Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

📖 Allah berfirman, وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (27) “Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka […]

Allah Ta’ala berfirman, إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا “Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al-Isro:3) Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu berkata, إنما سمي نوح عبدا شكورا أنه كان إذا لبس ثوبا حمد الله، وإذا أكل طعاما حمد الله “Dinamakan Nuh sebagai hamba yang banyak bersyukur dikarenakan ketika memakai pakaian beliau memuji Allah dan […]

📝 Suatu ketika, Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu mendengar ada seseorang yang meninggikan suaranya di dalam masjid. Maka beliau berkata kepada orang itu sebagai bentuk pengingkaran, “APAKAH KAMU TAHU DIMANA SEKARANG BERADA?” 🌏 Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf (no. 7986) 📝 https://t.me/warisansalaf/456

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangganya dan menyambung hubungan rahimnya.” Rahim adalah kerabat dekat. Semakin dekat hubungan kekeluargaan seseorang, semakin wajib untuk menyambung hubungan dengannya. Dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebutkan tentang menyambung tali silaturahmi […]

📝 Asy-Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullahu menjelaskan tentang keadaan orang yang meminta-minta: 1. Kamu tahu bahwasanya dia adalah orang fakir yang membutuhkan, maka ia berhak mendapatkan sedekah dari zakat dan selainnya. 2. Kamu tahu bahwasanya dia tidak berhak (mendapat sedekah) dan bahwa ia pendusta, maka ia tidak diberi dan harus dicegah dan dilarang oleh pihak […]

Asy-Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah berkata, Pada hari kiamat umat manusia akan menyeberangi jembatan. Barangsiapa berhasil melewatinya, dia akan sampai ke Jannah. Sebelum tiba di surga, mereka akan dihentikan di qantharah yang terletak di antara surga dan neraka. Ada (ulama) yang mengatakan bahwa qantharah adalah jembatan yang dikhususkan bagi orang yang beriman. Di jembatan itu, […]

Abul ‘Aliyah Rufai’ bin Mihran rahimahullah (wafat 190 H) berkata: “Kerjakanlah keta’atan dan cintailah orang yang melakukannya. Jauhilah kemaksiatan dan bencilah orang yang melakukannya. Sesungguhnya Allah jika menghendaki, Dia akan mengadzab orang yang melakukan kemaksiatan. Dan jika menghendaki, Dia akan mengampuni mereka.” 🌏 Sumber: Hilyatul Auliya (2/218) 📝 Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/443

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Lailatul Qodar terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan…. Ia jatuh pada malam-malam ganjil lebih memungkinkan untuk terjadi dari malam genapnya … dan ia di tujuh hari terakhir lebih dekat. Dan dari tujuh malam terakhir itu yang lebih dekat lagi adalah malam ke 27.. Dan malam lailatul […]


Maimun bin Mihran rahimahullah menyatakan, “لا تدخل على امرأةٍ ولو قلت أُعلمُها كتاب الله.” “Janganlah engkau masuk menemui seorang wanita (yang bukan mahrammu) meskipun engkau beralasan akan mengajarinya kitab Allah.” [Siyar A’lamin Nubala 3/286]


🔊💽 Muhadharah Al-Qowa’idul Arba’ (Pertemuan Ke-9 & 10) 💺Al-Ustadz Abdul Hakam at-Tamimi حفظه الله 📅 Muhadharah Telelink ll Kitab Al-Qowa’idul Arb…

Dampak Body Shaming Terhadap Anak Mereka yang beraktivitas di dunia anak dan pendidikan, tentunya tidak asing dengan istilah body shaming. Sebagai istilah, walau berbahasa inggris, body shaming terlanjur jamak dipakai. Body shaming seringkali diartikan dengan celaan terhadap fisik seseorang. Si pendek, si gemuk, si juling, si pesek, si sumbing, si pincang, si gigi mrongos, si cedal, si keriting, si kulit badak, adalah beberapa contohnya. Pelaku body shaming mengaku latar belakangnya dengan beberapa alasan . ingin menyegarkan suasana, iseng tanpa sebab, mau membuat orang tertawa, terbawa pergaulan, sampai memang berniat menghina. Apapun alasannya, body shaming tetap tidak boleh dilakukan. Dampaknya pada korban cukup mengerikan, seperti : minder, menutup diri, trauma bergaul, kurang bersyukur atas fisik yang Allah berikan, gampang curiga, benci pada diri sendiri, bahkan ada yang mengakibatkan depresi. Apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan pendidikan anak, body shaming berefek pada semangat belajar. Akibatnya, anak akan : malas belajar, tidak mau berangkat ke pondok, kurang bergairah thalabul ilmi, dan membenci lingkungan pesantren. Apakah di dalam Islam, hal ini dibahas? Oh, pasti. Tentu! Tidak mungkin tidak. Semua dalil Qur'an dan Hadis yang melarang untuk : menghina dan mengejek, sombong dan meremehkan orang, serta menganggap diri sendiri lebih baik, adalah dalil yang mengharamkan body shaming. Allah berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 11 : يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰئِكَ هُمُ ٱلظَّلِمُونَ " Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim " Jelas, tegas, lugas, dan tuntas! Ayat di atas melarang : 1. Mengejek dan menghina orang. Hal ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Sebab, yang diejek boleh jadi lebih baik di sisi Allah Ta'ala dibanding yang mengejek. 2. Mencela diri sendiri. 3. Membuat panggilan atau gelaran yang buruk. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan body shaming di kalangan anak. Antara lain : 1. Menerangkan bahwa ukuran dan takaran derajat seseorang tidak berdasarkan fisik. Takwa kepada Allah lah yang menentukan. 2. Menerangkan bahwa fisik manusia adalah karunia dari Allah Ta'ala. Tentu Allah memberi dengan seadil-adilnya dan sebaik-baiknya. Ada hikmah yang harus dicari dan digali dari fakta perbedaan fisik manusia. 3. Menjelaskan konsep syukur dengan benar. Bahwa masih ada yang lebih di bawah dan lebih memiliki kekurangan. 4. Menggali potensi dan kelebihan pada setiap anak. Kembangkan dan beri motivasi. Tanamkan bahwa di balik setiap kekurangan, selalu ada kelebihan. 5. Sering-seringlah membaca atau membacakan kepada anak tentang riwayat orang-orang besar yang sebelumnya di masa kecil mengalami body shaming. Ibnul Qayyim dalam Miftah Daris Sa'adah (1/165) menukil ringkas biografi Muhamamd bin Abdurrahman Al Auqash. Secara fisik, Al Auqash sangat aneh dan unik. Tidak memiliki leher, kepala langsung bersambung dengan badan. Kedua bahu nya, kanan dan kiri menonjol keluar, seperti dua mata tombak. Ibunya menguatkan, " Anakku, di manapun kamu berada, engkau selalu jadi bahan tertawaan dan obyek hinaan. Oleh sebab itu, engkau harus semangat thalabul ilmi. Sungguh, hanya dengan ilmu, engkau akan tinggi derajatmu! " Motivasi sang ibu membuat Al Auqash bersemangat untuk thalabul ilmi. Di kemudian hari, Al Auqash menjabat Qadhi untuk wilayah Mekkah selama 20 tahun. Seorang pelapor, terdakwa, atau saksi, pasti gemetaran jika sudah berhadapan dengan Al Auqash. Subhanallah! Motivasi dari orang-orang terdekat akan membantu seorang anak untuk bangkit dari keterpurukan dikarenakan body shaming. Kata-kata positif tentunya berdampak baik untuk menaikkan mental anak. Oleh sebab itu, sering-seringlah memotivasi anak. Bukan hanya tugas orang tua nya, namun tugas kita semua. Orang tua, keluarga, pengajar, guru, kakak kelas, atau siapapun status kita. Bisa jadi, anak yang sekarang kecil dan ditertawakan, kelak di kemudian hari menjadi orang besar yang berwibawa dan disegani. Karena ilmu dan imannya. Wonosobo, 18 Jumadil Akhir 1444 H/11 Januari 2023 t.me/anakmudadansalaf