Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Pulau Dahlak Baru pertama kali saya membaca ada sebuah pulau, letaknya antara negeri Yaman dan negeri Eritrea. Di laut Merah, ada gugusan pulau yang disebut kepulauan Dahlak. Sepintas membaca sejarahnya, lumayan panjang dan menarik. Tapi, bukan itu yang saya maksud. Seorang ulama tabi'in pernah dibuang dan diasingkan di sana sampai wafat. 'Irak bin Malik al Madani al Ghifari al Kinani, namanya. Berguru kepada sejumlah sahabat Nabi, seperti Abu Hurairah, Ibnu Umar, Aisyah dan lainnya. Dikenal sebagai ahli hadits dan ahli ibadah. Umar bin Abdul Aziz memuji, "Tidak pernah aku melihat orang yang lebih banyak shalatnya dibanding 'Irak" Khalifah Yazid bin Abdul Malik atas sebuah retorika kekuasaan, menghukum 'Irak dengan dibuang dan diasingkan ke pulau Dahlak. Apa kata penduduk pulau Dahlak? "Semoga Allah membalas kebaikan untuk Yazid. Dia telah mengirim seseorang untuk kami.Allah melimpahkan kebaikan untuk kami melalui 'Irak",kata mereka. (Tahdzibut Tahdzib 7/173) Di manapun berada, berusahalah agar bermanfaat untuk orang ! Ilmu dapat diajarkan dan disebarkan di manapun. Terkadang dianggap musibah, padahal justru anugrah. Pasti ada hikmah di setiap peristiwa kehidupan t.me/anakmudadansalaf


🔊💽 Khutbah Jumaat – Bagaimana Para Sahabat Rasulullah Memahami Tentang Puasa Di Bulan Rajab 💺Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📅 Khutbah Jumaat ll Masjid Muthaharu…

Telah menjadi keyakinan yang asasi dalam Islam, bahwa Muhammad bin Abdillah adalah nabi sekaligus rasul terakhir. Sebagai bagian dari prinsip keimanan, tak ada tawar-menawar dalam perkara ini. Tidak ada pula kemungkinan bagi datangnya “kebenaran baru”, sebagaimana diistilahkan oleh para pembela ajaran nabi palsu. Merupakan akidah yang paten, keyakinan yang kokoh melebihi kekokohan gunung-gunung yang tinggi […]

Pertanyaan: Seorang wanita telah dinikahi oleh seorang pria yang fisiknya cacat. Apakah pria tersebut akan sempurna ketika di akhirat nanti? Jawaban: Allah akan menjadikan kaum mukmin di akhirat dalam bentuk fisik yang paling sempurna. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ […]

“Ibarat lautan yang tiada bertepi.” Kalimat ini diucapkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, dalam fatwa beliau, saat menggambarkan banyaknya permasalahan wanita yang berkaitan dengan haid.[1] Walaupun haid adalah perkara yang umum dialami oleh wanita dan selalu berulang, ia tetap saja menyisakan pertanyaan (bagi sebagian orang. Sebab, hukum-hukum yang berkaitan dengan haid memang tidak […]

Pertanyaan: Apa ciri dan perbedaan antara mani, madzi, dan wadi? Jawaban: Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang perbedaan antara mani, madzi, dan wadi. Beliau menjawab sebagai berikut. Mani adalah cairan yang kental dan berbau, keluar secara memancar saat memuncaknya syahwat. Madzi adalah cairan yang lembut dan tidak berbau seperti bau mani. Keluarnya tidak memancar. Keluarnya […]

Perintah untuk berbuat ihsan cukup banyak, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits. Contohnya dalam surah al-Baqarah ayat 195, Allah ‘azza wa jalla berfirman, وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya […]

Pertanyaan: Doa setelah shalat sunnah (seperti shalat Dhuha dan tahajud), apakah boleh sama seperti doa setelah shalat fardu? Jawaban: Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa suatu ibadah tidaklah sah dan diterima kecuali jika ikhlas dan mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan syariat). Baca juga: Syarat Diterimanya Amal Sementara itu, mutaba’ah tidaklah terpenuhi kecuali jika amalan ibadah tersebut […]

TAHUKAH ANDA? Imam az Zuhri jika berada di rumah,kitab-kitab diletakkan di dekatnya. Beliau habiskan waktu untuk membaca dan menelaah.Tidak tergoda untuk kesibukan dunia. Suatu hari,istrinya berujar,"Demi Allah! Kitab-kitab ini lebih berat aku rasakan jika dibandingkan punya 3 orang madu" (Wafayatul A'yan karya Ibnu Khalikan 3/317) . Dari Kutub wa Rasail As Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad ------------------------ Bercermin Pada Jati Diri Jati diri seseorang tidak dapat dinilai dalam waktu singkat. Hanya mengenal beberapa saat, bagaimana mungkin sudah diberi penilaian akhir? Umar bin Khattab saja meletakkan konsep untuk mengenal jati diri seseorang dengan dua hal. Sudahkah engkau bepergian jauh dengan orang itu? Sudah lamakah engkau hidup bertetangga dengannya? Iya, benar! Watak asli seseorang akan terlihat dalam perjalanan. Pun jelas tampak setelah hidup berdampingan sebagai tetangga. Dermawan atau pelit. Sabar atau temperamen. Malas atau rajin. Perhatian atau egois. Bijak ataukah serampangan. Lembut ataukah kasar. Dan watak manusia lainnya akan tersingkap. Dek, dalam situasi normal, semua bisa saja terlihat baik.Pada kondisi biasa,semua orang nampak bagus. Namun,apakah hidup ini akan selalu normal? Pasti terus menerus biasa? Tentu tidak! Pasti ada saat-saat sulit.Waktu-waktu susah.Kondisi darurat.Suasana luar biasa.Tidak biasanya.Bukan normal yang kita kenal. Disitulah,Dek! Watakmu akan terbuka terang.Jati dirimu tersingkap. Apa contohnya? Memberi dan berbagi. Saat engkau sedang memiliki banyak sesuatu.Engkau punya harta berlebih.Uangmu surplus.Stok makanan berlimpah.Lalu engkau memberi dan berbagi kepada yang lain,itu banyak orang bisa melakukan. Tetapi,saat engkau sedang tak punya.Ketika engkau sendiri lagi membutuhkan.Engkau sendiri sedang kesulitan. Di sini jati dirimu akan terbuka? Engkau dermawan dengan tetap berbagi.Ataukah engkau si kikir itu yang untuk memberi masih berpikir. Al Qurthubi dalam tafsir (18/19) menyebutkan tentang Aisyah,ibunda kita,yang sedang berpuasa hari itu.Tidak ada makanan untuk berbuka kecuali sepotong roti kering.Datang pengemis meminta. "Berikan roti kering ini untuknya!",perintah Aisyah kepada pembantunya. Pembantunya keberatan dan berkata,"Anda tidak punya makanan berbuka nantinya" Aisyah tetap memerintahkan untuk memberi si pengemis itu. Petang hari,ada tetangga datang memberi hadiah daging kambing dengan roti gandum. Kata Aisyah kepada pembantunya,"Ayo kita makan.Menu ini lebih baik dari sepotong roti keringmu" Ibnu Katsir dalam tafsirnya (4/338) menyebutkan cerita Khudzaifah al Adawi di perang Yarmuk. Seusai pertempuran,ia mencari sepupunya yang ternyata terbaring penuh luka.Sambil membawa air minum ia ingin memberikan kepada sepupunya.Namun,terdengar suara kesakitan.Sepupunya meminta agar air minum itu diberikan kepada orang lain yang bersuara kesakitan tersebut. Khudzaifah membawa air minum itu kepada orang tersebut.Ketika akan minum,terdengar lagi suara orang lain yang kesakitan.Orang kedua meminta agar air minum itu diberikan saja kepada orang ketiga yang sedang terluka parah. Khudzaifah membawa air minum ke orang ketiga.Sesampainya ternyata ia telah gugur.Ia kembali ke orang kedua,rupanya sudah gugur juga.Cepat-cepat ia menemui sepupunya yang ternyata pun telah gugur. Luar biasa! Dalam kondisi seperti itu,masing-masing tetap ingin mendahulukan orang lain. Al Qurthubi juga menyebutkan kisah dari Abul Hasan al Anthoki. Beliau bersama tiga puluh orang lebih sedang berada di perkampungan Rayy.Hanya ada beberapa potong roti yang jelas tidak dapat mengenyangkan mereka. Sepakat! Roti-roti itu dipotong-potong kecil.Mereka duduk berkumpul jadi satu.Lampu dimatikan supaya tidak sungkan makan. Beberapa waktu kemudian setelah lampu dinyalakan,roti-roti itu masih utuh.Tidak berkurang sedikitpun.Masing-masing mengalah dan berpikir agar temannya saja yang makan. Subhanallah!Akhlak luar biasa. Dek,tulisan ini jangan jadikan alasan menilai orang lain.Tulisan ini untuk instropeksi diri sendiri.Nilailah dirimu sendiri! Untuk berbenah. Saat orang lain kelelahan,engkau bangkit melayani. Saat orang lain malas,sendiri engkau rajin. Saat orang lain pesimis,engkau bertahan dalam optimis. Saat orang lain menyerah,engkau pantang mundur. Saat orang lain diam,engkau tetap semangat bergerak. Siap berjuang dan berkorban walaupun situasi sulit dan rumit. Bukan karena ingin dipuji.Bukan karena iming-iming janji duniawi.Bukan karena berharap hadiah itu dan ini. Engkau lakukan itu untuk ridha ilahi. Semangat piket dan melayani! Baarakallahu fiikum Di Pendopo Lendah.Pagi masih suasana hujan dari semalam. Rabu 10 Feb 2021 t.me/anakmudadansalaf