Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

KERUSAKAN YANG TIMBUL PADA ANAK BERSUMBER DARI ORANG TUANYA Anak merupakan anugerah besar yang dimiliki oleh setiap insan, terlebih bila sang anak adalah anak yang shalih lagi berbakti kepada orang tuanya. Tak heran bila Nabi Ibrohim 'alaihi salam, tuntunan kita, berdoa sebagaimana termaktub dalam Al-Quran surat Ash-Shaffat ayat ke-100 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” Namun perlu diingat oleh kita bahwa apa jadinya sang anak, tak bisa lepas dari peran orang tua. Baiknya pendidikan yang sesuai Quran dan Sunnah, insyaallah ta'ala akan melahirkan buah yang baik. Begitupun sebaliknya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi" (HR. Bukhari) [1] "Anak-anak merupakan amanah di pundak para orang tua semenjak masa tumbuh kembangnya hingga mereka mencapai usia dewasa.",  .jelas Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah. [2] Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan sebuah kalam Allah 'azza wa jalla: ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﺑُﻮْﻫُﻤَﺎ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ. (" Ayah dari kedua anak yatim tersebut semasa hidupnya adalah orang yang shalih." - QS. Al-Kahfi: 82) حُفظا بصلاح أبيهما، ولم يذكر عنهما صلاحًا. "Kedua anak yatim tersebut dijaga dengan sebab keshalihan ayah mereka, dan Allah tidak menyebutkan keshalihan keduanya." (Shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, hlm. 112) [2] Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah memaparkan faedah nan berharga, dikutip dalam Kitab Tuhfatul Maudud 242 [4] وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة Betapa banyak orang tua yang menjadi penyebab sengsaranya sang anak dan buah hatinya didunia dan diakhirat. بإهماله وتركِ تأديبه , وإعانته له على شهواته Dengan cara sang orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan adab terhadap anaknya. Atau membantu sang anak untuk sebebas-bebasnya memenuhi syahwatnya ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه , وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه، Dengan anggapan yang demikian itu adalah bentuk memuliakan dan kasih sayang terhadap anak, padahal justru tindakan dia ini adalah kezhaliman terhadap anak dan merupakan keharaman ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة Dia juga (Orang tua) dengan tindakannya tersebut telah menyebabkan dia terluputkan dari mendapat kemanfaatan dari si anak di dunia dan akhirat. وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء Dan jika anda mau mencermati sungguh mayoritas kerusakan yang ada pada anak itu bersumber dari orang tuanya. Dalam mendidik anak, orang tua sudah pasti harus memiliki ilmu. Bukan dengan mengadopsi sistem pendidikan ala barat, melainkan dari Quran dan Sunnah sesuai arahan para salafush shalih. Tak sedikit orang tua jaman sekarang mendidik anaknya melalui media film kartun dengan alasan lebih menarik, lebih menyenangkan buat anak, dan alasan-alasan lain. Coba tengok bimbingan para ulama', diambil dari fatwa Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsi al-'Ilmiyah wal Ifta nomor 19933 [5]. Pertanyaan : "Apa hukum menyaksikan dan menjual film-film kartun islamy (gambar-gambar bergerak). Dan hal itu menampilkan kisah-kisah yang bermanfaat bagi anak-anak. Semisal memotivasi mereka untuk berbakti kepada dua orang tua, berlaku jujur amanah, mementingkan shalat dan yang semisal itu. " Maksudnya adalah agar hal itu sebagai ganti dari menonton televisi yang telah merata musibahnya. Yang jadi masalah adalah ditampilkanya gambar-gambar manusia dan hewan-hewan yang digambar dengan tangan. Apakah boleh menyaksikannya? Berikan kami fatwa semoga anda mendapatkan pahala. Jawaban : " Tidak boleh menjual atau membeli dan menggunakan film-film kartun. Karena berisi gambar-gambar bernyawa yang diharamkan. Dan mendidik anak itu mesti dilakukan dengan cara yang sesuai syariat, dengan taklim, mengajari adab memerintahkan shalat dan perhatian yang mulia. Allah-lah tempat meminta taufiq. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad keluarga beliau, pengikut beliau dan sahabat beliau. Gambar dari t.me/galeriposterdakwah Yuk, mulai dari sekarang, mari mendidik anak kita semenjak dini, membiasakan dengan ajaran-ajaran agama. Sebab "Menuntut ilmu dimasa kecil seperti memahat di atas batu". Hal ini sebagaimana ucapan Yazid Bin Ma'mar rahimahullah [6] . Asy-Syaikh Khalid ar-Raddady hafizhahullah berkata dalam akun Twitternya: "Siapa yang letih dalam mendidik anak-anaknya di awal hidupnya (di masa muda), dia akan merasa nyaman di masa tuanya." [7] Alhamdulillah asatidzah di Indonesia juga berulang kali mengadakan kajian tentang Tarbiyatul Aulad . Salah satunya, disampaikan oleh Ustadz Ruwaifi hafizhahullah dalam Kajian Islam Ilmiah "Pengaruh Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak" di Surabaya, 28 Rajab 1436 H ll 17 Mei 2015 M Dengarkan melalui tautan berikut : https://goo.gl/pNqaUO [KLIK] [8] . Barakallahu fiikum ___________________________ Ditulis ulang oleh admin Happy Islam. Referensi : [1] http://asysyariah.com/anak-lahir-di-atas-fitrah/ [2] https://twitter.com/salihalfawzan/status/803069907919314944?s=08 | via Manhajul Anbiya [3] https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/864078119887622144 | via Forum Salafy [4] http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=41817 | via Forum Salafy [5] https://telegram.me/qanat_munhaj_alssana | via Forum Salafy [6] An-Nafaqatu Alal 'Iyaal, Ibnu Abid Dun-ya, no: 599 | via t.me/AskarybinJamal [7] bit.ly/ForumSalafy | via t.me/TarbiyatulAulad/250 [8] t.me/TarbiyatulAulad

SERUAN TERBUKA UNTUK SETIAP JIWA PENDOSA Berkata Imam Ibnu Rajab rohimahullah: "Wahai jiwa yang tidak pernah berhenti dari melakukan dosa baik di bulan halal maupun bulan haram Wahai jiwa yang menjauh dari ketaatan dan bersegera untuk melakukan amal kejelekan Wahai jiwa yang setiap harinya…

Seorang Ibu yang Dungu Apabila Menyusui Putranya Maka Putranya Akan Menjadi Dungu (pula) Demikian pula tabiat lainnya (pemarah, pencela, dan perangai buruk lainnya). Lantas Bagaimana Dengan Susu Formula ? FAIDAH BESAR TENTANG ASI Berkata Asy Syaikh Al-Allamah Shalih Al Fauzan _hafizhahu…

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu hukumnya wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224 dengan sanad yang shahih, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) Potret Para Wanita Salaf -rahimahallahu- K…

MERAIH AMPUNAN DENGAN TIDUR Dalam keadaan suci. Dari shahabat Abu Huroiroh -rodhiyallahu ‘anhu- , Bahwasanya Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda. مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، لَا يَسْتَيْقِظُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا ”Barangsiapa tidur malam dalam keadaan suci, satu malaikat akan bermalam di dalam pakaiannya. Tidaklah ia terbangun pada malam tersebut, kecuali malaikat tadi akan mendoakannya: ’Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.’-“ [ HR. Ibnul Mubarok dalam ”Az-Zuhd” no.1244 (1/441), Al-Baihaqi dalam ”Syu’abil Iman” no.2526 (4/283), dan ”Ad-Da’awat al-Kabir” no. 426. ] Derajat Hadits: Hasan. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam kitab “Ash-Shohihhah” no.2539. Hadits yang semakna juga diriwayatkan dari shahabat Ibnu Umar -rodhiyallahu ‘anhuma- oleh Ath-Thobaroni dalam ”Al-Kabir” no. 13620, 13621, dan Ibnu Hibban dalam “Shohihnya” no.1051. Dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani -rohimahullah- dalam ”Shohih Al-Jami’” no. 3936. Hanya kepada Allah -Ta’ala- kita meminta pertolongan, agar bisa menggapai ampunan-Nya. Wallahul Muwaffiq (AH) Sumber : YOOK NGAJI YANG ILMIAH https://t.me/yookngaji ❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️ Wudhu sebelum tidur merupakan Sunnah dari Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Tujuan wudhu sebelum tidur adalah agar setiap muslim bermalam dalam keadaan suci, berharap bila ajalnya tiba, ia meninggal dalam keadaan suci. Hal ini menunjukkan kesiapan muslim untuk memenuhi kematian dalam keadaan suci hatinya. Dan jelas bahwa kesucian hati lebih diutamakan daripada kesucian badan. Dan sunnah ini juga akan mengarahkan pada mimpi yang baik dan menjauhkan diri dari permainan setan yang akan menimpanya. (Diringkas dari Fathul Bari, 11/125 dan Syarah Shahih Muslim, 9/32) Dari Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu, berkata: “Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: ‘Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah kamu sebagaimana wudhumu untuk shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710) Al-Imam Al-Bukhari di dalam Shahih beliau menulis sebuah bab: “Apabila Bermalam (Tidur) dalam Keadaan Suci” . Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Sungguh terdapat hadits-hadits yang men-jelaskan makna ini yang tidak memenuhi syarat Al-Bukhari dalam Shahih-nya, di antaranya hadits Mu’adz radhiyallahu 'anhu: “Tidaklah seorang muslim tidur di malam hari dengan berdzikir dan dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun dari tidurnya di malam hari kemudian dia meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat melainkan Allah akan memberikan itu kepadanya.” HR. Abu Dawud di dalam Sunan beliau no. 5042 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam kitab Shahih Sunan Abu Dawud no 5042, Al-Misykat no. 1215 dan di dalam kitab At-Ta’liq Ar-Raghib 1/207-208. Dan beliau mengatakan: “Perintah (untuk berwudhu di sini) adalah sunnah (bukan wajib).” Beliau mengatakan juga: “At-Tirmidzi mengatakan: ‘Tidak ada di dalam hadits-hadits penyebutan wudhu ketika tidur melainkan di dalam hadits ini’.” (lih. Fathul Bari, 11/125) Pernyataan Ibnu Hajar rahimahullah tersebut termaktub dalam kitab beliau Fathul Bari, 11/124-125. Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “ Di dalam hadits ini terdapat tiga sunnah yang penting, namun bukan wajib. Salah satu di antaranya adalah berwudhu ketika ingin tidur. Dan bila dia dalam keadaan berwudhu maka cukup baginya (dalam melaksanakan sunnah tersebut) karena yang dimaksud adalah (tidur) dalam keadaan suci.” (Syarah Shahih Muslim, 9/32) Demikianlah sunnah yang tidak ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika hendak tidur, yang semestinya kita sebagai muslim memperhatikannya. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu 'anhu bercerita: “Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terjaga di suatu malam lalu beliau menunaikan hajatnya dan kemudian membasuh wajah dan tangannya lalu tidur.” HR. Al-Bukhari no. 6316 dan Abu Dawud no. 5043 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani di dalam kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 4217. Penjelasan ini dikutip dari : http://asysyariah.com/jadikan-istirahatmu-bernilai-di-sisi-allah/ Sebagai tambahan faedah, kami cantumkan beberap dzikir sebelum tidur lainnya yang mungkin diantara kita belum mengetahuinya. BERLEPAS DIRI DARI DOSA TERBESAR –‘SYIRIK’- SEBELUM TIDUR Dengan membaca surat “Al-Kafirun”. Dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya (shahabat Naufal bin Mu’awiyah -rodhiyallahu ‘anhu-): “Bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan kepada Naufal rodhiyallahu ‘anhu: «اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ» “Bacalah “Qul Yaa Ayyuhal-Kafirun" (maksudnya: Surat Al-Kafirun, pen.) , kemudian tidurlah selepas itu. Karena ia adalah (bentuk) pembebasan diri dari kesyirikan.” [ HR. Ahmad no. 23807, Abu Dawud no. 5055 , Al-Hakim no. 2077. ] , Derajat Hadits: Hasan. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam “Shohih Al-Jami’” no. 292. Wallahul Muwaffiq (AH) Sumber : YOOK NGAJI YANG ILMIAH https://t.me/yookngaji ❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️ DOA PELINDUNG DARI KENGERIAN DI ALAM MIMPI Ada seseorang mendatangi Rasulullah ﷺ kemudian mengeluhkan tentang kengerian-kengerian yang dia lihat didalam mimpinya. Yaitu sesuatu yang menakutkan dan menggelisahkan. Maka Rosulullah ﷺ pun mengajarkan sebuah doa kepada orang tersebut : "Apabila engkau pergi menuju pembaringan mu maka ucapkanlah : أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّـهِ التامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ ومِنْ شرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ ، وَ أَنْ يَحْضُرُوْنَ Artinya : "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, siksa-Nya, kejelekan para hamba-Nya dan dari godaan setan dan kehadiran nya."_ Hadits Hasan lighairih Sumber: [ Silsilah as-Shahihah no. 264] WhatsApp KITA SATU https://bit.ly/bergabung double-bed-read-pillows-sleep by Pixabay

Pengumuman Resmi DAURAH NASIONAL “ASY-SYARI’AH” KE-14 TAHUN 1438 H / 2017 M Sumber: daurahnasional.com بسم الله الرحمن الرحيم Insya Allah akan segera hadir kembali, Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang ke-14 tahun 1438 H /2017 M, dengan tema: “STABILITAS BANGSA &. NEGARA TANGGUNG JAWAB BERSAMA” Bersama para masyayikh Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Timur Tengah: Asy-Syaikh Dr. Khalid azh-Zhafiri (Kuwait) Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghaleb (Yaman) Asy-Syaikh Usamah bin Saud al-Amri, MA (Arab Saudi) Asy-Syaikh Hamed Khamis al-Junaibi (Uni Emirat Arab) Asy-Syaikh Dr. Hisyam al-Husani (Uni Emirat Arab) DAURAH ASATIDZAH 🗓 Waktu: Senin—Jumat, 30 Syawwal—4 Dzulqa’dah 1438 H (24—28 Juli 2017 M) 🏘 Tempat: MA’HAD AL-ANSHAR, Sleman 📞 Kontak Person 📲 081328022770 📲 081328078414 DAURAH UMUM 🗓 Waktu: Sabtu—Ahad, 5—6 Dzulqa’dah 1438 H (29—30 Juli 2017 M) 🕌 Tempat: JAKARTA ISLAMIC CENTER, Tugu Utara, Koja, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta ☎ Kontak Person 📲 085319732909 📲 081513978370 📲 08129394826 MUHADHARAH SATU HARI 📆 Hari: Sabtu, 5 Dzulqa’dah 1438 H (29 Juli 2017 M) Waktu: 09.00 – 14.00 WIB 🕌 Tempat: MASJID AGUNG MANUNGGAL BANTUL 📱 Kontak Person 085100453237 =================== Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah Ke-14 Channel Daurah Nasional “asy-Syari’ah” Ahlus Sunnah wal Jama’ah https://telegram.me/daurahnasional Situs Resmi http://daurahnasional.com ➖➖➖➖➖➖➖➖ RUTE MENUJU JAKARTA ISLAMIC CENTER (JIC) DENGAN TRANSJAKARTA CATATAN Semua rute bertemu di Enggano Dari Terminal Rawamangun Rawamangun - Cipinang - Stasiun Jatinegara - Enggano Dari Terminal Kampung Rambutan Kampung Rambutan - Cawang UKI- Enggano Dari Terminal Pulo Gadung Pulo Gadung - Cempaka Timur - Cempaka Mas - Enggano Dari Terminal Blok M Blok M - Monas - Cempaka Timur - Cempaka Mas - Enggano Dari Terminal Lebak Bulus Lebak Bulus - Senen - Cempaka Timur - Cempaka Mas - Enggano Dari Terminal Kalideres Kalideres - Harmoni - Cempaka Timur - Cempaka Mas - Enggano Dari Cawang Cawang - Enggano Dari Pasar Kramat Jati Pasar Kramat Jati - Cawang - Enggano Dari Gambir Gambir - Cempaka Timur - Cempaka Mas - Enggano Dari Halte Enggano Naik angkot KWK U07 (Tanjung Priok - IGI) turun di JIC Sumber: Channel Daurah Nasional “asy-Syari’ah” Ahlus Sunnah wal Jama’ah https://telegram.me/daurahnasional Situs Resmi http://daurahnasional.com http://daurahnasional.com/rute-menuju-jakarta-islamic-center-jic-dengan-transjakarta/ LIHAT PROFIL PEMATERI

KETIKA SEORANG PUTRI MEMILIH CALON SUAMI YANG TIDAK SHALIH SEDANGKAN AYAHNYA MEMILIH CALON SUAMI YANG SHALIH Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Anda tahu--hafizhakumullah-- bahwa kaum wanita itu kurang akal dan agamanya sehingga disini dihadapkan pada sebuah masalah berupa seorang wanita jika memilih calon suami yang tidak shalih sedangkan calon suami yang dipilihkan orang tuanya pria yang shalih, maka apakah diterima usulannya atau wanita ini dipaksa menerima pilihan orang tuanya? Jawaban: Adapun memaksanya untuk menerima pilihan orang tuanya maka tidak boleh meskipun pilihan orang tuanya itu orang shalih berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam: لا تنكح البكر حتى تستأذن ، ولا تنكح الأيم حتى تستأمر Seorang perawan tidak dinikahkan hingga dimintai ijinnya dan seorang janda tidak dinikahkan hingga diajak musyawarah. Dalam lafadh riwayat Imam Muslim: (Dan seorang perawan dimintai ijin ayahnya terhadap dirinya). Adapun menikahkannya dengan orang yang tidak dia ridhai agama dan akhlaknya, tidak boleh pula. Jadi, wali wanita ini hendaknya melarangnya dengan mengatakan saya tidak akan menikahkan engkau dengan pria yang jadi pilihanmu ini, jika dia tidak shalih. Jika ada yang bertanya:  ."sekiranya wanita ini masih tidak mau menikah kecuali dengan pria ini?" Jawaban: Kita tetap tidak menikahkan dia dengan pria ini dan tidak ada sedikitpun dosa atas kita, ya. Namun sekiranya seorang khawatir terjadi kerusakan berupa terjadinya fitnah yang menghilangkan kesucian antara wanita dan pria yang melamar ini sedangkan pada pria pelamar ini tidak ada sesuatu yang menghalangi untuk menikahkan wanita ini dengannya secara syar'i (seperti: masih mahram, masih saudara susuan, non muslim) maka disini kita menikahkan wanita ini dengan pria pelamar untuk menghindari kerusakan. http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=1151 Sumber: http://t.me/ukhwh Dalam faedah lainnya, sebagaimana kami kutip dari website ForumSalafy [1], Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah memberikan jawaban tatkala ada yang bertanya: “Apa hukum menikahkan wanita dengan pria yang tidak dia sukai?” Beliau menjawab: "Harus ada keridhaan dari wanita tersebut dan tidak boleh bagi walinya untuk menikahkannya dengan seorang pria yang tidak dia sukai. Jadi diteliti keadaan si pria, jika dia seorang yang shalih namun pihak wanita tidak menyukainya, maka hendaknya si wali mengajaknya bermusyawarah dan menyebutkan kebaikan-kebaikan pria tersebut kepadanya dengan harapan agar dia menerimanya. Namun jika dia tetap menolak, maka tidak boleh bagi si wali untuk memaksanya. Karena kehidupan rumah tangga dibangun atas dasar keridhaan diantara suami istri. Sedangkan saling ridha termasuk salah satu syarat sahnya pernikahan. Adapun jika wanita tersebut menolaknya karena dia adalah seorang pria yang menyimpang atau tidak ada kebaikan padanya, maka dia berhak –sama saja apakah walinya terlebih dahulu mengajaknya bermusyawarah atau tidak– untuk menolak siapa saja yang melamarnya yang keadaannya tidak diridhai. Alih bahasa: Abu Almass Senin, 21 Jumaadats Tsaniyah 1435 H Lalu bagaimana bila sang calon suami adalah pria yang tidak shalat berjamaah di Masjid? Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah memberikan penjelasan sebagai berikut: Apabila laki laki yang datang melamar tidak melakukan sholat jamaah maka dia adalah seorang yang FASIK, pelaku ma'siat kepada Allah dan RosulNya. Dia menyelisihi ijma' (kesepakatan kaum muslimin) bahwa sholat jamaah adalah TERMASUK IBADAH YANG PALING UTAMA. Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah didalam Majmu' Fatawa 23/222: "Sepakat para Ulama' bahwa sholat jamaah termasuk ibadah yang paling ditekankan, dan ketaatan yang paling mulia, dan paling agungnya syiar syiar islam". Tetapi kefasikan ini tidak mengeluarkan dari keislaman sehingga boleh dia menikahi wanita muslimah. NAMUN SELAIN DIA DARI ORANG ORANG YANG ISTIQOMAH DIATAS AGAMA DAN AKHLAQNYA LEBIH UTAMA DAN LEBIH BERHAK DARI DIRINYA, WALAUPUN LEBIH SEDIKIT HARTA DAN KEDUDUKANNYA. Sumber: Fatawa Arkanil Islam 270-271. Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy _______________________ [1] http://forumsalafy.net/bolehkah-memaksa-wanita-menikah-dengan-pria-yang-tidak-dia-sukai/ milk-glass-frisch-healthy-drink by Pixabay

"Jangan merasa paling benar... kebenaran yang tahu hanya Allah" , begitulah kata-kata yang diucapkan atau dituliskan oleh sebagian orang tatkala dakwah disampaikan kepada mereka. Apakah mereka tak sadar bahwa apa yang disampaikan adalah wahyu dari Allah melalui Quran dan Sunnah Rasul shalallahu 'ala…

LARANGAN MENUNDUKKAN KEPALA (Atau Membungkuk) UNTUK SESEORANG Dari shahabat Anas bin Malik -rodhiyallahu ‘anhu- , Beliau mengatakan: “Seorang lelaki pernah mengatakan kepada Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- : يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِي لَهُ؟ “Wahai Rasulullah! Apabila salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau sahabatnya. Bolehkah ia menunduk (atau membungkuk) untuk (menghormati) nya?” Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab: ”Tidak boleh” ( ... ) [ HR. At-Tirmidzi no. 2728 , Ibnu Majah no.3702, Ahmad no.13044, Al-Baihaqi dalam ”Al-Kubro” no.13573, Dan selainnya. ] , Derajat Hadits: Hasan. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- karena adanya 3 riwayat penguat. Lihat “Ash-Shohihah” no. 160, dan “Al-Misykah” no.4680. 〰〰〰〰〰 Para ulama ‘Al-Lajnah Ad-Daimah’ (*) pernah ditanya: (( (*) Al-Lajnah Ad-Daimah adalah komite tetap untuk pembahasan ilmiah dan fatwa Kerajaan Saudi Arabia. )) “Apakah boleh seorang anak kecil membungkuk (atau menundukkan diri) kepada orang yang lebih tua ketika bertemu saat memberikan salam; dalam rangka memberikan penghargaan dan penghormatan?” Jawaban: Para ulama sepakat; Membungkuk (atau menunduk) tidak boleh diberikan kepada satu jenis makhlukpun. Karena perbuatan itu hanya boleh diberikan untuk Allah, dalam rangka mengagungkan-Nya -subhanahu wata’ala-. Dan sungguh telah sah sebuah riwayat dari Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- tentang larangan perbuatan itu (membungkuk, -pent.) untuk selain Allah. Seorang shahabat pernah bertanya kepada Rasul -shollallahu ‘alaihi wasallam-, -Sebagaimana disebutkan dari shahabat Anas -rodhiyallahu ‘anhu-- ; “Wahai Rasulullah! Apabila salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau sahabatnya; 🔻 Bolehkah ia menunduk (atau membungkuk) untuk (menghormati) nya?” ⛔️ Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab: ”Tidak boleh”. Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Wabillahittaufiq. (…) Ttd. Al-Lajnah Ad-Daimah. 📎[ Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Vol.1 (131/24). ] Wallahul Muwaffiq. (AH) YOOK NGAJI YANG ILMIAH (Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah) Situs Blog: https://Yookngaji.com Gabung Saluran Telegram: https://t.me/yookngaji Lalu, Bagaimana Hukum Mencium Tangan Orang Shalih Sambil Membungkuk? Oleh: Al-Imam Ibnu Baz رحمه الله Pertanyaan: Apa hukum mencium tangan seorang yang shalih sambil membungkuk, boleh atau tidak? Jawaban: Adapun mencium tangan maka sekelompok ulama berpendapat makruh (dibenci), terutama jika sebagai adat. Adapun jika kadang-kadang dilakukan ketika berjumpa tidak masalah melakukannya, baik terhadap seorang yang shalih, pemimpin yang shalih, bapak…. .tidaklah masalah melakukannya, namun makruh membiasakannya. Sebagian ulama yang lain mengharamkannya jika senantiasa dibiasakan ketika bertemu. Adapun kadang-kadang melakukannya maka tidak masalah padanya. Adapun sujud di atas tangan dengan posisi sujud meletakkan dahinya di atas tangan seseorang merupakan perkara yang haram, sebagian ulama menyebutnya dengan sujud kecil, hal ini tidak boleh. Sehingga meletakkan dahi di atas tangan seseorang dengan posisi sujud di atasnya, tidak boleh namun hendaknya mencium dengan mulutnya ketika hal itu bukan kebiasaan, jarang atau pun sesekali dilakukan maka tidak mengapa karena diriwayatkan dari Nabi صلي الله عليه و سلم bahwa sebagian sahabat pernah mencium tangan dan kaki Beliau صلي الله عليه و سلم. Maka perbuatan sahabat dalam hal ini menunjukkan perkaranya luwes ketika sesekali dilakukan. Adapun senantiasa membiasakannya maka hukumnya makruh atau haram. Begitu juga tidak boleh membungkuk yakni merunduk seperti orang yang rukuk hal ini tidak boleh karena rukuk itu ibadah sehingga tidak boleh membungkuk di hadapan seseorang. Adapun membungkuk dalam rangka merunduk terhadapnya karena ia seorang yang pendek sedangkan orang yang membungkuk muslim berpostur tinggi sehingga si muslim membungkuk kepadanya sampai menjabat tangannya namun bukan dalam rangka mengagungkan tetapi orang muslim yang ada dihadapannya itu pendek, lumpuh atau dalam posisi duduk maka tidak masalah melakukannya. Adapun membungkuk dalam rangka mengagungkannya hal ini tidak boleh dan dikhawatirkan termasuk perbuatan syirik jika, bertujuan mengagungkannya. Diriwayatkan dari Nabi صلي الله عليه وسلم bahwasannya Beliau ditanya: ”Wahai Rasulullah, seseorang bertemu dengan yang lainnya, apakah membungkuk kepadanya? Beliau menjawab: tidak, Ia berkata: Apakah aku memeluk dan menciumnya? Beliau menjawab: tidak, Ia berkata: apakah aku mengambil tangannya dan menjabat tangannya, Beliau menjawab: ya.” Meskipun ada kalemahan pada sanad nya sehingga haditsnya dhoif namun semestinya beramal dengannya karena banyaknya syawahid (penguat) yang menguatkan maknanya dan begitu juga dalil-dalil yang banyak menunjukkan membungkuk dan rukuk kepada seseorang tidak boleh. Jadi intinya tidak boleh baginya selalu membungkuk kepada seorang pun baik itu raja atau pun bukan raja. Namun jika membungkuk bukan dalam rangka mengagungkan tetapi memberi salam kepada orang yang pendek, lumpuh atau pun dalam posisi duduk maka membungkuk untuk memberi salam kepadanya tidak masalah melakukannya. Fatawa Nurun ‘alad Darb Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/9379 Diterjemahkan : Abu Zulfa WhatsApp Al-Ukhuwwah Disalin dari : http://salafymedia.com/blog/mencium-tangan-orang-shalih-sambil-membungkuk/ lampionblume-illuminated-studio | Source: Pixabay

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله . Pertanyaan : Penanya bertanya tentang puasa enam hari di bulan Syawal dan keutamaannya. Mudah-mudahan Allah membalas anda dengan kebaikan. Jawaban : بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله،…

HUKUM MUAZIN ANAK Soal: Seorang imam masjid menentukan muadzin anaknya sendiri yang berumur 12 tahun. Demikian pula anak-anak tetangga berumur antara 6-12 tahun, seluruhnya bergantian menjadi muazin di masjid itu. Azan ketika masuk waktu salat. Apakah boleh mereka menjadi muazin di umur itu? C…

PIHAK-PIHAK YANG IKUT ANDIL DALAM TERORISME!! Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah ١— ﻛﻞ ﺻﺎﺣﺐ ﻓﻜﺮ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻠﻬﺪﻱ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱ ﻭﻟﺴﻤﺎﺣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﻭﺳﻄﻴﺘﻪ ﻭﻟﻼﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻐﻠﻮ ﻭﺍﻟﺠﻔﺎ، ﻓﻬﻮ ﻣﺸﺎﺭﻙ ﻓﻲ ﺍﻹﺭﻫﺎﺏ ﺑﺸﻜﻞ ﻣﺒﺎﺷﺮ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻣﺒﺎﺷﺮ. 1. Setiap orang yang memiliki pemikiran yang menyelis…