Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Biografi Alqamah bin Qais, Potret Sang Guru
Atsar.id
Atsar.id

Biografi Alqamah bin Qais, Potret Sang Guru

Potret Sang Guru Oleh : Ustadz Abu Hafiy Abdullah Sungguh penting untuk sejenak menoleh ke belakang, melihat kisah penuh hikmah para ulama salaf. Dari kalangan tabi'in (murid generasi sahabat) tertoreh nama seorang figur ulama dikenal dengan kapasitas ilmu fikih dan qira'ahnya. Beliau disebut-sebut sebagai muridnya Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu yang secara karakter dan kapasitas keilmuan paling mirip dengan gurunya tersebut. Beliau adalah Alqamah bin Qais bin Abdillah bin Malik bin Alqamah bin Sulaiman bin Kahl An Nakhai Al Kufi rahimahullah dengan kunyah Abu Sibl . Pertumbuhan beliau terdukung dengan suasana keluarga yang penuh dengan suasana ilmiah yang sangat baik. Tentu faktor keberadaan para sahabat di sekitarnya juga memiliki peran yang sangat vital dalam pertumbuhan ilmiahnya. Beliau adalah paman Al Aswad bin Yazid dan masanya. Alqamah dilahirkan pada masa kenabian dan tergolong sebagai Mukhadram. Mukhadram adalah orang yang beriman kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika beliau masih hidup namun tidak bertemu dengan Nabi. MIRIP DENGAN ABDULLAH BIN MAS'UD RADHIYALLAHU 'ANHU Beliau berhijrah untuk menuntut ilmu agama dan jihad lalu tinggal di Kufah. Di kota itulah, beliau bermulazamah dengan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu dan akhirnya menjadi pemimpin ulama dalam ilmu serta amal. Tak heran jika Alqamah menjadi ulama ahli qira'ah yang menuai pujian dari para ulama.&nbsp. Beliaulah salah satu manusia paling fasih di zamannya dalam membaca Al Quran. Sebagaimana guru besarnya yang langsung dibimbing oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Simaklah hadis yang merekomendasikan bacaan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu berikut ini. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฑู‘ูŽู‡ู ุฃู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุบูŽุถู‘ู‹ุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุงู‡ู ุจูู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุจู’ู†ู ุฃูู…ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏ "Barangsiapa ingin membaca Al Quran sebagaimana ketika baru saja diturunkan, maka bacalah Al Quran sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd (Abdullah bin Mas'ud)." [H.R. Ahmad dengan sanad yang shahih]. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuย  dinisbatkan kepada ibunya karena bapaknya meninggal pada zaman jahiliyah. Adapun ibunya yang bergelar Ummu 'Abdu masuk Islam. Ibnu Mas;ud radhiyallahu 'anhu menyukai suara Alqamah yang indah dalam membaca Al Quran. Suatu saat Ibnu Mas'ud menyuruh Alqamah agar membacakan Al Quran untuknya. Kemudian setelah selesai membaca Al Quran, beliau meminta agar dibacakan lagi seraya berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : ุฅูู†ู‘ูŽ ุญูุณู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ุชู ุฒููŠู’ู†ูŽุฉ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู "Sesungguhnya suara yang indah adalah perhiasan Al Quran." Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah meminta Alqamah agar menyimak bacaannya dan beliau memilih surat Al Baqarah. Setelah membaca surat tersebut, Ibnu Mas'ud bertanya kepadanya, "Apakah ada bacaan dalam surat ini yang terlewatkan?" Alqamah menjawab, "Ya ada satu huruf yang terlewatkan." "Apakah huruf ini dan ini?" Tanya Ibnu Mas'ud. "Ya benar" jawab Alqamah. Kuniah Abu Syibl adalah pemberian dari Abdullah bin Mas'ud kepada Alqamah. Sungguh Abdullah bin Mas'ud menjadi salah satu guru yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Hingga Ibnu Al Madini mengatakan "Tidak ada seorang sahabat yang memiliki murid-murid yang menghafal darinya dan selalu mengambil ucapan fikihnya kecuali tiga sahabat saja, yaitu Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum. Dan orang yang pling berilmu tentang Ibnu Mas'ud adalah Alqamah, Al Aswad, Abidah dan Al Harits. Al Aswad berkisah, "Sungguh aku pernah melihat Abdullah bin Mas'ud mengajarkan tasyahud kepada Alqamah sebagaimana dia mengajarkan surat Al Quran kepadanya." Bahkan Ibnu Mas'ud telah berusaha mengajarkan segala yang beliau miliki kepada Alqamah. Sebagaimana beliau tegaskan dalam pernyataannya, 'Tidaklah aku membaca sesuatu dan mengajarkan ilmunya kecuali kepada Alqamah, sehingga dialah yang bisa membacanya atau mengetahui ilmunya." Ziyad bin Hudair pernah mengatakan kepada Ibnu Mas'ud, "Demi Allah, Alqamah bukanlah orang yang paling pandai membaca Al Quran di antara kami." Mendengar hal itu, sontak Ibnu Mas'ud menegaskan 'Bahkan demi Allah, dialah yang paling mahir di antara kalian." Wajar jika para ulama pun memandangย  karakter dan kepribadian Alqamah rahimahullah sangat mirip dengan Abdullah bin Mas'ud radhyalllahu anhu. Utsman bin Sa'id menyatakan bahwa Alqamah adalah orang yang paling menguasai ilmunya Abdullah bin Mas'ud. Abu Ma'mar mengatakan, "Marilah kita menuju kepada orang yang paling menyeruai Abdullah bin Mas'ud dalam hal petunjuk, kepribadian, dan karakternya." Mereka pun mendatangi majelisnya Alqamah dan menimba ilmu darinya. Hal ini sebagaimana Abdullah bin Mas'ud disreupakan kerpribadian dan akhlaknya dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Asy Sya'bi rahimahullah juga menegaskan bahwa murid Ibnu Mas'ud yang paling menguasai ilmunya adalah Alqamah bin Qais. Beliau memang termasuk murid Abdullah bin Mas'ud yang paling istimewa. Sepeninggal Ibnu Mas'ud ada enam murid beliau yang mengajarkan Al Quran dan sunnah Nabi shalallallahu alaih wasallam, mereka adalah Alqamah, Al Aswad, Masruq, Abidah, Abu Maisarah, Amr bin Syurahbil, dan Al Harits bin Qais. Di samping itu, Alqamah banyak belajar juga dari pembesar sahabat seperti Umar, Utsman, Ali, Abu Darda', Khalid bin Al Walid, Hudzaifah Khabbab, Aisyah, Sa'ad, Ammar, Abu Mas'ud Al Badry, Abu Musa al Asy'ari radhiyallahu anhum dan ulama yang lainnya. Oleh karena itu, gelar sebagai pakar fikih pun disandangkan oleh para ulama kepada beliau. Alqamah senantiasa salat wajib berjamaah di belakang Umar radhiyallahu anhu selama dua tahun. Beliau juga menyertai Abu Bakar dan Umar radhiyallahu anhuma dalam safarnya. Demikianlah seorang pengajar dituntut untuk tidak sebatas mengajarkan teori. Sungguh pengjaran akhlak secara aplikatif yang mulia baik tutur kata atau tindak tanduknya tidak kalah penting. PUJIAN ULAMA Keluasan ilmu dan kemiripannya dengan Abdullah bin Mas'ud membuat kagum ulama di zamannya. Berbagai pujian dan sanjungan pun tertuju kepada Alqamah, di antaranya adalah pujian Ahmad bin Hambal rahimahullah yang menyatakan bahwa Alqamah adalah seorang perawi yang tsiqah dan termasuk ulama yang baik. Ketsiqahan beliau ditegaskan pula oleh Yahya bin Ma'in dan ulama yang lainnya. Al Fadhl bin Dukain juga menegaskan bahwa Alqamahย  adalah seorang yang tsiqah dan banyak meriwayatkanย  hadis. Adz Dzahabiย  dalam biografinya telah memberikan pujian yang baik bahwa Alqamah adalah ahli fikih dan ulama Kufah, ahli qira'ah, seorang imam, al hafizh, ahli tajwid, dan ulama besar yang mencapai derajat mujtahid. Ibrahim An Nakhai rahimahullah pernah ditanya siapakah yang lebih utama antara Alqamah dengan al Aswad, maka beliau mengaskan bahwa Alqamah lebih utama karena beliau pernah menyaksikan Perang Shiffin. Hal yang sama juga pernah ditanyakan kpada Asy Sya'bi, maka ia menjawab. "Adapun Al Aswad maka dia banyak melakukan puasa, salat malam dan haji. Namun Alqamah, meskipun lebih lambat (ibadahnya) namun bisa melampui orang yang cepat ibadahnya." Murah Al Hamdani mengatakan, "Alqamah termasuk ulama Rabbaniyyin meskipun beliau mandul dan tidak bisa mempunyai keturunan." Ulama Rabbaniyun adalah para ulama berilmu yang mengamalkan ilmunya dan mendakwahkannya kepada manusia. Merekalah suri teladan yang baik dalam ucapan, perbuatan, dan akhlaknya. Sementara itu Qabus bin Abi Thibyan bertanya kepada bapaknya yang begitu antusias dan semangat menghadiri majelisnya Alqamah. Padahal saat itu masih banyak sahabat Nabi yang masih hidup. Qabus berkata, "Apa yang membuatmu mendatangi Alqamah dan meninggalkan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam?" Dia menjawab,"Aku menjumpai sekelompok sahabat Nabi bertanya kepada Alqamah dan meminta fatwa kepadanya." Ulama sekelas Ar Rabi' bin Khutsaim pun rela mengunjungi Alqamah di rumah. Dan tidak ada seorang ulama pun yang pernah dikunjungi Ar Rabi' kecuali Alqamah. Ibrahim An Nakhai termasuk ulama yang menaruh respek besar terhadap Alqamah. Hingga Ibrahim pernah menyambut kedatangan Alqamah di atas tunggangannya lalu menuntun tanggungannya layaknya seorang pelayan. Subhanallah, seperti itulah kita diajari oleh ulama salaf untuk mnghormati orang-orang yang berilmu. Alqamah adalah pribadi yang zuhud terhadap kepemimpinan dan popularitas. Berprinsip tegas tidak ingin dekat dengan penguasa dan menjaga jarak dengan mereka. Di antara untaian nasihatnya adalah, "Tidaklah kalian mendapatkan keuntungan dunia dari penguasa melainkan mereka akan mendapatkan sebagian agamamu yang lebih utama dari apa yang kalian peroleh. Aku tidak suka mempunyai ribuan tentara sedangkan aku adalah tentara yang paling mulia di antara mereka." Suatu saat Abu Burdah telah mencatat Alqamah sebagai rombongan utusan kepada Mu'awiyah, maka Alqamah memerintahkan agar namanya dihapus dari rombongan tersebut. Sebagian muridnya pernah mengatakan, "Kalau sekiranya Anda salat di masjid lalu duduk dan kami pun ikut duduk bersamamu untuk bertanya kepadamu (perihal agama)." Maka beliau menjawab, "Aku tidak suka orang-orang mengatakan bahwa 'inilah Alqamah'. Mereka kembali berkata, "Sekiranya Anda pergi menemui para penguasa sehingga mereka bisa mengetahui kemuliaan Anda?" beliau pun menjawab, "Aku khawatir mereka akan menghinakanku melebihi penghinaanku terhadap mereka." Ini semua merupakan hasil manifestasi dari sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : ย ูˆู…ู† ุฃุชู‰ ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุณู„ุทุงู† ุงูุชุชู†ุŒ ูˆู…ุง ุงุฒุฏุงุฏ ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ู‚ุฑุจุงู‹ุŒ ุฅู„ุง ุงุฒุฏุงุฏ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุจุนุฏุงู‹ "Barangsiapa mendatangi pintu-pintu penguasa, maka dia akan terfitnah dan semakin dekat seseorang kepada penguasa, maka dia pun akan semakin jauh dari Allah" [Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Abani dalam Ash Shahihah no.1272] Alqamah lebih memilih kehidupan sederhana di rumahnya meskipun hasilnya tdak seberapa. Beliau memelihara kambing di rumah dan memberi makan kepada kambing-kambingnya sendiri. PETUAH-PETUAHNYA Alqamah mengatakan, "Hendaknya kalian terus mengulangi pelajaran ilmu agama (murajaah), karena dengan itulah ilmu agama agar senantiasa hidup." "Sesungguhnya kesempurnaan salam adalah dengan berjabat tangan dan di antara kesempurnaan hajia dalah engkau menghadiri sata dua rakaat bersama imam di Arafah." Menjelang kematiannya, Alqamah berpesan kepada sahabatnya, "Hendaknya kalian menalqin aku dengan kalimat 'Laa ilaaha illallaah', bersegeralah kalian membawa jenazahku ke kuburan dan jangan mengumumkan kmatianku. Sesungguhnya aku khawatir akan mnjadi pengumuman model jahiliyah." Pada dasarnya mengumumkan kematian bukanlah suatu hal yang terlarang selama sesuai dengan prosedur syariat. Karena Nabi dahulu pernah melakukannya. Seperti ketika beliau mengumumkan berita kematian raja Najasyi atau sebagian sahabatnya yang meninggal dalam perang Mu'tah. Adapun pengumuman yang terlarang dalam agama adalah pengumuman yang menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyah. Seperti mengumumkan kematian di atas menara-menara atau berkeliling desa dengan mengeraskan suara dan semisalnya. Inilah na'yu (pengumuman) kematian yang dilarang oleh Nabi hadisnya. Dalam kesempatan lain beliau mengatakan, "Jika kalian keluar membawa jenazahku, maka tutuplah pintu rumah sehingga tidak ada seorang wanita pun yang mengikuti jenazahku. Al Fadhl bin Dukain menjelaskan bahwa Alqamah meninggal di Kufah pada tahun 62 H pada nasa pemerintahan Yazid. Abu Nuaim An Nakhai menuturkan bahwa Alqamah meninggal pada usia sembilan puluh rahmat dan ampunan-Nya kepada Alqamah bin Qais. Allahu a'lam Sumber :ย  Siyar A'lam Nubala karya Adz Dzahabi. Ath Thabaqah Al Kubra karya Ibnu Sa'ad Majalah Qudwah Edisi 75 Vol 07/1441 H

Biografi
Jan 11, 2021โ€ข9 min read
Makna Pintu Langit Dibuka Tengah Malam
Asysyariah
Asysyariah

Makna Pintu Langit Dibuka Tengah Malam

Pertanyaan: Saya mau bertanya tentang hadits berikut, ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ุชููู’ุชูŽุญู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ู†ูุตู’ููŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽูŠูู†ูŽุงุฏููŠ ู…ูู†ูŽุงุฏู ู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุนู ููŽูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ูŽู‡ูุŸ ู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ุณูŽุงุฆูู„ู ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ุŸ ู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูŽูƒู’ุฑููˆุจู ููŽูŠูููŽุฑู‘ูŽุฌู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŸ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู‹ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฅู„ู‘ูŽุง ุฒูŽุงู†ููŠูŽุฉู‹ ุชูŽุณู’ุนูŽู‰ ุจูููŽุฑู’ุฌูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดู‘ูŽุงุฑู‹ุง}. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุจูŽุฑูŽุงู†ููŠู‘ู [โ€ฆ]

Aktual
Jan 11, 2021โ€ข4 min read
Apabila 2 Pihak Berselisih dari Kalangan Salafy
Atsar.id
Atsar.id

Apabila 2 Pihak Berselisih dari Kalangan Salafy

APABILA BERSELISIH DUA ORANG DARI KALANGAN SALAFIYYIN ูˆุฅุฐุง ุงุฎุชู„ู ุงุซู†ุงู† ู…ู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆุตูŠุฉ ุณู…ุงุญุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ู…ุญุฏุซ : ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุงู„ู…ุฏุฎู„ูŠ - ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ - ู„ุทู„ุงุจ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุณู„ููŠูŠู† Wasiat Samahatusy Syaikh Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafidzohulloh kepada para penuntut ilmu salafiyyin ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆู…ู† ุงุชุจุน ู‡ุฏุงู‡. ุฃู…ุง ุจุนุฏ : &nbsp.ูุฅู†ูŠ ุฃูˆุตูŠ ู†ูุณูŠ ูˆุฅูŠุงูƒู…: โ–ชุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ุŒ โ–ชูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ู„ู‡ ููŠ ูƒู„ ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„ุŒ โ–ชูˆุงู„ุงู„ุชุฒุงู… ุงู„ุตุงุฏู‚ ุจูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…. Maka sesungguhnya aku mewasiatkan kepada diriku dan kalian agar : * Bertakwa kepada Allah * Ikhlas untuk Allah pada setiap ucapan dan perbuatan * Berpegang teguh dengan jujur dengan kitab Allah dan sunnah Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam ูˆุงู„ุซุจุงุช ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ. ูˆุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู… ุงู„ู†ุงูุน ุงู„ู…ุณุชู…ุฏ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู† ุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุณุงุนุฏู†ุง ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ุซุจุงุช ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุงุณุชู‚ุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุญู‚. * Kokoh di atasnya * Mempelahari ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasululloh yang bisa membantu kita untuk kokoh dan istiqomah di atas agama yang haq ูˆุฃูˆุตูŠ ุฃุจู†ุงุฆูŠ ูˆุฅุฎูˆุงู†ูŠ: ุจุทู„ุจ ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุจุญุซ ุนู†ู‡ ููŠ ูƒู„ ู‚ุถูŠุฉ ู…ู† ุงู„ู‚ุถุงูŠุง, ุณูˆุงุก ูƒุงู†ุช ุงุชูุงู‚ูŠุฉ ุฃูˆูƒุงู†ุช ุงุฎุชู„ุงููŠุฉ, Dan aku wasiatkan kepada anak-anakku dan saudara-saudaraku : * Untuk senantiasa mencari al-haq pada setiap urusan dari urusan yang ada * Sama saja perkara yang disepakati atau perkara yang diperselisihkan ูุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุฐูŠ ูŠุฑูŠุฏ ูˆุฌู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ *ู„ุง ุชุฑุชุงุญ ู†ูุณู‡ ูˆู„ุง ูŠุณุชุฑูŠุญ ุถู…ูŠุฑู‡ ุฅู„ุง ุจุนุฏ ุฃู† ูŠุตู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุญู‚, ุฃู† ูŠุตู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุญู‚ Maka seorang mukmin yang menginginkan wajah Allah dan negeri akhirat tidak akan tenang jiwanya dan bathinnya kecuali setelah ia sampai pada al-Haq ูˆู„ุง ุณูŠู…ุง ููŠ ู‚ุถุงูŠุง ุงู„ุฎู„ุงู ูˆููŠ ุฃูˆู‚ุงุช ุงู„ูุชู†, ูู„ุง ูŠุชุญุฑูƒ ุฃูŠ ุญุฑูƒุฉย  ุนู„ู‰ ุฃุณุงุณ ุฅู„ุง ุงู„ุญู‚ ูˆุนู„ู‰ ุนู„ู… ูˆุจุตูŠุฑุฉ, Terlebih lagi pada perkara-perkara yang diperselisihkan dan pada masa-masa fitnah maka ia tidak bergerak sedikitpun kecuali di atas pondasi kebenaran dan di atas ilmu dan bashiroh *ูˆุฅุฐุง ุงุฎุชู„ู ุดุฎุตุงู†:* ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุฃุจูˆู‡ ุฃูˆ ุดูŠุฎู‡ Dan apabila berselisih dua orang ; walaupun ayahnya atau syaikhnya ๐Ÿ”บ *ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุฃู† ูŠู†ุญุงุฒ ู„ู‡ ุฃูˆ ุนู„ูŠู‡ ุญุชู‰ ูŠุฏุฑุณ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูˆูŠุนุฑูู‡ุง ุนู„ู‰ ุญู‚ูŠู‚ุชู‡ุง ุชู…ุงู…ุง,* ๐Ÿ”บ *ุซู… ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ูŠุญุฏุฏ ู…ูˆู‚ูู‡ ูˆูŠู‚ู ุฅู„ู‰ ุฌุงู†ุจ ุงู„ุญู‚ ุงู„ุฐูŠ ุชุจูŠู† ู„ู‡,* Maka tidak boleh baginya untuk condong kepadanya atau langsung memusuhinya sampai dia mempelajari masalahnya dan sampai dia mengetahui sesuai dengan hakikat sesungguhnya Kemudian setelah itu barulah dia menentukan sikapnya dan berdiri bersama al-haq yang jelas baginya โ—ู‡ุฐุง ุงู„ุฐูŠ ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู… Ini yang wajib atas muslim ูˆู…ุง ุนุฏุง ุฐู„ูƒ ูุฅู†ู‡ ู…ู† ุขุณุงู„ูŠุจ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ูˆู…ู† ุงู„ุชุนุตุจุงุช ุงู„ุจุงุทู„ุฉ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ, ู„ุง ุชู„ูŠู‚ ุจู…ุณู„ู… ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠุณูŠุฑ ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ุฏุฑุจ ุงู„ุณูŠุฆ. Adapun selain itu maka ini termasuk cara cara jahiliyyah dan termasuk fanatisme bathilah jahiliyyah , tidak pantas bagi seorang muslim dan tidak boleh baginya untuk berjalan di atas tangga yang jelek ini ููŠุง ุฃุจู†ุงุกู†ุง ูˆูŠุง ุฅุฎูˆุงู†ู†ุง: ุฃูˆุตูŠูƒู… ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ , ูˆุฃูˆุตูŠูƒู… ุจู…ุง ุฐูƒุฑุช: โ—ู…ู† ุญุจ ุงู„ุญู‚ ูˆุชุทู„ุจู‡ ููŠ ู…ุธุงู†ู‡ ูˆู…ูˆุงุทู†ู‡ *ุญุชู‰ ุชุตู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ.* Maka wahai anak-anakku dan wahai saudara-saudaraku Aku wasiatkan bagi kalian semua untuk bertakwa kepada Allah dan aku wasiatkan terhadap apa yang telah aku sebutkan : Berupa : Mencintai kebenaran dan mencarinya dari sumber-sumbernya sampai dia sampai pada hakikat kebenaran itu ูˆุฃูˆุตูŠ ุฃุจู†ุงุฆูŠ ูˆุฅุฎูˆุงู†ูŠ: โ—ุจุงุญุชุฑุงู… ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ููŠ ูˆุงู„ุซุจุงุช ุนู„ูŠู‡, โ—ูˆุงุญุชุฑุงู… ุนู„ู…ุงุฆู‡, ูˆุฅุฐุง ู‚ุงู„ูˆุง ุญู‚ุง ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู… Maka aku wasiatkan kepada anak-anakku dan saudara-saudaraku ; Untuk memuliakan manhaj salafi dan kokoh di atasnya serta memuliakan ulama-ulamanya ; Apabila mereka mengucapkan kebenaran maka tidak boleh menyelisihi mereka ุฅุฐุง ุชูƒู„ู…ูˆุง ููŠ ู‚ุถูŠุฉ ูˆุณุงู‚ูˆุง ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ุฃุฏู„ุฉ ูู„ุง ุนุฐุฑ ู„ุฃุญุฏ ููŠ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู…ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุชูˆู‚ู ุฃูˆูŠุญุงูŠุฏ ูุฅู† ู‡ุฐุง ูุนู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฃู‡ูˆุงุก ุงู„ุณุงุนูŠู† ููŠ ุฅุณู‚ุงุท ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ููŠ ูˆุฅุณู‚ุงุท ุนู„ู…ุงุฆู‡. Apabila mereka berbicara tentang suatu perkara dan menyebutkan padanya dalil dalil maka tidak ada udzur bagi seorangpun untuk menyelisihi mereka dan tidak boleh bagi seorangpun untuk tawaqquf (diam) atau netral dikarenkan ini merupakan perbuatan Ahlul Ahwa yang terus berusaha untuk menjatuhkan manhaj salaf dan ulamanya โ—ูˆููŠ ู‚ุถุงูŠุง ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„: โ–ชูŠูƒููŠ ููŠ ุงู„ุฌุฑุญ ุฃู† ูŠุตุฏุฑ ู…ู† ุนุงู„ู… ูˆุงุญุฏ, โ–ชูˆูŠูƒููŠ ููŠ ุงู„ุชุนุฏูŠู„ ุฃู† ูŠุตุฏุฑ ู…ู† ุนุงู„ู… ูˆุงุญุฏุŒ Dan di dalam permasalah Al-Jarh dan Ta'dil * Cukup pada bab Al-Jarh jarh seorang alim * dan cukup pada bab Ta'dil ta'dil seorang alim *ูุฅุฐุง ุงุฎุชู„ู ุนุงู„ู…ุงู† ุตุงุฏู‚ุงู† ู…ุนุชุจุฑุงู† ู…ู†ุฒู‡ุงู† ุนู† ุงู„ู‡ูˆู‰ ููŠ ุดุฎุต ู…ุง* : ูุฅู† ุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุนุฏุงู‡ู…ุง ู…ู† ุญู…ู„ุฉ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ูŠุชุจูŠู†ูˆุง ู…ู† ุงู„ุฌุงุฑุญ ูˆูŠุทู„ุจูˆุง ู…ู†ู‡ ุงู„ุฏู„ูŠู„ุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุฏู… ุงู„ุฏู„ูŠู„ ููŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุชุณู„ูŠู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ุฏู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชุณู„ูŠู… ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุญุฌุฉ. Dan apabila ada berselisih dua alim yang jujur , diakui keilmuannya , jauh dari hawa nafsu pada seseorang ; Maka wajib bagi selainnya dari kalangan pembawa ilmu untuk meminta kejelasan dari pihak yang menjarh dan menuntut darinya dalil . Apabila dia telah membawakan dalil maka wajib bagi mereka untuk menerima dalil dan hujjah tersebut ูุฅุฐุง ุนุงุฑุถ ุงู„ู…ุนุฏู„ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ูุฅู†ู‡ ูŠุณู‚ุท,-ู‡ุฐุง ุงู„ุฐูŠ ูŠุฑุฏ ุงู„ุญุฌุฉ ูŠุณู‚ุท ุนู„ู‰ ุฃู… ุฑุฃุณู‡- ูˆุชุณู‚ุท ุนุฏุงู„ุชู‡ ูˆู„ุง ูŠุคุชู…ู† ุนู„ู‰ ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡, ู„ูˆ ุฃู† ุนุงู„ู…ุง ูˆุงุญุฏุง ุฌุงุก ุจุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ุจุฑู‡ุงู† ูˆุฎุงู„ูู‡ ุงู„ุนุดุฑุงุช ุจุงู„ุจุงุทู„ ูˆุจุงู„ูƒุฐุจ ูˆุจุงู„ุญูŠู„ ูู„ุง ูŠุณู…ุน ู„ู‡ู… Apabila menentangnya seorang yang menta'dil atau selainnya maka dia jatuh - orang yang menentang hujjah akan jatuh tersungkur - dan jatuh 'adalahnya (kompetensi) serta tidak dipercaya atas agama Allah Seandainya seorang alim datang membawa hujjah dan burhan sedangkan menyelisihnya puluhan dengan kebathilan , kedustaan dan tipu daya maka mereka tidak didengar ู‡ุฐู‡ ู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„ ุงู„ู…ู‚ุนุฏุฉ ููŠ ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„ ุงู„ุชูŠ ุชู„ุฒู…ู†ุง ููŠ ู…ุซู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ูุชู† Ini adalah kaedah-kaedah jarh wa ta'dil yang telah ditetapkan dalam ilmu jarh wa ta'dil yang wajib menyertai kita pada waktu waktu fitnah seperti ini ูุฅู†ุณุงู† ูŠุฌุฑุญู‡ ุนุดุฑุงุช ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆูŠุณูˆู‚ูˆู† ุงู„ุญุฌุฌ ุงู„ูˆุงุถุญุฉ ุนู„ู‰ ุจุงุทู„ู‡ ูˆุขุธุงู„ูŠู„ู‡ ูˆูุชู†ุชู‡ุŒ *ุซู… ู„ุง ูŠุณู…ุน ู„ู‡ู… ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ุจุญุฌุฉ ุฃู†ู‡ ู…ุง ุชุจูŠู† ุงู„ุญู‚,ู‡ุฐุง ุฃู…ุฑ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ, ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ููŠ ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡*. Maka apabila ada seseorang yang dijarh oleh puluhan ulama yang mereka mengemukakan hujjah yang jelas atas kebathilannya dan fitnahnya namun kemudian sebagian manusia tidak mendengarkan mereka dengan alasan bahwa al-haq belum jelas bagi mereka maka ini perkara yang tidak boleh ; tidak boleh pada agama Allah ุฅุฐุง ูู„ู†ุฃุช ุฅู„ู‰ ูƒุชุจ ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„ ูˆู†ู‚ู ุนู†ุฏ ูƒู„ ุชุฑุฌู…ุฉ ูˆู†ู‚ูˆู„: "ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุชุจูŠู† ู„ูŠ". Kalau begitu ketika kita membaca kitab Jarh wa Ta'dil pada setiap biografi akan kita nyatakan : " Demi Allah , perkaranya belum jelas bagiku " ูˆู†ู‚ู ุนู†ุฏ ูƒู„ ุนู‚ูŠุฏุฉ ูˆู†ู‚ูˆู„: "ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุชุจูŠู†ุช ู„ูŠ" . Dan kita akan mengatakan pada setiap pembahasan akidah : " Demi Allah belum jelas bagiku " ุงู„ุฎู„ุงู ุจูŠู† ุงู„ุฑูˆุงูุถ ูˆุงู„ุณู„ููŠูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุจูŠู† ุงู„ุฑูˆุงูุถ ูˆุงู„ุฌู‡ู…ูŠุฉุŒ ุฃูˆ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆุงู„ู…ุนุชุฒู„ุฉุŒ ุฃูˆุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆุงู„ุฎูˆุงุฑุฌุŒ ุฃูˆ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆุงู„ู…ุฑุฌุฆุฉุŒ ุฃูˆ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆุงู„ุตูˆููŠุฉ, ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ูˆุงุญุฏ: " ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุชุจูŠู† ู„ูŠ" ู…ุง ูŠู‚ุจู„ ู…ู†ู‡ ู‡ุฐุง ุงู„ุฃุณู„ูˆุจ, Terjadi khilaf antara syiah dan salafiyyin , antara syiah dan jahmiyyah , antara salafiyyin dan mu'tazilah , antara salafiyyin dan khawarij , antara salafiyyin dan murjiah , antara salafiyyin dan shufiyyah , maka akan berkata salah seorang : " Demi Allah , tidak jelas bagiku " tidak diterima darinya cara seperti ini ูˆุฅุฐุง ุงุฎุชู„ู ุงุซู†ุงู† ู…ู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู†*: ูˆุงู„ุญุฌุฉ ู…ุน ุฃุญุฏู‡ู…ุง ููŠุฌุจ ุงู„ูˆู‚ูˆู ุฅู„ู‰ ุฌุงู†ุจ ุตุงุญุจ ุงู„ุญุฌุฉ. Dan apabila berselisih dua orang dari kalangan salafiyyin sedangkan hujjah berada diantara salah satunya maka wajib berdiri bersama orang yang memiliki hujjah ูุฃูˆุตูŠูƒู… ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุฃูˆุตูŠูƒู… ุจุงู„ุนุฏู„ ูˆุงู„ุฅู†ุตุงู ูˆุงู„ุจุนุฏ ุนู† ุงู„ุชุนุตุจุงุช ุงู„ุนู…ูŠุงุก ูˆุงุชุจุงุน ุงู„ู‡ูˆู‰: Maka aku wasiatkan kalian semua untuk bertakwa kepada Allah dan berbuat adil , inshof serta menjauhi fanatisme buta dan mengikuti hawa nafsu { ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุถูŽู„ู‘ู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู‡ูุฏู‹ู‰ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู } ๏ดฟุงู„ู‚ุตุต:ูฅู ๏ดพ " Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah " (Al-Qashshos : 50) โ—ูˆุฑุฏ ุงู„ุตุฏู‚ ุฌุฑูŠู…ุฉ:ย  ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุธู’ู„ูŽู…ู ู…ูู…ู‘ูŽู† ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูƒูŽุฐู‘ูŽุจูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ุฅูุฐู’ ุฌูŽุงุกู‡ู ๏ดฟุงู„ุฒู…ุฑ:ูฃูข๏ดพ Dan menolak kejujuran merupakan tindakan kejahatan : " Maka siapakah yang lebih dzolim daripada orang yang berdusta atas Allah dan mendustakan kejujuran ketika datang kepadanya " (Az-Zumar:32) ุงู„ุชูƒุฐูŠุจ ุจุงู„ุญู‚ ู…ู† ุดุฃู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุถู„ุงู„ ู…ู† ุดุฃู† ุงู„ูƒูุงุฑ ู…ู† ุดุฃู† ุงู„ุฑูˆุงูุถ, ูŠู‚ูˆู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ููŠ ูˆุตู ุงู„ุฑูˆุงูุถ: "ู„ ูŠุณ ู‡ู†ุงูƒ ุทุงุฆูุฉ ุชุฑุฏ ุงู„ุตุฏู‚ุŒ ูˆุชุตุฏู‚ ุงู„ูƒุฐุจ ู…ุซู„ ุงู„ุฑูˆุงูุถ" Mendustakan al-Haq termasuk sifat para pengusung kedustaan , termasuk sifat orang-orang kafir , termasuk sifat orang-orang syiah rofidhoh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata mensifati syiah rofidhoh : " Tidak ada disana kelompok yang menolak kebenaran dan membenarkan kedustaan semisal syi'ah rofidhoh " ูุงู„ุขู† ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ูŠู†ุชู‡ุฌ ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ููŠ: ุฃู† ูŠุฑุจุฃ ุจู†ูุณู‡ ุนู† ุณู„ูˆูƒ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ูุงุณุฏุฉุŒ *ุงู„ุชุนุตุจ ุงู„ุฃุนู…ู‰ ุงู„ุชุนุตุจ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠ ูˆุฑุฏ ุงู„ุญู‚ ู…ู† ุฃุฌู„ ูู„ุงู† ูˆูู„ุงู†*ุŒ Maka wajib bagi seorang yang bermanhaj dengan manhaj salafi menjauhkan dirinya dari menempuh jalan ajaran-ajaran yang rusak ini dan menolak kebenaran dikarenakan fulan dan fulan ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ูˆ ูƒุงู† ู…ู† ูƒุจุงุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆู…ู† ูƒุจุงุฑ ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุฃุฎุทุฃ ู„ู…ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฃู† ุชุฑุฏ ุงู„ุญู‚, ูƒูŠู ุจุงู„ุฌู‡ู„ุงุก ูˆุงู„ู…ุนุฑูˆููŠู† ุจุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ู…ุนุฑูˆููŠู† ุจุงู„ูุชู†, ูƒูŠู ุชู‚ู ุฅู„ู‰ ุฌุงู†ุจู‡ู…ุŸ Demi Allah seandainya ada kibar ulama dan kibar imam-imam sunnah melakukan kesalahan maka tidak boleh ditolak kebenaran Maka bagaimana dengan orang-orang jahil dan dikenal dengan kedustaan dan fitnahnya , Bagaimana bisa engkau berdiri bersama mereka ?? ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ุง ูŠู„ูŠู‚ ุจู…ุณู„ู… ูุถู„ุง ุนู† ุงู„ุณู„ููŠ, Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim terlebih lagi seorang salafi ู…ุง ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุงู„ุณู„ููŠุฉ ุฅุฐุง ูƒู†ุช ุชุชุนุตุจ ุจุงู„ุฌู‡ู„ ูˆุงู„ู‡ูˆู‰ุŸ Dan apa makna dakwah salafiyyah apabila engkau fanatik dengan kebodohan dan hawa nafsu ?? ู…ุง ู…ุนู†ู‰ ู‡ุฐุงุŸ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู… Apa makna ini ?? Baarokallohu fiikum ุฏุนูˆู‡ุง ูุฅู†ู‡ุง ู…ู†ุชู†ุฉ, ูˆุงุจุญุซูˆุง ุนู† ุงู„ุญู‚ ูˆุฎุฐูˆุง ุจู‡ ูˆุงุดู‡ุฏูˆุง ุจู‡ ูˆู„ูˆ ุนู„ู‰ ุฃู†ูุณูƒู… ุฃูˆ ุงู„ูˆุงู„ุฏูŠู† ุฃูˆุงู„ุฃู‚ุฑุจูŠู†ุŒ Tinggalkanlah ini semua karena sesungguhnya ini adalah perkara busuk , Carilah kebenaran , Ambilah dia dan persaksikanlah kebenaran tersebut walaupun bersebrengan dengan kalian atau orang tua dan kerabat-kerabat kalian ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒููˆู†ููˆุงู’ ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููŠู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุก ู„ูู„ู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ููุณููƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจููŠู†ูŽ ๏ดฟุงู„ู†ุณุงุก: ูกูฃูฅ๏ดพ Allah Ta'ala berfirman : " Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian orang orang yang menunaikan keadilan sebagai saksi saksi bagi Allah walaupun atas diri-diri kalian , orang tua serta kerabat-kerabat kalian " ูุฅุฐุง ุฌุงุกูƒ ุนู„ู…ุงุก ูŠุง ุฃุฎูŠ ูˆู„ูˆ ุนุงู„ู… ูˆุงุญุฏ ูˆู„ูˆ ุนุงู„ู…ูŠู† ู„ูˆ ุซู„ุงุซุฉ ุฌุงุกูƒ ุจุงู„ุญู‚ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฃู† ุชุฑุฏุฏ ููŠ ู‚ุจูˆู„ู‡ุŒ ุฌุงุกูƒ ุจุงู„ุญู‚ ุงู„ู…ู‚ุฑูˆู† ุจุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ุจุฑู‡ุงู† Apabila datang kepadamu ulama wahai saudaraku walaupun seorang alim atau dua orang atau tiga orang , dia datang dengan membawa kebenaran maka tidak boleh bagimu untuk ragu dalam menerimanya ; datang kepadamu dengan membawa al-haq disertai hujjah dan bukti ุฅุฐุง ุฌุงุกูƒ ุจุณ ุจู…ุฌุฑุฏ ุงุฏุนุงุกุงุช ูู„ุง ุชู‚ุจู„, *ู„ูƒู†* ุฅุฐุง ุฌุงุกูƒ ุจุงู„ุญู‚ ุงู„ู…ู‚ุฑูˆู† ุจุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ุจุฑู‡ุงู† ูุฅู† ุฑุฏูƒ ู„ู‡ ุฑุฏ ู„ู„ุตุฏู‚ ูˆุชูƒุฐูŠุจ ุจุงู„ุตุฏู‚ ูˆุชูƒุฐูŠุจ ุจุงู„ุญู‚, ูˆู„ุง ุฃุธู„ู… ูˆู„ุง ุฃุฌู‡ู„ ู…ู…ู† ู‡ุฐุง ุญุงู„ู‡. Namun apabila datanh kepadamu seorang hanya membawa pengakuan maka jangan engkau terima Akan tetapi ketika dia datang dengan membawa kebenaran disertai dengan hujjah dan bukti maka penolakanmu kepadanya adalah bentuk penolakan dan pendustaan atas kejujuran dan pendustaan terhadap al-haq Dan tidak ada yang lebih dzolim dan lebih jahil daripada seseorang yang seperti itu keadaannya ุฃุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠูˆูู‚ู†ุง ูˆุฅูŠุงูƒู… ุฌู…ูŠุน ู„ุงุชุจุงุน ุงู„ุญู‚ุŒ ูˆุฃู† ูŠุจุนุฏ ุนู†ุง ุงู„ูุชู† ูˆุฃู† ูŠุคู„ู ุจูŠู† ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุญู‚ , ุฃุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุญู‚ู‚ ุฐู„ูƒ, ุฅู† ุฑุจู†ุง ู„ุณู…ูŠุน ุงู„ุฏุนุงุก, Aku memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian semuanya untuk mengikuti kebenaran serta agar Allah menjauhkan dari kami fitnah-fitnah dan melembutkan hati hati di atas hal itu Aku memohon kepada Allah agar Allah merealisasikan hal tersebut Sesungguhnya Rabb kami Maha Mendengar doa ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…. http://ar.alnahj.net/audio/1532 Wa tullab Al-Bayyinah @Forum_IlmiyahKaranganyar Sumber gambar : Pixabay

Manhaj
Jan 11, 2021โ€ข12 min read
ยซยป
HomeRadioArtikelPodcast