengan lonjakan harga tersebut. Sesungguhnya Allah yang memberi rizeki kepada kita di saat […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, Wahai manusia, “ﻳﺎ ﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺇﻥ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻦ الله ﺧﻄﺎﻳﺎ ﻻ ﻳﻌﻠﻤُﻬﺎ ﺇﻻ الله ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﺣﺒﺒﺖَ ﺃﻥ ﻳﻐﻔِﺮَﻫﺎ ﻟﻚ ﻓﺎﺻﻔﺢ ﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻋِﺒﺎﺩﻩ”. “Sesungguhnya antara engkau dengan Allah terdapat kesalahan-kesalahan yang tidak mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. Jika engkau menginginkan ampunan dari Allah, maka maafkan kesalahan hamba-hamba-Nya.” [Badaiul Fawaid 2/468]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “الصحيح أن جميع ما ورد فضل ليلة النصف من شعبان ضعيف لا تقوم به حجة, ومنها أشياء موضوعة.ولم يعرف عن الصحابة أنهم كانوا يعظمونها, ولا أنهم كانوا يخصونها بعمل, ولا يخصون يوم النصف بصيام.” “Yang shahih adalah bahwa semua hadist yang menerangkan keutamaan malam pertengahan Sya’ban adalah Dhoif […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, إذا أصيب الإنسان تذكر الأجر واحتسب هذه المصيبة على الله فيكون فيها فائدتان: تكفير الذنوب، وزيادة الحسنات/div>”Apabila seseorang tertimpa musibah kemudian teringat akan pahala dan berharap pahala atas musibah ini kepada Allah, maka akan ada dua manfaat dalam musibah itu, yaitu sebagai penghapus dosa-dosa dan penambah kebaikan-kebaikan untuknya.” […]


Ucapan seperti ini adalah ucapan yang baik dan tidak mengapa mengucapkannya. Kita memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita beserta saudara-saudara kita di surga dan semoga kita berjumpa di surga. Akan tetapi janganlah dia mengatakan ” insya Allah. Bahkan hendaknya dia mengatakan, kita memohon kepada Allah agar kita berjumpa di surga dengan keutamaan-Nya dan semoga Allah […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, فالناس لا بد أن يبعثوا والعبارة التي نسمعها أو نقرأها أحيانا أن الرجل حملوه إلى مثواه الأخير -يعنى إلى المقبرة- عبارة غير صحيحة لأن القبور ليست المثوى الأخير ولو كان قائلها يعتقد معناها لكان لازم ذلك أنه ينكر البعث. “Manusia pasti akan dibangkitkan, sehingga ungkapan yang terkadang kita […]